Sosialisasi Internet Banking Dan Pemusnahan Arsip Keuangan

Adrian Kurnia Bagian Pemasaran Bank BNI cabang UGM menjelaskan salah satu aplikasi internet banking

Dalam meningkatkan manajemen keuangan di perguruan tinggi negeri, Bagian Keuangan dan Akuntansi Biro Administrasi Umum dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga mengadakan Sosialisasi Internet Banking Dan Pemusnahan Arsip Keuangan. Kegiatan digelar dengan menghadirkan pembicara Adrian Kurnia (Bagian Pemasaran cabang UGM) dan Rusidi (Arsiparis Madya BPAD DIY) di gedung PAU UIN Sunan Kalijaga, Kamis (6/7).
UIN Sunan Kalijaga yang sudah menjalin kerjasama dengan BNI dalam hal cash management menggunakan sistem BNI Direct pada tahun ini mencoba mengembangkan pada unit keuangan Pusat Administrasi Umum dan seluruh satuan kerja (Satker) kampus. Pada kesempatan tersebut hadir Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D dan diikuti pimpinan satker kampus.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D menuturkan umat Islam sekarang ini teologinya masih pra industri. Umat Islam masih sulit merubah tradisi psikologi spiritual dari zaman pra industri ke revolusi industri. Sekarang masanya transaksi non tunai. Semua pembayaran tidak harus tunai, kalau tidak dipersiapkan akan tertinggal dalam hal internet banking.
“Kita harus beralih ke sana, dan menyerahkan kepada ahlinya. Kemudian harus hati-hati pada dokumen, karena hal itu sangat jelas dan merupakan bukti resmi transaksi. Semua kita lakukan sebagai bentuk keimanan dan keislaman dalam beradministrasi” tutur Yudian saat memberi sambutan.
Adrian Kurnia menjelaskan BNI Transfer Management sebuah solusi layanan pembayaran perbankan BNI yang memungkinkan kampus melakukan transaksi pengiriman uang melalui electronic channel BNIDirect secara real time, mudah dan aman kepada mitra-mitra nya baik ke rekening yang ada di BNI (Inhouse transfer) maupun ke rekening yang ada di bank lain.
Kurnia menambahkan tujuannya untuk memberikan kenyamanan dan fleksibilitas kepada kampus dalam melakukan transaksi perbankan dengan tetap menjaga dan memperhatikan aspek keamanan dalam melakukan transaksi.”Disini kita juga bisa lebih efisien dan transparan dalam mengelola dana universitas” ucap Kurnia.
Sementara Rusidi menjelaskan pentingnya pengelolaan arsip keuangan berdasarkan jenis kegunaannya, yakni arsip aktif dan inaktif. Karena sifat arsip yang jumlahnya semakin bertambah dan sifat kegunaannya semakin menurun, hal ini yang menyebabkan adanya proses penyusutan atau pemusnahan.
Rusidi menuturkan beberapa instrumen untuk melakukan penyusutan yakni adanya payung hukum, panitia penilai arsip, mengacu pada pedoman retensi arsip. Sementara itu, syarat arsip boleh dimusnahkan berdasarkan PP 28/2012, psl 65 antara lain tidak memiliki nilai kegunaan, telah habis retensinya, tidak berkaitan dengan penyelesaian proses suatu perkara atau hukum.(Habib/humas)