Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Selenggarakan Konferensi Internasional “Revisit” Studi Islam

Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan Konferensi Internasional bertajuk “Revisit” Studi Islam. Forum yang berlangsung selama 4 hari (27-30 Oktober 2015). Di Convention Hall kampus UIN Sunan Kalijaga ini, terselenggara atas kerjasama UIN Sunan Kalijaga dengan Georg-August-Universitat Gottingen Jerman.

Menurut Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi, MA., M. Phil., Ph.D., forum ini menjadi ajang diskusi negara-negara seri 6 yang mengangkat tema besar “ Islamic Studies Revisited New Trens in Study and Muslim Societies”(Tren Baru Studi Islam dan Masyarakat Muslim), bermaksud memikirkan kembali bagaimana studi Islam masa kini dan masa mendatang. Dijelaskan, pengembangan studi Islam dari masa lampau sampai konteks kekinian dilatarbelakangi oleh kelahiran Islam di tengah-tengah berkembangnya Kristen di era kuno akhir. Kenyataan itu memacu para pemikir sepanjang zaman untuk mempelajari Islam yang semakin mendalam dalam berbagai motif dan dimensi. Upaya untuk mendalami Islam akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat multi agama dan multi budaya, karena keinginan untuk terus meningkatkan derajad hidup yang semakin baik.

Islam menawarkan nilai-nilai universal, yang telah diimplementasikan oleh Nabi Muhammad SAW sepanjang hidupnya. Sepeninggal nabi, nilai-nilai itu terus datang di berbagai konteks waktu, yang menantang umat Muslim untuk terus melakukan reinterpretasi nilai agar selalu dapat memacahkan segala persoalan manusia dalam segala era dan peradaban. Oleh karena itu, studi Islam akan semakin meluas dari segi subyek, obyek maupun pendekatannya.

Sebagai contoh, tahun 2010, diterbitkan buku oleh Carl W. Ernts dan Ricard C. Martin, tentang Rethingking Studi Islam: dari Orientalisme ke Kosmopolitanisme. Karya ini merupakan editan dari karya Ricard C. Martin tahun 1985 tentang Pendekatan Islam dalam Studi Agama. Pemikiran tersebut tidak hanya menggambarkan pendekatan yang bervariasi dalam studi Islam. Tetapi juga menekankan pentingnya masyarakat Muslim sebagai subyek penelitian. Islam dan masyarakat Muslim ibarat 2 sisi mata uang. Mereka berbeda tetapi tidak terpisahkan.

Dan kini, ketika dunia telah berkembang menjadi global tanpa batas, Islam dan masyarakat Muslim cenderung mengikuti trens. Islam bukan obyek pendekatan simpatik, teologis, dan polemik atau orientalis. Muslim telah menjadi masyarakat dunia global. Tidak ada lagi entitas tunggal Muslim. Masyarakat Muslim di salah satu bagian dari dunia dapat berbagi pengalaman kehidupan keberagamaannya dengan Muslim dari bagian lain.

Demikian juga, Muslim Indonesia dan Jerman, terus melakukan tukar pikiran dan pengalaman kehidupan keberagamaannya. Jerman sendiri bagi sarjana Muslim Indonesia telah menjadi tempat melanjutkan studi Islam sejak abad 19. Sementara, tantangan agama dan pengalaman hubungan ilmu pengetahuan hasil studi lanjut para sarjana Muslim Indonesia ke Jerman telah menjadi bekal sejumlah Institute Agama Islam menuju Universitas Islam, termasuk UIN Sunan Kalijaga.

Oleh karena itu, kata Noorhaidi, seminar intrenasional dan workshop hasil kerjasama dengan Universitas Gottingen Jerman ini bermaksud menginfentarisasi trens pemikiran-pemikiran para akademisi Muslim dalam mempelajari Islam dan masyarakat Muslim di berbagai belahan dunia. Hasil pemikiran-pemikiran mereka akan dirangkum yang akan di kembangkan dalam dialog-dialog studi lanjut Pascasarjana Studi Islam.

Dalam forum ini akan dihadirkan 35 pembicara dari Jerman dan Indonesia. 17 pembicara dalam sesi konferensi dan 18 pembicara dalam sesi workshop. Mereka adalah para sarjana, lulusan studi lanjut dan para mahasiswa yang konsen pada studi keislaman. Sementara topik-topik yang dibahas antara lain : Pendekatan studi Islam dan masyarakat Muslim, Islam dan pluralisme hukum di Indonesia dan negara-negara Muslim, Islam-Muslim dan Kosmopolitanisme, Islam-Muslim dan hubungan lintas budaya dalam waktu kontemporer, Memahami Qur’an dalam kontekstualnya, Melawan otoritas dalam Islam dan masyarakat Muslim di era kontemporer, Studi pada tradisi Nabi dalam mengubah konteks, Pendidikan Islam dalam masyarakat multikultural, Post Islamisme dan demokrasi, demikian jelas Noorhaidi.

Pihaknya berharap, forum ini bisa memberi banyak sumbangsih bagi kemajuan studi Islam di masa-masa yang akan datang. (Weni Hidayati-Humas UIN Sunan Kalijaga).