Launching Pascasarjana dan Tasyakuran Akreditasi “A”, Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Tumpengan

Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil meraih Akreditasi “A” yang ditetapkan oleh BAN-PT. Akreditasi “A” diterima Prodi Perbandingan Madzhab dan Prodi Siyasah (Hukum Tata Negara) melalui penetapan SK. BAN-PT Nomor 1122/SK/BAN-PT/ Akred/F/X/ 2015, tanggal 21 Oktober 2015. Juga Prodi Mu’amalat (Hukum Bisnis Syari’ah) dan Prodi Al – Ahwal Asy- Syakhsiyyah (Hukum Keluarga) melalui penetapan SK. BAN-PT Nomor 1151/SK/BAN-PT/Akred/F/XI/2015, tanggal 14 November 2015.

Mensyukuri perolehan akreditasi ini, civitas akademika Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga melakukan tumpengan dihadiri para Wakil Rektor, para pejabat struktural dan pejabat fungsional di lingkungan UIN Sunan Kalijaga, segenap mahasiswa dan para alumni Fakultas Syari’ah dan Hukum. Tasyakuran ini dilakukan juga dalam rangka launching Pascasarjana, Prodi Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah, Prodi Siyasah, Prodi Mu’amalat dan Prodi Perbandingan Madzhab.

Ditemui di sela-sela acara tumpengan, Wakil Dekan II (bidang Administrasi, Perencanaan dan Keuangan) Fakultas Syari’ah dan Hukum, Dr. Mahrus menyampaikan bahwa perolehan Akreditasi “A” semua Prodi ini sangat membanggakan karena sebelumnya hanya 1 prodi yang saja yang terakreditasi “A” yakni Prodi Keuangan Islam yang kini masuk di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Perjuangan pengisian borang akreditasi untuk meraih Akreditasi “A” ini diperoleh dari tim penjaminan mutu UIN Sunan Kalijaga pada tahun kemarin, saat memperjuangkan akreditasi institusi yang juga berhasil memperoleh Akreditasi “A”. Kebetulan Dr. Mahrus sendiri sudah sangat berpengalaman menjadi tim asesor penilaian akreditasi di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.

Dijelaskan, secara kelembagaan, UIN Sunan Kalijaga sebenarnya memang sudah pantas memperoleh Akreditasi “A”. Tinggal bagaimana memperjuangankan pengisian borang akreditasi yang bagus. Hal ini bisa disiasati dengan beberapa langkah diantaranya : 1. Mempelajari pedoman pengisian borang akreditasi. 2. mempelajari matriks dan penilaian borang akreditasi. 3. Sebelum borang dikirim ke BAN-PT dilakukan score (penilaian) dulu secara internal melalui rusmus-rumus yang ditetapkan oleh BAN-PT, kemudian dianalisa hingga masuk dalam kriteria perolehan Akreditasi “A”. 4. Penyusunan borang akreditasi dengan melibatkan tim ahli penyusunan borang dan dibaca dulu oleh tim asesor internal. 5. Persiapan visitasi yang matang, dengan melakukan simulasi visitasi, membentuk tim ahli dokumen, komitmen pimpinan dari Rektorat hingga Dekanat dan stakehorder untuk mendapingi tim visitasi, menghadirkan mahasiswa, alumni, para dosen semua prodi agar melengkapi presentasi visitasi.

Kalau borang akreditasi Bagus, menurut hitungan rumus-rumus dari BAN-PT sudah masuk dalam penilaian Akreditasi “A” maka sudah pasti bisa dapat Akreditasi “A”, visitasi hanyalah bersifat Re-Cek. Tapi tim visitasi harus juga dipersiapkan dengan matang supaya tidak mengecewakan tim asesor. Ke depan untuk mempertahankan Akreditasi “A” ini tinggal menyusun borang yang bagus, scoring internal yang bagus berdasarkan rumus-rumus standar dari BAN-PT, tidak perlu visitasi lagi, demikian jelas Mahrus. (Weni Hidayati-/foto: Doni TW-Humas UIN Sunan Kalijaga).

Berita Terkait