Presiden Muslim Austria Menerima Kunjungan Dosen UIN

Presiden Muslim Republik Austria Ibrahim Olgun bersama Muhajir dan Ibnu Burdah didampingi profesor dari Bosnia dan Turki.

Dua dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakansummary short course diInstitut of Islamische Religion Austria(IRPA) Republik Austria. Keberadaan mereka berdua untuk mengajar dan menjajaki kerjasama dengan instansi di negara Eropa Tengah.Tugas tersebut menindaklanjuti MoU antara UIN Sunan Kalijaga dengan IRPA, dan kegiatan ini sendiri akanberlangsung selama kurang lebih dua minggu yang sudah berlangsung mulai Rabu (5/7) kemarin.

Adapaun materi yang diajarkan yakni bahasa Arab yang diampu oleh Dr. Muhajir, M.Ag dan kajian al-Qur’an (tajweed) serta teknik debat bahasa Arab yang diampu oleh Dr. Ibnu Burdah, M.A. Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. Selain mengajar dua dosen tersebut juga akan menjajaki kerjasama UIN Sunan Kalijaga dengan instansi di negara eropa tengah itu.

Muhajir mengatakan perkulihan ini diperuntukkan bagi mahasiswa IRPA untuk memberikan tambahan perspektif baik dari segi pendekatan, metodologi maupun konten sebagai bekal bagi alumni IRPA menjadi guru agama Islam di Austria. “IRPA adalah satu-satunya Perguruan Tinggi Islam di Austria yang bertujuan mencetak guru-guru agama Islam untuk wilayah Austria dan Eropa pada umumnya” kata Muhajir.

Sebelumnya pihak IRPA juga mengirim dua dosennya untuk mengajar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selama kurang lebih dua minggu tersebut Eva Keplinger, ahli ushul fiqh dan Kerim Kadipoglu, ahli sejarah Islam manjadi pembicara di beberapa kuliah umum, forum diskusi dan short course bahasa Jerman di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Selain mengajar dua dosen UIN Sunan Kalijaga juga melakukan kunjungan ke berbagai pihak untuk menjalin kerjasama, seperti berkujungan ke KPH (Kirchlie Padagogische Hochschelu Wien) bertemu dengan Wakil Rektor Bidang Kerjasama Internasional dan Direktur International Office.

“Pada pertemuan tersebut antara UIN Sunan Kalijaga dan KPH memiliki kesepahaman tentang pentingnya kerjasama antar perguruan tinggi. Pihak KPH berharap ke depan bisa menjalin komunikasi yang lebih intens dan bekerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga baik dalam bentuk student mobility, joint seminar dan kegiatan akademik lainnya” kata Burdah.

Selain itu dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga berkesempatan melakukan kunjungan ke Presiden Muslim Republik Austria Ibrahim Olgun. Presiden Muslim Austria sangat terkesan terhadap aktivitas muslim Indonesia. Indonesia adalah negara yang demokratis.

Ibrahim menilai Indonesia adalah model negara-bangsa yang mampu mengharmonisasikan antara agama, negara dan budaya. Sebagai balasan atas kunjungan delegasi UIN Sunan Kalijaga ke kantornya, Ibrahim Olgun berjanji akan melakukan lawatan ke Yogyakarta pada waktu mendatang.(Muhajir-Habib/humas)