Pemikiran Agama dan Seni Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Karya Disertasi

Di dunia Islam, seni Islam menganut seni yang terpimpin atau terbimbing. Norma-norma agama dan susila harus dipertimbangkan dalam berseni. Pada saat itu, seni patung tidak berkembang baik. Para seniman berberpedoman pada larangan dalam berseni dalam bidang menggambar.

Berdasarkan larangan tersebut, keterlibatan seni Islam terkesan tertutup dan lambat. Meskipun demikian, seni di dunia Islam telah mengalami kemajuan. Dalam bidang seni arsitektur, teater, seni pertunjukan baik dalam perfilman maupun pertelevisian telah melibatkan unsur keislaman.

Para seniman terlibat dalam perkembangan seni untuk tujuan seni. Seni untuk seni adalah sebuah prinsip estetis yang menyatakan bahwa seni memiliki tujuan pada dirinya senidiri dan bersifat mutlak. Ada kesan bahwa seniman itu memiliki kedudukan yang bebas dari kehidupan masyarakat dan tidak ada hubungannya dengan agama. Seni telah melupakan nilai agama, seni mempunyai nilai seni yang berbeda dengan nilai agama.

Fenomena inilah yang dianggkat Dian Nur Anna sebagai disertasi dengan judul “Hubungan Nilai Agama dan Nilai Seni dalam Kebudayaan Islam Studi atas Pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana” untuk meraih gelar doktor bidang Ilmu Agama Islam Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat(18/3).

Dian menerangkan, sekitar abad ke-13 atau ke-14 M, bangsa Indonesia telah mengenal dengan kebudayaan Arab-Islam. Sutan Takdir Alisjahbana (STA) mengungkapkan bahwa kebudayaan Islam itu pusat kepercayaanya pada tenaga gaib, yang dalam kebudayaan Islam dinamakan Allah. Sementara nilai dari kebudayaan Islam Indonesia itu teridiri dari nilai agama, seni, kuasa, solidaritas, ekonomi dan nilai teori.

Dian menjelaskan, nilai agama dan nilai seni perlu dikaji ulang berdasarkan kepada persoalan yang terjadi di masyarakat. STA senidiri menjabarkan nilai agama adalah nilai kekudusan dan menghubungkan antara manusia dengan kegaiban alam semesta dalam mencari arti hidupnya. Nilai seni adalah nilai ekspresi yang kita alami sebagai keindahan dan menjelma dalam berbagai bentuk seni.

Dari dua nilai tersebut hubungan nilai seni dan agama dalam kebudayaan Islam itu terintegrasi satu dengan yang lain. Seni yang hendak merasakan ekspresi dari keindahan itu ternyata mempunyai nilai religiousitas. “ Nilai seni sepakat dengan nilai agama yang menghubungkan manusia dengan kegaiban alam semesta dalam usaha mencari arti kehidupannya tentang kreatifitas” tutur Dian.

Dalam pendapat yang dikemukakan STA seni menjadi berkualitas itu bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, tetapi karya seni itu bisa dipertanggungjawabkan kepada Allah swt.

Menurut promovendus, implikasi hubungan nilai agama dan seni dalam ranah publik dalam peningkatan kedewasaan. Masyarakat dapat menghargaidan menilai karya seniman itu berkualitas atau tidak dengan pemikiran matang yang dipertanggungjawabkan kepada Allah swt. Dalam pengembangn budaya kerja, manusia dengan kebebasannya dapat bekerja di dunia tanpa batas dengan memanfaatkan kreativitas nilai seni yang religious dan nilai agama untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan gembira.

Dian yang juga Dosen Fakultas Ushuludin berhasil mempresentasikan disertasi dalam ujian terbuka promosi doktornya di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga dan berhasil memperoleh predikat sangat memuaskan serta berhak menyandang gelar Doktor. “ Dian Nur Anna merupakan doktor ke 496 UIN Sunan Kalijaga” ucap promotor Prof. Dr. H. Machasin, M.A.(ch/humas)