Islamic and Asian Studies Today: Decolonising Our Epistemologies and Vocabularies

Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga mengadakan studium generale yang mengusung tema “Islamic and Asian Studies Today: Decolonising Our Epistemologies and Vocabularies” pada Kamis, 22 September 2016. Narasumber yang dihadirkan adalah Prof. Dr. Farish A. Noor dari Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University.

Acara tersebut dibuka oleh Direktur Pascasarjana Prof. Noorhaidi, S.Ag., MA., M.Phil., Ph.D dan dihadiri oleh dosen dan mahasiswa pascasarjana bertempat di Convention Hall lantai 2 UIN Sunan Kalijaga.

Dalam acara ini Prof. Dr. Farish A. Noor dalam pidatonya menuturkan “Image muslim saat ini direkayasa oleh media.” Dalam thesis yang saya baca, menurut saya disiplin ilmu yang digunakan sosiologi, antropologi tidaklah berubah. Meskipun kita hidup di abad 21 akan tetapi kita tidak akan bisa terlepas dari hegemoni, ide, dan epistemologi dari abad 19, tuturnya.

Kemudian disiplin ilmu yang kita gunakan mempunyai sejarahnya sendiri, disiplin perkembangan tidak dapat dipisahkan dari politik histori kolonial, dan kita masih terperangkap bagaimana sebagai ilmuwan (research) dari Asia mempunyai perspektif yang original, baru, dan otentik tentang Asia.

Selain itu Farish juga menambahkan “Dalam mengembangkan Islamic studies dan Asian studies, teks merupakan instrumen yang paling penting. Tulisan-tulisan pada abad ke 19 memberikan suatu gambaran yang rasional, scientific, dan instrumental menggambarkan Asia dan masyarakat Asia adalah suatu obyek yang dapat diklasifikasikan atau dapat distudi.”

“Kita harus menemukan cara bagaimana dapat melahirkan satu kepahaman tentang Asia yang tidak membekukan Asia, dengan cara menghidupkan dinamika yang plural”, tegasnya.(Am,Lia-ch/humas)