Rektor UIN Sunan Kalijaga Bangga, Banyak Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yang Berprestasi di Kancah Nasional

Wisudawan membaca sumpah

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, Ph.D., mengatakan UIN Sunan Kalijaga melakukan upaya-upaya dengan kesungguhan dalam rangka melahirkan alumni-alumni yang siap bersaing di dunia global. Baik secara akademik, softskill bahasa asing, pembinaan minat dan bakat melalui kegiatan kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra kurikuler, keorganisasian dan kepemimpinan. Hasilnya, banyak sekali mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang berhasil meraih prestasi baik di tingkat nasional sampai Internasional.

Hal tersebut disampaikan Prof. Sutrisno selesai mewisuda sejumlah 490 orang sarjana baru, dalam prosesi wisuda periode IV tahun akademik 2016/2017, bertempat di Multipurpose (Gedung Prof. Dr. H.M. Amin Abdullah, Ph.D.,) Rabu, 23/8/2017. Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama, Drs. H. Maskul Haji, M.Pd.I dalam laporannya menyampaikan wisuda UIN Sunan Kalijaga periode IV kali ini dilaksanakan dua kali, yakni; 500 orang diwisuda (22/8/17), 490 orang diwisuda (23/8/17), jumlah 990 orang wisudawan/wisudawati. Dengan rincian, 5 orang lulus D3, 766 lulus Sarjana (S1), 203 orang lulus Program Magister (S2), 16 orang lulus Program Doktor (S3). Sampai dengan wisuda kali ini, jumlah alumni UIN Sunan Kalijaga 55.015 orang, 556 diantaranya bergelar Doktor, 4.579 orang bergelar Magister.

Sementara 13 orang berhasil lulus dengan predikat terbaik dan tercepat, 7 orang, diwisuda (22/8/17), yakni; Etik Anjar Fitrianrti, Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Isoshum, dengan IPK 3,81, Ikhsan Hidayah Prodi Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi dengan IPK 3,82, Dwi Arini Zubaidah Prodi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Hukum dengtan IPK 3,85, Nafisatul Mu’awwanah Prodi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan pemikiran Islam dengan IPK 3,90, Ifa Latifa Fitriani Program Magister Hukum Islam Fakultas Ushuluddin dan PemikirannIslam dengan IPK 3,92, Muhammad Anshori Program Magister Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam dengan IPK 3,92, Suwi Wahyu Utami dari Program Magister Interdisciplinary Islamic Studies Pascasarjana, dengan IPK 3,95. Sementara 5 orang lulus dengan predikat terbaik dan tercepat diwisuda (23/8/17), yakni; Musripah Prodi D3 Ilmu perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya dengan IPK 3,67, Mayessa Leksmi Dwi Mayangsari Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya dengan Ipk 3,83, Danang Aji Bimantoro Prodi Teknik Informatika Fakultas Sains dan teknologi dengan IPK 3,83, Nabila Ilmalina Faza Prodi Ekonomi Syariah FEBI, dengan IPK 3,87, Zonalisa Fhatri Program Magister Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dengan IPK 3,88. Dari total jumlah wisudawan-wisudawati, 58,88% berhasil lulus dengan predikat cumloude. Ini adalah prestasi yang membanggakan, kata Maskul Haji.

Dalam sambutannya lebih jauh, Prof. Yudian Wahyudi mengaku, merasa bangga atas prestasi-prestasi yang diraih para mahasiswa di kancah nasional dan internasional dalam berbagai bidang. Prestasi-prestasi itu antara lain: Abdillah dan Ali Ma’ruf (Fak. Isoshum) juara Gatsby Creative Award (kompetisi video kreatif internasional yang diikuti 1.472 peserta dari berbagai negara), Khusairi Abdi (Fak. Saintek) juara kampanye digital yang diluncurkan Lenovo diikuti 1.750 orang dari berbagai negara, Elvara (Fak. Saintek) juara Writting Contest OPPO & CNN Indonesia dengan karyanya “Optimalisasi Konsep Kumpul, Pilah, Proses dan Landfill-Upaya mewujudkan Indonesia Berseri.” Para mahasiswa UIN Sunan Kalijaga juga berjaya di ajang PIONEER (26/4 s/d 1/5/17) di UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam ajang Debat Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, pertandingan bulutangkis, Musabaqah Makalah Al Qur’an, Karate dan desain busana Muslim. Mahasiswa UIN juga berhasil menjuarai kompetisi Aplikasi Android berbasis interpretasi Al Qur’an dan kompetisi debat konstitusi antar perguruan tinggi. Prestasi lain, mahasiswa UIN Suka berhasil memenangkan persaingan mengikuti ekspedisi nusantara jaya yang digelar Kementerian koordinator Bidang Kemaritiman melibarkan 3.000 pemuda dari seluruh Indonesia. Mereka akan berlayar ke pulau pulau terdepan, terpencil, dan daerah perbatasan untuk mengobarkan gerakan membangun negeri menuju cita-cita menjadi Poros Maritim Dunia. Dan masih banyak mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang memperoleh prestasi akademik dan non-akademik (pengembangan minat, bakat dan ketrampilan) di berbagai even regional, nasional dan internasional. “Ini semua sangat membanggakan bagi kampus UIN Sunan kalijaga tercinta ini,” kata Prof. Yudian Wahyudi.

Disampaikan, transformasi menjadi UIN Sunan Kalijaga dengan Branding center of excellence memadukan ilmu agama dan science patut disyukuri. Saat ini semakin tinggi minat masyarakat yang ingin melanjutkan kuliah di UIN Sunan Kalijaga. Di tahun akademik 2017/2018, sebanyak 30.236 pendaftar untuk memperebutkan 3.372 kuota. Kuota dibatasi untuk mengasilkan lulusan yang unggul. Namun untuk memenuhi ekspektasi stakeholder yang tinggi, UIN Sunan Kalijaga membuka Prodi-Prodi S2 baru, yakni: Prodi Ilmu Hukum, Pendidikan Islam, Prodi Bahasa dan Diplomasi, Sains, Bimbingan dan Konseling Islam, dan Psikologi. Dibukanya Prodi-Prodi S2 baru ini dibarengi dengan penambahan gedung terpadu FEBI dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, serta sarana dan prasarana yang memadahi.

Di tahun akademik 2016/2017, sebanyak 791 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga berhasil mendapatkan beasiswa dari berbagai sumber dan sponsor, diantaranya; Beasiswa Dikpora DIY, Bidikmisi, Cahaya Pintar Lazis PLN, Jakarta Pintar, Baznas Bali, Baznas DIY, Bank Indonesia, prestasi Kemenag, hafizh Qur’an Kemenag, BPD DIY, Honda Astra, PPPA Daarul Qur’an Nusantara, BNI, dan PT Djarum. Dalam upaya menjalin hubungan baik dengan alumni, UIN Sunan Kalijaga telah melantik pengurus baru Ikatan Alumni Sunan Kalijaga (IKASUKA)(5/7), lengkap dengan pengurus-pengurus daerah seluruh wilayah Indonesia dan aktif menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional yang dimeriahkan dengan festival Seni dan Budaya Islam Nusantara melibatkan para alumni yang telah berkiprah dalam kehidupan bermasyarakat di seantero nusantara ini. IKASUKa tahun ini juga membuka program pembibitan alumni berprestasi dengan memberikan beasiswa kursus bahasa Inggris tingkat advance (untuk kepentingan studi lanjut di universitas terkemuka tingkat Internasional), setiap angkatan wisuda dipilih 20 orang.

Dalam hal penguatan kerjasama, UIN Sunan Kalijaga membuka lagi kerjasama dengan Institut of Islamische Religion (IRPA) Republik Austria dalam pengembangan Bahasa Arab dan kajian Al Qur’an (tajwid), program pertukaran Dosen Maqasid al-Syariah, pembentukan Sunan Kalijaga Corner di sana, joint studi library management and research dengan Universitas Georg August Gottingen Jerman, kerjasama dengan Pemerintah Spanyol untuk memberikan trainning imam dan khatib. Kerjasama dengan Universitas Imam Muhammad bin Su’ud Al Islamiyyah (IMAMU) Arab Saudi (mendirikan Pusat pelatihan Pengajaran bahasa Arab untuk perguruan tinggi, sekolah dan pesantren di Indonesia, kerjasama pengembangan sains dan teknologi dengan PTKIN seluruh Indonesia), kerjasama pengembangan riset bidang energy, electrical engineering, matematics, mechanics, automatics, architecture dan urbanism dengan beberapa universitas di Perancis, kerjasama dalam peningkatan kualitas pendidikan disabilitas perguruan tinggi di Indonesia dengan tiga konsorsium universitas di Eropa dan 6 universitas di Indonesia, dimana UIN Sunan Kalijaga dipercaya sebagai leading unit-nya. Kerjasama pembinaan Hukum dan Kamtibmas dengan Kepolisian DIY. Dalam hal publikasi internasional menuju World Class University, UIN Sunan Kalijaga sedang menyiapkan penerbitan Sunan Kalijaga: International Journal of Islamic Civilization dan International Posdoctoral Research Program tahap dua, yang melibatkan kandidat dari Texas, AS, dan Berlin-Jerman.

UIN Sunan Kalijaga juga sedang mengembangkan Pusat Psikologi Terapan yang konsen melakukan assesment bagi calon-calon pejabat di Indonesia, dan serius melakukan pencegahan potensi perkembangan paham-paham radikalisme dan anti Pancasila-NKRI di dalam kampus dengan melakukan pembinaan secara intensif terhadap Dosen, Karyawan dan Mahasiswa, dan kajian-kajian di Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara yang baru saja didirikan, diresmikan oleh Jendral Wiranto (9/8) lalu.

Prof. Yudian Wahyudi berharap, semua alumni UIN Sunan Kalijaga menjadi sarjana-sarjana yang mengedepankan akhlak Kharimah dan mengembangkan keilmuan yang Rahmat bagi semesta alam (Weni Hidayati-Humas UIN Suka)