Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Adakan ADuin Fest 2017

Mahasiswa Imu Komunikasi Fakultas Imu Sosial dan Humaniora (Fishum) mengadakan kompetisi periklanan melalui Aduin Fest 2017 bertempat di Conventional Hall UIN Sunan Kalijaga, Rabu (17/5) hingga Kamis (18/5).

Menurut Ketua Aduin Fest 2017, Angga Saputra, kegiatan ini merupakan ajang tahunan unjuk kebolehan dan kompetisi mahasiswa advertising di UIN Sunan Kalijaga. “Tahun ini merupakan tahun ke-5 setelah digelar selama empat tahun berturut-turut,”tutur Angga.

Lebih lanjut Angga Saputra berharap dengan adanya acara ini bisa menjadikan motivasi bagi stiap orang untuk mengajak berbicara secara baik, khususnya ketika menggunakan media.

Perlu diketahui bahwa kegiatan Aduin fest tahun ini diikuti sebanyak 133 peserta yang terdiri dari 106 karya Print Ad, 18 Karya Digital Activation dan sembilan karya TVC. Aduin mempunyai serangkaian acara menarik seperti kompetisi iklan, pameran karya, creative seminar dengan mengadirkan Handoko Hendroyono (content creator, producer, creative storyteller) dan Budiman Hakim (Copywriter, creative advisor dari MACS 909), Sharing Session, dan Awarding Night yang dimeriahkan oleh Kopi Loewak, Korekayu dan Kayu Manis.

Acara ADuin diawali dengan kompetisi kreatif yang sudah dibuka sejak 23 Maret-25 April lalu. Dalam kompetisi kreatif tersebut telah terkumpul berbagai macam karya yang berbentuk Prind Ad, TVC, dan Digital Activation yang berasal dari partisipasi ratusan mahasiswa dari berbagai Universitas di Indonesia. Selanjutnya karya-karya ini dinilai oleh dewan juri dan di pamerkan dalam acara pameran karya pada tanggal 3-5 Mei lalu.

Rama Kertamukti, M.Sn. selaku Dosen Prodi Ilmukomunikasi sekaligus selaku pembina Aduin Fest mengatakan kompetisi advertising mahasiswa UIN Sunan Kalijaga merupakan tempat berkompetisi dan menciptakan ide-ide kreatif secara menyenangkan dan mencerahkan.

Adapun tema yang diambil dalam Aduin Fest 2017 ini yaitu Cyberbullying dan Hate Speech. Tema ini diambil guna menyikapi fenomena di indonesia dimana banyak orang sudah tercatat menjadi korban dari cyberbullying maupun hate speech. “Cyberbullying maupun hate speech bisa menimpa siapa saja di manapun kita berada, sudah banyak korban dalam hal ini, longgarnya aturan berinteraksi dalam dunia cyber dan kurangnya edukasi menjadikan kasus seperti ini banyak terjadi”, pungkas Rama. (Doni TW-Humas UIN Suka)