Laboratorium Agama UIN Sunan Kalijaga adakan Pameran Kaligrafi Nasional “Istiqlal”

Tema istiqlal dipilih menjadi tema kerangka pameran ini dengan maksud untuk mengapresiasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71. Banyak hal menarik dalam proses memperjuangkan kata-kata merdeka. Diantara yang tidak bisa dipungkiri adalah perjuangan dan pengorbaan yang luar biasa dari para pahlawan. Mereka dengan gigih dan semangat patriotisme berperang melawan penjajah tanpa takut sedikitpun. Kalau dilihat dari segi peralatan perang para pahlawan kita hanya bersenjatakan bambu runcing, pedang, dan senjata rakitan, kalah jauh dibanding dengan senjata-senjata canggih yang dimiliki oleh penjajah. Semangat membara dan cinta tanah air yang mendarah daging menjadi api yang memompa darah juang para pendahulu kita.

Pameran ini diikuti oleh para kaligrafer ternama diantaranya Isep Misbah, Huda Kurnawadi, Syaiful Adnan, Robert Nasrullah, Assyiri, Didin Sirojudin, Abdul Aziz, Irfan, Athoillah, Nurul Huda, dan lain-lain. Menampilkan karya kaligrafi tulis, lukis, dan cetak print. Sekitar 25 karya dihadirkan di runag pameran.

Pameran dibuka oleh Wakil Rektor 3 dan didampingi Direktur Laboratorium Agama Masjid Sunan Kalijaga yaitu Dr. Nurul Hak, M.Hum pada hari selasa tanggal 30 Agustus 2016 pukul 13.00 Wib. Pameran ini dilaksanakan pada tanggal 30 agustus - 5 september 2016 bertempat di gedung CSC lantai 3 Galeri Suka PSPK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam rangkaian pameran dilaksanakan kegiatan sarasehan kaligrafi, bedah buku, dan workshop terbuka untuk umum. Nilai-nilai kaligrafi yang digoreskan melewati beberapa media adalah sebuah kreasi untuk menandai sekaligus memberi nilai terhadap kehidupan berbangsa yang selama ini mendapat tantangan yang berat dari gempuran-gempuran budaya dan teknologi digital yang mempengaruhi karakter masyarakat Indonesia.

Sedangkan pada dunia akademik kaligrafi mampu dikembangkan sebagai karya tulis yang mampu menguraikan sejarah, pendidikan, sekaligus peradaban islam. Kehadiran kaligrafi di Indonesia ikut memainkan peranannya dalam wacana perkembangan seni rupa klasik dan kontemporer di negeri ini, dari pengamatan dan penelitian terhadap kaligrafi bisa membangun sebuah nilai yang berafiliasi kepada pendalaman spiritual yang kemudian diekspresikan dalam bentuk kesalehan sosial. Dalam kehidupan masyarakat tulisan-tulisan yang indah dan memiliki nilai pendidikan sering kali menjadi norma yang bisa mengarahkan sikap dan perilaku masyarakatnya ungkap Direktur Lab Agama.

Dalam sambutannya WR 3 menyampiakan hendaknya kegiatan pameran kaligrafi ini di buat secara rutin baik tahuan atau per semeter. Dan soal tempat ruangan CSC lantai 3 dapat digunakan, Kedepannya kampus UIN Sunan Kalijaga dibuat untuk wisata religi. Karena sudah banyak faktor yang mendukung salah satunya kaligrafi. Tutupnya. (humas)