Seminar Prolanis “Mencegah Komplikasi Gagal Ginjal pada Penderita Diabetes Melitus dan Hipertensi”.

Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali mengadakan seminar prolanis yang selalu menjadi kegiatan setiap tahunnya. Kegiatan seminar ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 11 Maret 2017 di Gedung PAU Uin Sunan Kalijaga lantai 1 dengan peserta prolanis sekitar 50 orang. Mengingat banyaknya penderita diabetes mellitus dan hipertensi pada pasien prolanis di Klinik Pratama UIN, maka tahun ini Klinik Pratama UIN mengadakan seminar dengan judul “Mencegah Komplikasi Gagal Ginjal pada Penderita Diabetes Melitus dan Hipertensi”. Seminar ini diadakan dengan tujuan memberikan edukasi kepada para peserta prolanis agar dapat meningkatkan pemahamannya mengenai penyakit gagal ginjal dan cara mencegah komplikasi gagal ginjal pada penderita diabetes mellitus dan hipertensi, hal tersebut disampaikan langsung dalam sambutannya oleh Ibu Fitri Nurtaati, S.Farm,Apt., selaku Kepala Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga.

Seminar ini menghadirkan narasumber yang sudah ahli di bidangnya yaitu dr. Fredie Irijanto, Sp.PD-KGH, beliau adalah dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan ginjal hipertensi FK UGM, selain itu beliau bekerja di RS Hardjolukito Poli Ginjal serta di RS UGM Divisi Renal dan Dialisis. Beliau mengatakan bahwa banyak masyarakat yang masih awam dengan penyakit gagal ginjal.

Penyakit gagal ginjal adalah suatu kondisi dimana fungsi ginjal mulai menurun atau tidak berfungsi sehingga tidak mampu lagi dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit serta menghasilkan hormon. Beberapa kondisi seperti diabetes dan tekanan darah tinggi (hipertensi) menjadi penyebab terjadinya gagal ginjal. Faktor utama yang disebabkan oleh diabetes sebesar 50% dan hipertensi sebesar 27%.

Beliau menambahkan bahwa pemeriksaan laboratorium rutin seperti urin lengkap dan kreatinin perlu dilakukan setiap 3 bulan sekali untuk mencegah terjadinya penyakit gagal ginjal. Bahkan ada beberapa pasien yang masih takut untuk berobat dan memeriksakan kondisi tubuhnya, sehingga banyak yang tidak tahu dan sudah terlanjur terkena penyakit gagal ginjal. Beliau juga membantah rumor yang beredar di masyarakat bahwa terlalu sering minum obat dapat menyebabkan gagal ginjal. Di akhir materi, beliau mengingatkan kembali bahwa pemeriksaan rutin dan tes laboratorium sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi gagal ginjal. Acara seminar prolanis ini ditutup dengan pemberian plakat atau sertifikat kepada dr. Fredie Irijanto, Sp.PD-KGH dan pembagian doorprize. (asti-ch/humas)