Seminar Nasional Anti Korupsi “Membangun Generasi Baru yang Berintegritas dan Anti Korupsi”

Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (DEMA FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Seminar Nasional Anti Korupsi, Selasa (11/04) Bertempat di Convention Hall kampus setempat. Mengundang Irjen. Pol. (Purn) Basaria Panjaian, S.H., M.H selaku pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) dan Dr. Abdur Rozaki, S.Ag.,M.Si selaku Sekjen IKA SUKA sekaligus Dosen UIN Sunan Kalijaga selaku pemicara.

Turut hadir dalam acara kali ini Wakil Rektor III Dr. H. Waryono, M.Ag., Dekan FISHUM Dr. Mochamad Sodik S.Sos., M.Si,. Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Dr. Sulistyaningsih serta DEMA maupun SEMA Universitas dan Fakultas.

Dalam sambutannya, Dekan FISHUM Dr. Mochamad Sodik menjelaskan bahwa tindakan korupsi merupakan salah satu tindakan yang berbahaya. Maka beliau mengharapkan nantinya UIN khususnya FISHUM bisa menjadi model terdepan dalam menyuarakan Semangat Anti Korupsi. “Persoalan korupsi ialah persoalan yang luar biasa. Insyaallah UIN, khususnya FISHUM siap menjadi model lembaga yang Anti Korupsi,” Jelasnya.

Senada dengan Dekan FISHUM, Dr. H. Waryono, juga ikut mengapresiasi acara ini. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui bahwa korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa. "Mudah-mudahan UIN bebas dari korupsi. Walaa Taqrabu korupsi. Dalam Kitab Al-Khabail, korupsi adalah salah satu dosa besar," Ujarnya.

Hal ini disambut baik oleh Hendris (ketua DEMA FISHUM), bahwa menurutnya memang acara ini mengingkan adanya jiwa yang berintegritas dan Anti Korupsi dari kalangan mahasiswa. “Mahasiswa merupakan pemuda penerus bangsa. Sebagai calon pemimpin, penting bagi mahasiswa untuk memiliki integritas. Karena salah satu kegagalan pemimpin ialah ketika ia tidak memiliki integritas. Pemimpin harus amanah, harus memiliki jiwa yang berintegritas,” Jelasnya saat ditemui usai acara.

Selain itu, Basaria selaku pimpinan KPK menjelaskan bahwa bahasiswa memang harus memiliki jiwa yang berintegritas dan semangat melawan korupsi. "Generasi baru harus mempersiapkan diri untuk meneruskan kedudukan. Salah satu nilai Anti Korupsi yaitu: Jujur. Jujur dalam berkata, berfikir dan bertindak. Selain itu, perlu memiliki kedisiplinan, peduli, bersikap adil, sabar derta sederhana dalam kehidupan,” Kata Basira kepada peserta seminar.

Sedangkan Abdur Rozaki menjelaskan bahwa, peran KPK sebagai lembaga Anti Korupsi memang sangat penting. Namun memang ada resiko yang harus ditanggung oleh aktivis Anti Korupsi. Namun walau begitu, semangat melawan Korupsi harus tetap menyala.

“Ada resiko-resiko yang ditanggung oleh aktivis Anti Korupsi. Apa yang kita inginkan ialah generasi baru yang semangatnya harus menyala,” Jelasnya.

Selain bekerja sama dengan KPK, seminar Nasional kali ini juga bekerja sama dengan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) dan Gerakan Pemuda Melawan Korupsi (GPMK). (Doni TW/tri-humas)