Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga menjadi Tuan Rumah Debat Kostitusi Antar PT

Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Dr. Anwar Usman, SH., MH. memukul gong saat membuka kompetisi debat konstitusi

Setelah berhasil memenangkan kompetisi di ajang Debat Konstitusi 12 s/d 15 /11 / 15 lalu, kini Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi tuan rumah dalam ajang yang sama. Ajang ini berlangsung di Convention Hall, kampus UIN Sunan Kalijaga, 1 s/d 3/8/17. Sebelum berlangsung kompetisi debat, diselenggarakan seminar nasional dengan mengangkat tema “Demokrasi dan Dinamika Hukum Tata Negara di Indonesia” dengan menghadirkan narasumber antara lain : Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Dr. Anwar Usman, SH., MH., Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang juga Ketua OKI, Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, MA., Guru Besar Bidang Hukum Islam, Prof. Dr. Ratno Lukito, MA., Ph.D., Guru Besar Fakultas Hukum UII, Prof. Dr. Nikmatul Huda, SH., MH. Acara seminar nasional dibuka Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D.

Dalam sambutan pembukaaanya Prof. Yudian Wahyudi menyampaikan, dibukanya Prodi Hukum di UIN Sunan Kalijaga tahun 2009, karena pandangan pentingnya merekatkan Syariah dengan Konstitusi. Prof. Yudian ingin membawa potensi pesantren untuk ikut berkiprah, menjadi bibit-bibit unggul di ranah hukum kenegaraan, pemerintahan dan kemasyarakatan secara umum. Kini dalam perkembangan Prodi Hukum UIN Sunan Kalijaga, Yudian ingin melahirkan banyak ahli hukum dan konstitusi yang bisa meyakinkan semua kalangan bahwa NKRI dan Pancasila adalah paling tepat untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara yang BaldatunThoyibatun-Warrofun-Ghofur.

Menurut Yudian Wahyudi, dalam al Qur’an tidak ada satu ayatpun yang menyebutkan tentang khilafah sebagai syarat negara. “khilafah adalah sebuah kekhilafan” kata Prof. Yudian. Tetapi menyebut khalifah. Bila diterjemahkan adalah sebutan seorang ahli, yang karena keahliannnya bisa menang tanding untuk membentuk negara dan mempertahankannnya dari setiap kerusuhan dan penjajahan. Para Founding Father yang telah memperjuangkan kemerdekaan RI dan menetapkan UUD’54-Pancasila sebagai konstitusi dan dasar negara RI bisa disebut sebagai Khalifah di negeri ini. Pada usia kemerdekaan 72 tahun ini, Indonesia masih membutuhkan khalifah-khalifah (para ahli semua bidang) untuk terus mempertahankan dan membangun NKRI untuk kesejahteraan semua yang ada dinegeri ini.

“Adalah sebuah kehormatan, bahwa kompetisi debat konstitusi nasional III diselenggarakan di kampus UIN Sunan Kalijaga. Melalui forum-forum seperti ini menjadi cambuk PTKIN untuk melahirkan ahli-ahli hukum dan ahli-ahli pemikiran ke-Islaman yang mumpuni, yang akan berkimprah membumikan Islam Rahmatan Lil Alamin dalam bingkai NKRI dan Pancasila,” kata Prof. Yudian.

Sekjen MK, Muhammad Guntur Hamzah dalam laporannya memaparkan, penyelenggaraan debat konstitusi III kali ini diikuti seluruh PT di Indonesia. Penyelenggaraannya dibagi menjadi 3 wilayah regional (Barat, Tengah dan Timur). Dari 3 wilayah regional akan diambil masing-masing 3 juara yang akan berlaga di Cisarua Bogor. Menurut Guntur forum-forum kerjasama dengan PT seperti ini penting untuk membangun karakter bangsa. Di samping itu, program-program MK bukan hanya menyelesaikan perkara-perkara di hilir, tetapi perlu pendekatan hulu ke masyarakat, sebagai semangat memahami Pancasila dan Konstitusi. Ajang ini sebagai upaya membangun networking dan persahabatan dengan PT dan upaya stategis dalam rangka melahirkan hakim-hakim konstitusi melalui networking.

Wakil ketua MK, Dr. Anwar Usman, SH., MH., menambahkan, tugas MK diantaranya adalah mengawal dan membumikan konstitusi. Kompetisi debat konstitusi menjadi salah satu ajang untuk membumikan konstitusi, dan ternyata ajang ini sangat dinantikan seluruh PT di Indonesia. Pihaknya berharap melalui kompetisi debat dapat medorong tradisi dan kultur ilmiah, melatih mahasiswa menyampaikan pemikiran secara santun, dan menggali pemikiran-pemikiran kritis-orisinil di kalangan mahasiswa. Di samping itu, MK ingin menggelorakan UUD’45 dan Pancasila sebagai konstitusi yang hidup, yang diterapkan dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat dengan motor penggeraknya adalah seluruh mahasiswa di Indonesia. Bukan sekedar dokumen seremonial. Dan perlu diketahui bahwa apa yang terkandung dalam konstitusi dan dasar negara Pancasila itu disinari oleh ruh nilai-nilai universal agama, yang hendaknya dipahami pelaksanaanya oleh seluruh penegak hukum dan masyarakat Indonesia sebagai kesalehan. Dalam final debat konstitusi tingkat nasional nanti, MK menyediakan tropi, penghargaan dan uang pembinaan untuk para juara. Masing masing juara I RP. 15.000.000,- juara II Rp. 12.000.000,- juara III RP. 9.000.000,-

Sementara itu, ditemui di sela –sela pelaksanaan kompetisi debat konstitusi, Wakil Dekan III (Bidang Kamahasiswaan dan Kerjasama) Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Sunan Kalijaga, Dr. Sri Wahyuni, S. Ag., SH., M. Ag., M. Hum., menjelaskan, ajang “Kompetisi Debat Konstitusi Regional Tengah Mahkamah Konstitusi 2017” kali ini diikuti Perguruan Tinggi di lingkup DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY dan Kalimantan. Setelah melalui seleksi ketat, berhasil masuk tahap eliminasi sejumlah 24 tim perwakilan dari 24 Perguruan Tinggi, yakni: Universitas Diponegoro, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Tarumanegara, Universitas Gajah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Syarief Hidayatullah, UPN Veteran Jakarta, STHI Jentera Jakarta, UIN Walisanga Semarang, Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Universitas Mulawarman, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Admad Dahlan, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Jendral Sudirman, Universitas Pancasila, Universitas Janabadra, Universitas Kristen Indonesia, Universitas Negeri semarang, Universitas Muria Kudus, Universitas Pancabakti, IAIN Palangkaraya, UIN Sunan Kalijaga.

Ke-24 tim ini akan berlaga dalam babak penyisihan dan semi final bertempat di Fakultas Syari’ah dan Hukum, kampus UIN Sunan Kalijaga (2/8) dan babak final di Convention Hall, kampus yang sama (3/8), dengan menghadirkan dewan juri para pakar hukum dari seluruh universitas ternama di Indonesia. Juaranya akan berlaga di kompetisi debat konstitusi di tingkat nasional. Sementara sebelum debat konstitusi berlangsung, juga diselenggarakan seminar dengan mengangkat tema “Demokrasi dan Dinamika Hukum Tata Negara di Indonesia” dengan menghadirkan narasumber antara lain : Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Arief Hidayat, SH., Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang juga Ketua OKI, Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, MA., Guru Besar Bidang Hukum Islam, Prof. Dr. Ratno Lukito, MA., Ph.D., Guru Besar Fakultas Hukum UII, Prof. Dr. Nikmatul Huda, SH., MH. (Weni Hidayati-Humas UIN Sunan Kalijaga)