Halal Bi Halal, Syawalan Sampai Dengan Mudik Lebaran Tradisi Indonesia Yang Islami Implementasi Jihad Untuk Mencapai Derajat Taqwa

Rektor UIN Sunan Kalijaga bersalaman dengan seluruh civitas kampus

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. K.H. Yudian Wahyudi, Ph.D., mengatakan, Indonesia punya tradisi luhur yang Islami, yang tidak dimiliki negara-negara lain di dunia. Yakni Halal Bi Halal, Syawalan, dan mudik lebaran. Ketiga hal ini memiliki makna religius yang tinggi, bila kita kupas. Halal Bi Halal adalah ungkapan saling memaafkan dengan dasar rasa iklas untuk menghapus kesalahan, khilaf dan dosa yang lalu. Hal ini tidak akan bisa terjadi dan tidak akan mendapat Ridha sampai dengan ampunan dari Allah SWT, jika dalam bersalam-salaman masih ada rasa dendam dan sakit hati. Maka menjadi iklaslah semua yang melaksanakan Halal Bi Halal. Syawalan adalah makna hubungan fertikal dengan Sang Khaliq yang ditarik ke ranah hubungan horisontal dengan sesama manusia dan seisi alam semesta ini, Syawalan akan dipertanyakan upaya perbaikan akhlaq untuk menuju Ketaqwaan. Artinya dengan Syawalan, umat manusia akan menjadi semakin baik akhlaqnya. Jika melalui Halal Bi Halal dan Syawalan, yang setiap tahun dilakukan selepas melaksanakan puasa ramadhan sebulan penuh, akhlaq kita tidak berubah ke arah yang lebih baik, maka kita tidak akan punya harapan kebahagiaan di akherat kelak. Sementara itu, mudik lebaran yang oleh sementara orang dianggapeuforia, sesungguh juga memiliki makna religius, bahkan bisa disebut jihad.

Hal tersebut Prof. Yudian Wahyudi dalam forum Halal Bi Halal dan pelepasan Jemaah Haji (yang tahun ini berangkat haji), keluarga besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bertempat diMultipurposekampus setempat, Selasa, 11/7/17/. Lebih jauh Prof. Yudian Wahyudi menjelaskan, kenapa mudik lebaran bisa dikatakan sebagai jihad. Bagi orang yang memperjuangkan hidupnya di tanah rantau, rutinitas mudik lebaran menjadi perjuangan yang berat. Dari mempersiapkan bekal, biaya, fisik dan mental untuk melakukan perjalanan jauh, hingga bisa mengantarkan sesorang mengalami langsung(eksperience)dalam rangka menyambung dan mempererat hubungan silaturahmi dengan sanak saudara yang lama terputus. Dan ini dianjurkan dalam Islam. Oleh karenanya mudik lebaran bisa dinilai sebagai jihad. Jika dalam bermudik seseorang mengalami kecelakaan dan meninggal, maka itu artinya ia meninggal dalam berjihad, kata Prof. Yudian.

Oleh karenanya Prof. Yudian Wahyudi mengajak keluarga besar UIN Sunan Kalijaga ini melaksanakan Halal Bi Halal, Syawalan dan Mudik Lebaran dengan memaknainya. Artinya setelah melaksanakannya, menjadi semakin bertaqwa (Muttaqin). Salah satu implementasi taqwa ini adalah dengan meningkatkan kinerja dan pengabdian dalam rangka memajukan UIN Sunan Kalijaga. Menurut Prof. Yudian, memajukan keilmuan lebih lebih keilmuan yang eksperimental (Sains dan Teknologi) sama halnya dengan mengembangkan hukum-hukum alam, hukum-hukum positif atau sunatullah agar umat Islam tidak mengalami kemunduran peradaban. Malaksanakan perintah Iqra’ dengan mendalami dan mengamalkan sains dan teknologi, berkarya secara profesional, melalui kampus UIN Sunan Kalijaga ini, agar bisa ikut andil memakmurkan dunia. Sementara sebagai Aperatur Sipil Negara (ASN) dengan meningkatkan profesionalitas, kinerja dan dedikasi dalam rangka memaksimalkan potensi duniawi. Dan Setelah itu berupaya terus meningkatkan ketaqwaan dengan mengoptimalkan potensi positif, meninggalkan sisi negatif, berbuat kebaikan, berbuat adil, puguh dalam shalat dan tidak berlebihan, sehingga menjadi manusia-manusia plus (menguasai dan mengamalkan ilmu dan teknologi, serta memiliki derajad Taqwa yang tinggi).

Menurut Yudian Wahyudi, bila ajakannya bisa terimplementasi dengan baik, maka ke depan akan banyak terlahir dari kampus putih ini, para kyai yang ahli fisika, ahli kimia, ahli informatika, ahli hukum, ahli ekonomi, dokter dan sebagainya. Sehingga terbentuklah peradaban profetik dari kampus Islam.

Dalam kesempatan ini, Rektor juga menyampaikan agenda-agenda akademik yang akan dilaksanakan di kampus UIN Sunan Kalijaga diantaranya, dibentuknya tim akreditasi untuk mengawal dibukanya prodi-prodi S2 Sains dan Teknologi, mempersiapkan perubahan pengelolaan manajemen dan akademik dari BLU ke PTNBH, penyelesaian pembayaran tanah calon kampus II, peresmian Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara, meresmikan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang akan diberi nama Gedung Profesor Amin Abdullah sebagai penghargaan atas perjuangan transformasi IAIN menjadi UIN Sunan Kalijaga yang dimotori mantan rektor ini.

Disamping itu juga mempersiapkan kegiatan kerjasama luar negeri. Diantaranya denganGottingen Universitykerjasama pengiriman dosen-dosen bahasa dan Studi Keislaman, dengan berbagai negara kerjasama pengembangan kesenian, dengan Austria kerjasama pengiriman dosen bahasa Arab, dengan Spanyol kerjasama pengiriman dosenMaqasid Syari’ah,dengan Australia pengembangan pendidikan difabel dan pengiriman dosen bahasa Arab, dan kerjasama pengembangan pembelajaran antara Fakultas Syariah- Hukum dan Fakultas Tarbiyah-Keguruan dengan Pemerintah Australia. Merealisasikan pelaksanaan KKN nusantara dan KKN luar negeri, serta merealisasikan kerjasama dengan Kemendagri dan Menkopolhukam. Selain itu juga mempersiapkan 3 agenda besar yakni: pendirian Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran, pendirian asrama sekaligus pondok pesantren untuk mahasiswa. (Weni Hidayati-Humas UIN Sunan Kalijaga).