Monthly Discussion P2GHA UIN SUKA

Monthly Discussion P2GHA UIN SUKA

21 April 2016

Pada hari Kamis, 21 April 2016 jam 10.00 – 12.00 WIB, bertempat di Ruang Rapat IV Gedung LP2M Lt 2 UIN Sunan Kalijaga, Pusat Pengarusutamaan Gender dan Hak Anak (d/h PSW) UIN Sunan Kalijaga bekerjasama dengan Kalijaga Institute for Justice (KIJ) dan Peneliti Kelompok Kolaboratif Internasional (KNI) menyelenggarakan Monthly Discussion dengan Narasumber Euis Nurlaelawati, M.A, Ph.D. dan Muhrisun Affandi, MSW., Ph.D. Keduanya membahas tema ”Islam, Perempuan dan Anak: Penerapan Prinsip Kepentingan Terbaik Anak di Indonesia dan Maroko”. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang III UIN Sunan Kalijaga, Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, MA., dan moderator diskusi Direktur P2GHA, Dr. Mochamad Sodik, S.Sos, M.Si.

Dalam diskusi yang dihadiri para akademisi dan akrivis perempuan ini, Narasumber memaparkan bahwa Perlindungan hak-hak anak merupakan salah satu isu penting dalam kajian hukum keluarga di dunia Muslim. Perdebatan mengemuka sekitar isu sejauh mana wacana terkait dengan perlindungan hak-hak anak sejalan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam, terutama di Negara-negara Muslim yang salah satu rujukan hukum keluarganya adalah hukum Islam. Indonesia dan Maroko merupakan dua Negara Muslim yang sejauh ini telah berupaya mengawinkan hukum Islam dan wacana modern perlindungan hak-hak anak. Dua Negara Muslim ini nyatanya telah meratifikasi Konvensi Hak Anak dan telah mengikatkan diri mereka pada prinsip-prinsip perlindungan hak-hak anak yang ditawarkan Konvensi tersebut termasuk prinsip kepentingan terbaik bagi anak.

Kajian ini menekankan pada kajian dengan pendekatan sosiologi hukum dan tetapi pada saat yang sama merupakan kajian yang interdisipliner. Kajian ini memokuskan pada tiga isu perlindungan hak anak, yaitu status hukum anak yang lahir di luar pernikahan, pengasuhan anak, dan usia minimum pernikahan, dengan tujuan untuk menelisik secara mendalam bagaimana isu-isu yang sangat terkait dengan kajian tentang kesesuaian hukum Islam dan wacana perlindungan anak dalam perspektif hukum modern diatur di Indonesia dan Maroko. Kajian ini juga menelaah praktek-praktek peradilan terkait isu-isu perlindunagan hak anak tersebut dan pandangan serta diskresi hukum hakim di kedua Negara Muslim tersebut terkait utamanya dengan penerapan prinsip kepentingan terbaik bagi anak dalam praktek hukum mereka. Dengan melakukan cara perbandingan, kajian ini lebih jauh mencoba menemukan metode-metode pengaturan dan pembaharuan hukum yang diperkenalkan dalam upaya mengharmoniskan wacana kontemporer perlindungan hak anak dan provisi-provisi disertai doktrin hukum Islam ke dalam sistem hukum nasional di kedua Negara tersebut. Dengan pendekatan sosiologi hukum, kajian ini mengungkap bahwa meskipun kedua Negara sama-sama memperkenalkan pembaharuan hukum terkait dengan perlindungan hak anak, mereka menggunakan pendekatan hukum yang berbeda dimana Maroko lebih terlihat progresif dan akomodatif terhadap prinsip-prinsip perlindungan hak anak termasuk prinsip kepentingan terbaik anak, berkat upaya serius dari pihak penggiat perlindungan hak asasi manusia secara umum. Namun demikian, kajian ini menegaskan bahwa dalam praktek kedua Negara belum mampu menerapkan hukum-hukum yang diperbaharui dan prinsip-prinsip dimaksud dengan baik.