Guru Besar Tasawuf Islam Jawa Itu Kini telah berpulang

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kehilangan putra terbaiknya. Prof. Simoeh, Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga telah berpulang. Beliau menghembuskan nafas terkakhir pada Hari Rabu, tanggal 27 Mei 2015, pukul 18.30 WIB, di rumah sakit Bethesda, setelah beberapa saat di rawat karena sakit sesak nafas dan jantung. Beliau dimakamkan di Makam Gondangan, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis, 28 Mei 2015.

Prof. Simoeh lahir di Sleman 3 Juni 1933. dengan nama Asli Muhammad Fakih. Sebagai Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, beliau merupakan Pakar dalam Kajian Tasawuf Islam Jawa. Lulus Sarjana S1 pada tahun 1963, melalui skripsinya yang berjudul “Pendangan Al Ghazali tentang Tasawuf.” Tahun 1983 meraih predikat Doktor melalui karya disertasinya yang berjudul “Mistik Islam Kejawen Raden Ngabehi Ronggowarsito- Studi tentang Wirid Hidayat Jati”

Prof. Simoeh pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin selama 2 periode, antara tahun 1992-1993. Dan menjabat Rektor IAIN Sunan Kalijaga tahun 1992-1996. Dikukuhkan menjadi guru besar pada tahun 1996, dengan pidatonya bertema “Perkembangan Aspek Aqidah dalam Sufisme.”

Prof. Simoeh meninggalkan seorang istri Hj. Sudarmi, 2 orang putri : Sri Ernawati dan Sri Emawati, dan 3 orang putra, Muhammad Haryanto, Arif dan Sidik Putra, serta 5 orang cucu.

Semasa Hidupnya, banyak tauladan yang diwariskan Prof. Simoeh. Beliau dikenal sebagai seorang ahli Tasawuf Islam Jawa, dengan karya bukunya yang sangat monumental yakni “ Islam dan Pergumulan Budaya.” Beliau tidak hanya sekedar ahli, tetapi selalu mengamalkan ajaran tasawuh dalam kehidupan sehari hari. Beliau merupakan seorang guru yang sangat bersahaja. Naik sepeda ontel merupakan kebiasaan beliau sehari-hari bahkan ketika menjabat sebagai Rektor. Sebagai guru besar, beliau sangat menghargai sesama.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, Ph.D., dalam sambutannya saat prosesi pemakaman antara lain menyampaikan bahwa, PTAIN seluruh Indonesia ikut berkabung. Prof Simoeh bukan hanya seorang Rektor. Beliau juga seorang guru, dosen dan profesor, yang murid-muridnya bertebaran ke seluruh wilayah tanah air menjadi busur-busur pendidikan. Beliau tidak hanya mengajarkan ilmu kepada murid-muridnya, tetapi juga selalu mengamalkan apa yang diajarkan dan mengajak murid-muridnya untuk selalu mengamalkan ajarannya. Beliau adalah seorang ahli sufi dan juga seorang sufi. Beliau dihormati semua yang mengenalnya bukan karena jabatannya, atau keahliannya, tetapi karena beliau juga sangat menghargai sesama dengan/melalui hatinya. (Weni Hidayati-Humas UIN Sunan Kalijaga).