OPAK UIN Suka, Hadirkan Sosok Kholifah Fill Ardhi

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berpidato di depan mahasiswa baru UIN Suka T.A 2016/2017

Masa orientasi mahasiswa, merupakan kegiatan mahasiswa-mahasiswi baru sebagai sebuah gerbang awal untuk mengenal dunia kampus. Agenda rutin setiap tahun kampus UIN Sunan Kalijaga dalam menyambut generasi baru bangsa dalam menyiapkan mental dan daya kritis menghadapi perkuliahan. Sehingga mahasiswa bisa berprestasi kampus dan menjadi lulusan terbaik.

Orientasi Pengenalan Akademik dan Kampus (OPAK) UIN Sunan Kalijaga diikuti 3.794 mahasiswa. Selama 3 hari (18-20 Agustus 2016) mahasiswa-mahasiswi baru akan mengikuti rangkaian kegiatan untuk belajar dan berproses berfikir ilmiah di kampus. Agenda rutin ini di buka oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof.Drs.KH.Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. di Multipurpose, Kamis (18/7).

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof.Drs.KH.Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. mengatakan, sekarang ini anda memasuki dunia akademik dan perkampusan. Ada transkip nilai, daftar hadir dan ijazah. Seorang mahasiswa harus bisa membagi waktu kuliah dan aktivatas. "IPK diusahakan jangan kurang dari 3,50, jangan sampai jadi mahasiswa abadi, akan sangat merugikan bagi mahasiswa" kata Yudian.

Selama perkuliahan 2-4 semester transkip nilai mahasiswa baru akan dipantau. Jika awal masuk ikut aktivitas, mestinya perkuliahan juga dilakukan secara seimbang. Jangan sampai bolos kuliah dengan kegiatan yang sia-sia. Hal itu akan membuat susah orang tua, merepotkan dosen dan merugikan bangsa. "Jika prestasi akademik mahasiswa baru jeblog maka akan di DO" tegas Yudian.

Yudian menambahkan perlu doa setelah usaha. Dengan rutinkan sholat hajat. Keinginan anda akan berhasil lulus meraih IPK cumloude, fasih bahasa inggris, dan bahasa arab agar menjadi bekal melanjutkan program magister di luar negeri. " Banyak beasiswa luar negeri yang belum dimanfaatkan oleh kita, padahal satu mahasiswa anggarannya cukup besar" tutur Yudian.

Wakil Rektor Bidang III Dr. Waryono, M.Ag. menyambut gembira atas kedatangan mahasiswa baru. Mahasiswa baru sebagai duta masyarakat dan warganya yang datang ke UIN untuk belajar berproses menjadi manusia yang bermartabat dan mulia.

" Maba bukan sekadar hadir jadi warga uin dan warga jogja, lebih dari itu bagaimana sebagai manusia pilihan dari sekian calon mahasiswa, untuk bisa berproses dan cari pengalaman serta balajar. Karena uin dan jogja sangat lekat akan identisat/predikat kota pelajar. Kesempatan ini haru diambil maba dan mahasiswa lama dengan memanfaatkan waktu agar menjadi manusia unggul." kata Waryono ketika menyampaikan khutbah Jumat di masjid UIN Suka.

Waryono menambahkan manusia unggul itu syaratnya mentradisikan perintah Allah yaitu menjadi masyarakat/manusia yang terus belajar. bukan hanya baca teks tapi membaca realitas. Menyaring memfilter, sharing dan memperkaya pikiran dan hati sehingga jadi kholifah fill ardhi.

Harapannya mahasiswa baru ini mempunyai mimpi setelah sarjana bisa memilih kuliah di luar negeri dan dari aktivitas itu bisa jadi public figur, misal bupati, menteri bahkan presiden. (ch/humas)