UIN Sunan Kalijaga Bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme DIY Selenggarakan Workshop

Terorisme dan Radikalisme masih menjadi persoalan krusial bangsa. Hal ini terlihat dari berbagai fenomena sosial seperti : adanya tindakan intoleransi, hingga aktifitas yang menjurus ke terorisme. Fenomena ini ditambah realitas media terutama media sosial. Puluhan situs yang bermuatan atau mengkampanyekan terorisme dan radikalisme bertebaran dalam dunia cyber yang bisa diakses oleh siapapun. Untuk mencegah tersebarluasnya kampanye gerakan terorisme dan radikalisme diperlukan keterlibatan semua elemen bangsa untuk menanggulanginya. Jika tidak ditanggulangi sejak dini, maka bukan hanya akan mengganggu pembangunan nasional, juga akan membahayakan kehidupan berbangsa.

Konsen terhadap masalah ini, UIN Sunan Kalijaga bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Teririsme (FKPT) D I Y menyelenggarakan Workshop bertajuk : “Peran Tokoh Agama dalam Pencegahan Terorisme, Sebagai Bentuk Pemberdayaan Masyarakat Bidang Agama dalam rangka Pencegahan Terorisme. Menurut Ketua Panitia Workshop, KH. Abdul Muhaimin, forum ini diselenggarakan dengan mempertimbangkan bahwa : - Salam satu aktor sosial yang berperan strategis dalam upaya penanggulangan terorisme dan radikalisme sedikit banyak terkait dengan pemahaman keagamaan yang distortif sehingga agama yang awalnya membawa pesan-pesan luhur (toleransi, keadilan, transformasi sosial dan sebagainya, justru menjadi basis legitimasi gerakan terorisme. – Para pelaku tindakan terorisme selama ini sebagian besar mengatasnamakan perjuangan agama. – Kalangan agamawan merupakan aktor sosial yang memiliki jaringan atau basis soaial yang riil yang masih didengar oleh masyarakat. – Agamawan merupakan komunitas yang memiliki otoritas keilmuan untuk meluruskan pemahaman keagamaan, sekaligus membangun pemikiran keagamaan yang toleran dan transformatif.

Dikatakan Muhaimin, Workshop ini merupakan bagian dari strategi penanggulangan terorisme melalui pemberdayaan masyarakat bidang keagamaan. Melalui Workshop ini diharapkan para tokoh agama akan menjadi agen sosial yang mendesiminasi pemahaman keagamaan yang toleran dan transformative di masyarakat. Dengan pemahaman keagamaan yang tepat, diharapkan masyarakat akan menjadi kekuatan kritis yang kuat dalam rangka penanggulangan terorisme. Sebab sebagaimana terungkap dalam riset akademik, keterlibatan pelaku terorisme selalu dimulai dari fase pembukaan nalar dan kesadaran yang secara canggih dilakukan oleh organisasi penebar terorisme. Hadir sebagai pemateri dalam forum ini : Wakil dari BNPT menyampaikan materi Program, Strategi dan kebijakan pemerintah dalam Menanggulangi Terorisme. Dr. Mukhtasar Syamsudin (Dekan Fakultas Filsafat UGM) menyampaikan materi Peta dan Narasi Terorisme di Daerah Istimewa Yogyakarta. KH. Abdul Muhaimin sendiri menyampaikan materi Toleransi berbasis kearifan Lokal, Belajar dari Nilai Nilai Islam Kraton Yogyakarta. Prof. Dr. Noorhaidi Hasan (Pakar Gerakan Terorisme-Radikalisme-Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga) menyampaikan materinya : Peta Pemikiran dan Gerakan Islam Radikal di Indonesia. dari Workshop ini terangkum bahwa untuk menanggulangi gerakan terorisme dan radikalisme dibutuhkan kebijakan soft power atau smart power. Tindakan pembasmian gerakan terorisme dan radikalisme oleh militer tidaklah cukup. Tetap dibutuhkan langkah-langkah komprehensif dari semua eleman negara, tokoh-tokoh agama, politisi, diplomat, dan masyarakat sipil, sampai bisa dipastikan bahwa generasi mendatang tidak mengulangnya. Maka pendekatan (Weni Hidayati-Humas UIN Sunan Kalijaga).