Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Menangi Kompetisi Dabat Konstitusi

Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil memenangkan kompetisi sebagai Juara III dalam Debat Kompetisi tingkat regional tengah. Final kompetisi ini dilaksanakan di Convention Hall kampus UIN Sunan Kalijaga, Jum’at, 4/8/17. Juara I direbut oleh tim mahasiswa Undip, dan Juara II Tim mahasiswa UNS. Ketiga tim ini tampil memukau penonton melalui kepiawaian berdebat dan kematangan pengetahuan, serta pemahamannya tentang hukum dan konstitusi di Indonesia. Juara I berhak mendapatkan Tropi, sertifikat penghagaan dan uang pembinaan sebesar Rp. 15.000.000,- dari Mahkamah Konstitusi, Juara II mendapatkan Tropi, sertifikat penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp. 12.000.000,- dari Mahkamah Konstitusi dan Juara III mendapatkan Tropi, sertifikat penghargaan dan uang pembinaan Rp 9.000.000,- dari Mahkamah konstitusi.

Tropi, piagam penghargaan dan uang pembinaan diserahkan kepada para Juara oleh Wakil Ketua MK, Dr. Anwar Usman, SH., MH. Sementara Sekjen (Ketua Pusdik Pancasila) M. Guntur Hamzah, selaku ketua penyelenggara dalam laporannya selesai penyerahan hadiah menyampaikan, dengan berakhirnya Kompetisi Debat Konstitusi Regional Tengah ini, berakhir pula seluruh tahapan Debat Konstitusi tingkat Regional di 3 tempat, yakni; Regional Barat di Universitas Islam Riau Pakanbaru, Regional Timur di Universitas Negeri Jember, dan Regional Tengah di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kompetisi Debat kali ini diikuti 128 tim dari PT seluruh Indonesia pada babak eliominasi. 72 tim berhasil lolos ke babak semi final terbagi dalam 3 region berdasarkan letak geografis PT. Dari 72 tim masing-masing region diambil 8 tim pemenang untuk berlaga di tingkat Nasional di Jakarta tidak lama lagi.

Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa antar PT selain dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman terhadap hak konstitusional warga negara di kalangan mahasiswa, juga untuk menggali ide-ide dan pemikiran para peserta untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa. Selain itu sebagai sarana bagi para mahasiswa untuk belajar berargumentasi dengan landasan pemikiran dan landasan hukum yang jelas yang diperkuat berbagai literatur/referensi, dengan penyampaian yang santun dan bermartabat. Malalui kompetisi debat ini, para peserta dapat belajar saling menghargai pendapat orang lain, tidak memaksakan pendapat diri sendiri, tidak menjadikan pihak yang berbeda pendapat sebagi lawan bahkan musuh, sepanjang perbedaan pendapat mengacu kepada paradigma nasional, yakni: tetap tegaknya NKRI dan Bineka Tunggal Ika dengan Dasar Pancasila dan UUD Tahun 1945 (Weni Hidayati-Humas UIN Sunan kalijaga)