Prof. K.H. Yudian Wahyudi Akan Dirikan Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara

Prof. Dr. K.H. Yudian Wahyudi melantik lima orang pejabat di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. K.H. Yudian Wahyudi mengatakan, pihaknya akan segera mendirikan Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara. Hal ini adalah upaya nyata untuk meneruskan perjuangan Sunan Kalijaga dalam mengimplementasikan Islam yang Rahmatan Lil Alamin di Negeri tercinta Indonesia yang pluralistik ini, dan untuk menghapuskan stigma bahwa Islam itu pemberontak/radikal. Untuk mengimplementasikan Islam yang Rahmatan Lil Alamin, pihaknya juga bertekat untuk konsisten mengembangkan budaya Iqro’ (membaca) di kampus ini. Karena menurut Prof. Yudian, Iqro’ (Perintah Allah SWT “Bacalah Atas Nama Tuhanmu yang Menciptakanmu”) merupakan mukjijat terbesar dalam Al Qur’an.

Hal tersebut disampaikan Rektor UIN Sunan Kalijaga ini selesai melantik lima orang pejabat di lingkungan UIN Sunan Kalijaga. Ke lima orang pejabat yang dilantik itu adalah; Dr. Inayah Rahmaniyah, S. Ag., M.Hum., sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama pada Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Drs. Kenya Budiani, M. Si., sebagai Kepala Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum Biro Administrasi Umum dan Keuangan, Drs. Didik Junaidi, M.M., sebagai Kepala Bagian Perencanaan Biro Administrasi Akademik, kemahasiswaan dan Kerjasama, Ratna Eryani, S. Ag., sebagai Kepala Bagian tata Usaha Fakultas Syari’ah dan Hukum, Endah Susilandari, S.H., M.Si. sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Kelimanya dilantik berdasarkan SK. Menteri Agama RI Nomor 120 Tahun 2017.

Dalam sambutannya lebih jauh Guru Besar Lulusan Harvard University ini menyampaikan, melalui Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara, UIN Sunan Kalijaga akan dengan mudah meneruskan perjuangan Sunan Kalijaga dalam membumikan Islam yang Rahmatan Lil Alamin dan membudayakan mukjijat terbesar Al Qur’an (Iqro’-). Dengan Iqro’ akan membuka lebar-lebar wawasan pemikiran umat muslim, sehingga tidak terjebak pada pemikiran-pemikiran sempit, seperti gerakan Islam radikal atau mengkafirkan yang berbeda. Dengan budaya Iqro’ juga akan membiasakan umat Muslim berpandangan “pesan apa yang disampaikan”, bukan “siapa yang menyampaikan”. Pandangan seperti ini akan menghapuskan herarki atau perbedaan status, sehingga semua umat akan merasakan mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk melahirkan ilmu/teknologi yang bermanfaat, berbuat kebaikan dan apa saja yang bisa mendatangkan pahala sebagai ladang amal jariah.

Semakin banyak amal seseorang, maka ia akan semakin ikhlas menghadapi kematian untuk menghadap Sang Khaliq. Orang yang selalu berbuat kebaikan dan memiliki banyak simpanan amal jariah, maka ia tidak pernah merasa takut menghadapi malaikat maut. Dan itulah sesungguhnya penjabaran Islam yang Rahmat di bumi pertiwi ini. Islam adalah proses untuk mengoptimalkan sisi positif manusia sampai pada titik dimana sisi negatif manusia hampir hilang, demikian kata Prof. Yudian.

Dijelaskan, melalui budaya Iqro’ juga mengajarkan umat Muslim akan makna spiritualitas, yang membentuk kesadaran penuh bahwa Allah SWT adalah satu-satunya tempat bergantung. Hal ini akan membebaskan kita dari perasaan kebencian, iri hati, cemburu, marah dan sebagainya, serta membentuk karakter diri yang sabar dan istiqomah.

Menurut Prof. Yudian Wahyudi, masih banyak umat Muslim yang kurang mengamalkan Iqro’. Contohnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sibuk memburu jabatan, praktik-prektik pembelian suara dalam pemilu, jadi pejabat diganti marah, menyalahgunakan jabatan dan sebagainya. Oleh karena itu, pihaknya mengajak, semua pegawai dan dosen yang ada di UIN Sunan Kalijaga ini, baik pejabat maupun staf untuk sama sama merasa sebagai bagian yang teramat kecil agar bisa mengabdi dengan sebaik-baiknya sebagai salah satu pengejawantahan pengamalan Iqro’. Pihaknya juga mengajak untuk selalu berbuat adil, karena keadilan adalah paling dekat dengan ketaqwaan, dan membuat kelompok-kelompok tarekat, karena do’a-do’a dan kebaikan-kebaikan yang dilakukan kelompok-kelompok tarekat ini pahalanya akan terus mengalir sebagai amal jariah meskipun yang membuatnya sudah mati.

Terkait Pengembangan UIN Sunan Kalijaga, Prof. Yudian Wahyudi menyampaikan, setelah program Post Doktoral bisa berjalan baik, pihaknya kini sedang membuka jaringan kerjasama-kerjasama baru. Diantaranya dengan Gottingen University kerjasama pengiriman dosen-dosen bahasa, dengan berbagai negara kerjasama pengembangan kesenian, dengan Austria kerjasama pengiriman dosen bahasa Arab, dan sedang menjajaki pelaksanaan KKN di berbagai negara, juga merintis kerjasama dengan Kemendagri dan Menkopolhukam. Selain itu juga mempersiapkan 3 agenda besar yakni: pendirian Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran, pendirian asrama sekaligus pondok pesantren untuk mahasiswa dan memacu kekuatan ekonomi UIN Sunan Kalijaga melalui optimalisasi BLU. Kepada para pejabat yang baru dilantik, Rektor mengajak untuk melaksanakan tugas-tugas jabatan dengan amanah (Weni Hidayati-Humas UIN Sunan Kalijaga).