Masjid UIN Sunan Kalijaga Gelar Haflah Tilawatil Quran

Dr.Mukowim memberikan materi di depan jamaah masjid UIN Sunan Kalijaga

Bulan Ramadhan menjadi waktu primadona untuk meningkatkan ibadah setiap muslim muslim. Tidak hanya hadir dengan semua kemuliaannya, di dalamnya juga terdapat peristiwa sejarah yang melekat menjadi budaya kaum muslim. Di antaranya adalah turunnya malaikat Jibril, membawa wahyu pertama untuk disampaikan kepada Rasulullah di gua Hira’ pada malam 17 Ramadhan dan peristiwa ini sering kita kenal Nuzulul Quran.

Oleh karena itu, Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Haflah Tilawatil Quran dengan menghadirkan qori/qoriah tingkat nasional yakni Ust. Tantan Qital Barozi, Ustadzah Firdaus, S.Pd.I dan Ustadzah Siti Nurul Zakiyah. Kemudian sebagai penceramah Dr. Muqowim, M.Ag. Acara ini dilaksanakan di ruang utama masjid yang dihadiri oleh sivittas akademik dan masyarakat sekitar kampus, Minggu(11/6) kemarin.

Imam Masjid UIN Sunan Kalijaga KH. Robert Nasrullah dalam sambutannya kegiatan ini untuk menghayati pesan dan nilai peristiwa Nuzulul Quran dalam menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan. Kita juga patut bersyukur karena kitab suci ini masih diterapkan umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan perintah cinta damai.”Karena sekarang ini, masih ada sahabat kita di Timur Tengah jiwanya merasa terancam kalau ada serangan militer” kata Robert Nasrullah.

Sementara itu, Dr. Muqowim, M.Ag. menjelaskan maksud diturunkannya alquran yakni sebagai kitab untuk mengubah peradaban dengan literasi atau melek huruf. Menurut penelitian UNESCO tahun 2016 dari 61 negara termasuk Indonesia. Hasil survei bangsa ini masuk peringkat 2 dari bawah. Data penelitian menunjukkan rata-rata 1 tahun yang membaca hanya 0,001%.” Jadi kalau rakyat Indonesia 250 juta jiwa, yang melek huruf ada 250 ribu” kata Muqowim.

Muqowim menambahkan turunnya Al-Qur'an menumbuhkan budaya membaca. Membaca secara luas baik tekstual dan kontekstual atau kauniyah dan kauliyyah. Dalam surat Al-Ghosyiah kita tidak hanya membaca secara tekstual ayatnya, tetapi secara kontekstual bisa melihat fenomena alam yang terjadi pada gunung, langit dan isi bumi ini. “Pentingnya mempelajari ilmu eksperimental saintis bagi umat muslim, untuk membaca ayat kauniyah dan kauliyyah” ucap dosen fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Setelah ceramah selesai, dilanjutkan pembacaan tilawatil quran oleh qori tingkat nasional yakni Ust. Tantan Qital Barozi membacakan surat Al-Isra ayat 9-14 dan At-Taubah ayat 18, Ustadzah Firdaus, S.Pd.I surat Al-Hasyr ayat 21-24 dan dilanjutkan Al-Ahzab ayat 41 dan Ustadzah Siti Nurul Zakiyah membacakan surat Al-Insan ayat 23-31.(habib/humas UIN Suka)