Ulang Tahun ke 19, UKM JQH al-Mizan Gelar Festival Seni Qur’ani Nasional 2017

Dalam rangka memperingati miladiyah yang ke 19, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jam’iyyah al-Qurra’ wa al-Huffazh (JQH) al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar serangkaian acara Festival Seni Qur’ani Nasional 2017. Kegiatan ini diikuti oleh 34 delegasi Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia, baik PTAIN, PTS maupun PTN, dan disemarakkan oleh tokoh, artis, seniman serta musisi ternama nasional.

Serangkaian kegiatan FSQN 2017 dimulai sejak tanggal 26 Oktober s/d 1 November 2017 dengan menggelar berbagai macam event dan perlombaan.

Kamis, 26/10/2017, Dialog Kebangsaan mengawali serangkaian kegiatan FSQN 2017 dengan menghadirkan tokoh-tokoh organisasi, politik dan agamawan yakni Prof. Dr. Ni’matul Huda, S. H., M. H, KH. Abdul Muhaimin, dan Dr. KH. Malik Madany, M. A. Kegiatan yang bertemakan Perkokoh Persatuan Umat dengan Semangat Kebhineka Tunggal Ika-an dan Nilai-nilai al-Qur’an ini mengupas tuntas isu-isu terkini yang menjadi ancaman persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dan bagaimana peran umat Islam dalam mencegahnya.

Workshop Tilawah Nasional (Sabtu, 28/10) hadir bagi para pecinta seni tilawatil qur’an dan ingin memperdalam ilmu tilawah. Kegiatan ini diisi oleh Ustadz. Ahmad Muhajir, S. Q., qari’ sekaligus juri Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional di Makkah, asal DKI Jakarta. “Belajar tilawah harus dilakukan dengan niat yang ikhlas dan sungguh-sungguh, dan memperhatikan tiga hal. Pertama, Membaca al-Qur’an tidak boleh terpaku pada lagu yang dibawakan, akan tetapi harus memperhatikan kaidah tajwid yang berlaku. Adapun lagu, adalah seni yang memperindah bacaan. Kedua, mempelajari tilawah harus dipandu oleh guru (talaqqiy). Ketiga, harus dilakukan secara konsisten dan konsekuen. ”. Workshop ini terbagi menjadi dua sesi. Pertama, penyampaian materi, dan kedua praktik maqra’ (Q.S. Luqman : 12).

Minggu (29/10), ratusan santri delegasi Taman Pendidikan al-Qur’an se-DIY ikut berpartisipasi menyemarakkan FSQN 2017 dalam kegiatan Festival Anak Shaleh Indonesia. Cabang yang diperlombakan meliputi Adzan dan Iqamah, Hafalan surat pendek, Mewarnai, dan Fashion Show yang paling banyak diminati oleh anak-anak, serta Parade Hadrah Ibu-Ibu se-DIY yang berasal dari grup-grup binaan UKM JQH al-Mizan. Lomba FASI ini berlokasi di depan Poliklinik UIN Sunan Kalijaga dan diramaikan oleh Pekan Raya Kalijaga (bazaar), mulai dari kuliner, fashion, aksesoris, buku dan lain-lain.

Senin (30/10) Kegiatan FSQN 2017 secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Drs. Kyai Haji Yudian Wahyudi, M.A, Ph.D. Grand Opening diawali dengan Kirab Budaya delegasi 34 universitas dari seluruh nusantara dan di lokasi lain, Sarasehan Kaligrafi bersama para kaligrafer ternama. Lalu siang hari dilanjutkan Technical Meeting perlombaan yang akan dilaksanakan esok hari. Selanjutnya pada malam hari digelar Malam Rahmat dengan manual acara Kalijaga Qur’ani Awards dan gema shalawat oleh Habib Muhsin al-Hamid asal Jember berikut para munsyid ternama, yakni Gus Wahid (Ahbabul Musthofa), Ustadz Zamam Suyuthi (Tulungagung), dan Ustadz Sholeh Ilham (Yogyakarta).

Acara inti FSQN 2017 dimeriahkan dengan sejumlah perlombaan meliputi cabang Musabaqah Syarkh al-Qur’an, Musabaqah Khatt al-Qur’an, Musabaqah Qiraat al-Kutub, dan cabang perlombaan baru seperti Musabaqah Tilawat al-Qur’an Grup dan Musabaqah Hifzh al-Qur’an Battle dilaksanakan serentak pada hari Selasa (31/10). Sebanyak 255 delegasi peserta dari 34 universitas berpastisipasi dalam lima cabang perlombaan ini.

Fastabiqul khairat

Kelima cabang musabaqah ini digelar sebagai ajang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, sehingga para peserta pun menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh sehingga dapat tampil secara maksimal.

Rabu (1/11) merupakan hari terakhir dari seluruh rangkaian kegiatan FSQN 2017. Diawali dari Sosialisasi Asosiasi Mahasiswa Seni Islami (AMSI) Nusantara yang menghasilkan deklarasi anggota, dan diakhiri dengan Malam Puncak bertajuk Bahtera Cinta Kanjeng Nabi. Tema Bahtera Cinta Kanjeng Nabi diusung karena UKM JQH al-Mizan ingin mengajak audien untuk mengenal lebih dalam pribadi Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan mengenal besarnya cinta Beliau kepada umatnya melalui konser shalawat. Tujuannya adalah agar seluruh audien dapat disatukan dalam rasa cinta yang sama kepada Baginda Rasul. Umat Muslim di Indonesia sangatlah beragam, maka dalam mengarungi samudera cinta Kanjeng Nabi yang begitu luas, kita membutuhkan sebuah kendaraan, dan kendaraan itu adalah bahtera.

Malam Puncak FSQN 2017 dibalut dalam suasana khidmat dan meriah, diisi dengan Harmoni Kalam Ilahi, Penampilan delegasi UKM JQH el-Fasya dan el-Febi’s UIN Walisongo Semarang, Pengumuman Kejuaraan Musabaqah, dan Konser Shalawat sebagai program kerja divisi shalawat UKM JQH al-Mizan berkolaborasi dengan para artis, seniman dan musisi ternama seperti Hj. Wafiq Azizah, Band Cool khas, Pandu Kameswara “Saxophonist, Tari Sufi, Serambi UIN, Adab Dance serta “Jas Voice” Ahmad dan Dek Mas.

Dari kegiatan ini, pengurus dan panitia penyelenggara FSQN 2017 berharap semoga melalui ajang ini, silaturrahmi antar mahasiswa yang berkecimpung di bidang seni qur’ani terus terjaga dengan baik dan bersama-sama berniat untuk menjaga al-Qur’an. Panitia juga berpesan agar event FSQN 2017 ini dapat menumbuhkan jiwa qur’ani baik di dalam jiwa maupun raga mahasiswa (Nida Ma’rufah/ Magang Humas)