Peran UIN Jogja Dalam Kerjasama Indonesia - Azarbaijan

Dalam rangka mengenalkan dan mengembangkan masyarakat multikultur di Indonesia dan Azarbaijan, maka dijalinlah letter of intens (nota komitmen) diantara kedua belah pihak. Kesepakatan ini di wakili oleh Duta Besar LBBP RI Baku, DR. Husnan Bey Fananie dan Rektor The Qafqaz Universitas Prof.Azzad mamadov di kantor Departemen Multikulturalisme, Baku, Azarbaijan, Senin (26/12) kemarin.

Duta Besar Indonesia Husnan Bey Fananie mengatakan kesepakatan ini akan menjalin kerja sama konkret antara kedua negara di bidang masyarakat multikultural. Kedua belah pihak juga akan bertukar pengalaman terkait penerapan multikulturalisme di kedua negara. Selain itu, perjanjian tersebut berkomitmen untuk mempersiapkan program studi, studi banding dan pelatihan tentang masalah multikulturalisme.

Kondisi inilah yang mendorong Departemen Multikulturalisme di Azarbaijan mengundang 4 akademisi Indonesia untuk berbagi pengalaman tentang multikultural dengan tema Indonesia-Azarbaijan Multicultural Society Sharing Experience. Mereka adalah Dr. Munawar Ahmad (UIN Sunan Kalijaga), Dr.Chaider SB (UIN Syarif Hidayatullah), Prof.Usman dan Sofwan,MA.

Sebelumnya selama di Azarbaijan para akademisi Indonesia memberi materi seminar di The Qafqaz Universiteti. Pada kesemapatan tersebut Dr. Munawar menyampaikan makalahnya berjudul "Candy's Bowl: To Seek Political Diversity In Multicultural Society Learn From Indonesia Experience". Ia menjelaskan banyak ragam politik kebhinekaan di dunia ini. Namun pada dasarnya terdiri dari tiga kekuatan, yakni nilai, struktur kuasa dan modal sosial.

Munawar menambahkan, melalui pengalaman Indonesia yang jatuh bangun mengelola kebhinekaan sejak 1945, perlu dengan cerdas merekonstruksi terus model-model politik kebhinekaan. Hal tersebut sangat diperlukan bagi Azarbayjan .Azarbaijan salah satu negara di tepi danau Kaspia yang merupakan sebuah negara lepasan Soviet pada 1 Desember 1991. Di sana merasakan betapa pentingnya pengelolaan multikultural, sehingga secara resmi dibentuk lembaga di bawah presiden Ilham Aliyev, setingkat menteri, yaitu Departement Multikultural. Lembaga ini bertanggungjawab mengelola kemasyarakatan, pengembangan dan mengontrol hubungan multikultural dan pluralisme di Azarbaijan (ch/humas).