Melalui SOSPEM UIN Sunan Kalijaga Sosialisasikan Gerakan Anti Korupsi

Yogyakarta-(24-26/8), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selenggarakan Sosialisasi Pembelanjaran (SOSPEM) sekaligus Sosialisasikan Gerakan Anti Korupsi. Pembukaan SOSPEM yang dilaksanakan (24/8) bertempat di Gedung Serbaguna UIN Sunan Kalijaga, juga menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan D.I. Yogyakarta untuk memberikan sosialisasi terkait dengan Gerakan Anti Korupsi. Turut hadir sebagai narasumber, Kepala Perwakilan BPKP DIY yaitu Tutut Ratih Kusumo.

Kegiatan SOSPEM dibuka secara simbolis oleh Wakil Rektor 1, Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag. bertempat di Gedung Serbaguna UIN Suka (24/8) dan diikuti oleh 3.716 mahasiswa baru dan mahasiswa lama yang belum ikut SOSPEM sebelumnya. Sutrisno mengatakan bahwa SOSPEM merupakan kegiatan Wajib yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa baru, karena sertifikat SOSPEM akan digunakan sebagai syarat pengajuan beasiswa dan Munaqosah. Terlebih penting masa peralihan lingkungan pendidikan dari SMA/MAN/sederajat menuju ruang lingkup pendidikan Universitas adalah masa peralihan yang membutuhkan pendampingan khusus. Hal ini dikarenakan pola pembelajaran antara bangku sekolah dengan bangku universitas sangat berbeda. Pada sekolah menengah, siswa biasanya bersifat lebih pasif, sementara guru yang lebih aktif. Siswa lebih banyak berperan sebagai penerima ilmu pengetahuan, sementara guru dianggap sebagai pemberi ilmu pengetahuan. Hal ini sangat berbeda sekali dengan pembelajaran di universitas yang mengedepankan kemandirian bagi mahasiswanya. Mahasiswa dituntut aktif dalam mengembangkan keilmuannya.

“Tantangan mahasiswa baru UIN yaitu untuk mencetak prestasi, ukirlah prestasi sebanyak-banyaknya. Saat ini mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga berjumlah 3. 716, sudah barang tentu selanjutnya harus ada 3. 716 prestasi baru yang dicetak. Jangan bangga mempunyai predikat sebagai mahasiswa jika tidak berprestasi. Berbanggalah ketika anda mencetak prestasi dan mengharumkan nama UIN Sunan Kalijaga dikancah nasional ataupun international”, tutur Sutrisno.

Kepala Perwakilan BPKP DIY, Tutut Ratih Kusumo, menyampaikan bahwa mahasiswa adalah tonggak majunya bangsa ini, mahasiswa sangat berperan dalam upaya pemberantasan Korupsi. Mahasiswa adalah generasi penerus estafet kepemimpinan, sudah barang tentu harus mempunyai pondasi yang kuat untuk melawan tindakan Korupsi, karena mahasiswa kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin di negara Indonesia. Adapun peran mahasiswa dalam pemberantasan korusi yaitu: 1). Melalui kegiatan akademik melakukan kajian untuk memberikan masukan yang kontruktif terhadap kebijakan publik yang dibuat oleh legislatif maupun eksekutif. 2). Ikut mengawasi pengelolaan dana pemerintah yang ada dikampus. 3). Melakukan penelitian ilmiah yang dapat memberikan sumbangan kepada pemerintah dalam menciptakan sistem pengelolaan keuangan negara yang dapat mengurangi resiko korupsi. 4). Berpartisispasi dalam mendorong pemerintah untuk menciptakan pemerintah yang lebih bersih dan bebas KKN. 5). Mempraktekan etika dan moral yang jujur, berani, dan Kritis dalam menyikapi praktek korupsi yang ditemui.

Tutut Ratih Kusumo berharap agar mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga selalu menjunjung teguh kejujuran dan bertanggung jawab. “Biasakan yang benar bukan membenarkan yang biasa”’, pungkas Tutut. (Doni TW-Humas)