Teater ESKA Lauching Album Pugas Abangga

Seni musik kampus merupakan kegiatan dalam mengembangkan kreatifitas mahasiswa bidang seni suara. Kemampuan mahasiswa di asah untuk menentukan komposisi melodi dan nada yang sesuai sehingga menghasilkan sebuah lagu.

Dalam rangka meningkatkan kreatifitas mahasiswa, UKM Teater ESKA mengadakan pentas produksi musik dengan tema “ Pugas Abangga”. Lagu yang dibawakan merupakan gubahan enam puisi dari empat penyair Teater ESKA berbeda yang dipentaskan di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga, Minggu (29/5).

Keenam karya sastra yang dipentaskan berjudul Hawa karya Abidah El Khalieqy, Sayap Tergerai dan Sebab Hujan karya Ulfatin Ch, Ia Tuhan dan Tidak Ada karya Otto Sukatno CR, Song For Enesa karya Aly D . Musyrifa dan Sarmabe karya Shohifur Ridho Ilahi. Puisi tersebut digubah dalam lagu lintas genre, mulai yang beraroma blues, rock, folk, gospel yang kemudian dirangkum dalam genre eksperimental progresif.

Pembina Teater ESKA Dra. Labibah Zain, M. Liz mengatakan produksi musik ini sebagai hasil kreatifitas mahasiswa. Kegiatan ini diselenggrarakan agar potensi di bidang musik terasah kian tajam. “ Diharapkan divisi musik tidak berhenti setelah karya ini, nantinya bisa lebih meningkat prestasinya” tutur Labibah dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam.

Selain itu, lagu yang dipentaskan di rilis dalam satu album berjudul Pugas Abangga. Album ini memiliki arti sangat penting di tengah-tengah usaha meneguhkan kembali musik kreatif Teater ESKA.” Disamping nanti nonton konser musik puisi, penonton juga bisa mendapatkan albumnya,” kata Kurniawan pimpinan produksi event ini.

Sesuai maknanya Pugas Abangga berarti “ Menyempurnakan posisi berdiri arca”. Dua kata Pugas dan Abangga diambil maknanya secara harfiah, kemudian disandingkan lantaran mewakili keinginan kami, divisi musik Teater ESKA yakni ikhtiar untuk meneguhkan kembali napak tilas musik Teater ESKA yang dirintis sejak generasi awal 1980-an.(ch/Humas UIN Suka)