UIN Sunan Kalijaga Kuatkan peran Islam di Kancah Nasional dan Internasional

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, Ph.D. mengatakan, UIN Sunan Kalijaga terus melakukan berbagai agenda akademik dan non-akademik melibatkan seluruh Civitas Akademika dalam rangka menguatkan eksistensi UIN Sunan Kalijaga di kancah nasional dan internasional. Agenda kegiatan yang dilakukan diantaranya; mengintensifkan pelaksanaan upacara peringatan hari-hari nasional. Upacara peringatan hari kemerdekaan dengan tema “Indonesia Kerja Bersama” bermaksud menguatkan kembali sikap hidup gotong royong sebagai wahana mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama. Peringatan G 30 S PKI dan Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini menjadi wahana untuk meresapi nilai-nilai luhur Pancasila yang telah dirumuskan para pendiri bangsa, sebagai ideologi netral yang dapat mengayomi keragaman Indonesia. UIN Sunan Kalijaga bertekat membarakan lagi semangat pancasila di dada Civitas Akademika UIN Sunan Kalijaga sehingga bisa menjadi generasi bangsa yang bersih dan berwibawa dalam melaksanakan pembangunan dan pemerintahan untuk dapat turut mewujudkan kesejahteraan yang adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Peringatan Hari Santri Nasional yang mengambil momentum dicetuskannya Resolusi Jihat (22/10/45) oleh pendiri NU, K.H. Hasyim Asy’ari, yang berhasil membakar semangat para santri, pemuda dan masyarakat Indonesia melawan pasukan kolonial, meraih kemerdekaan Indonesia, mempertahankan, dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Para santri telah berhasil menyatukan kekuatan, mengatur strategi, mengajarkan makna kemerdekaan, kebinekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia. Pengakuan Negara melalui terbitnya Keppres Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional tidak hanya menegaskan peran santri dalam sejarah Indonesia, tetapi juga mencairkan teori trikotomi “Santri, Abangan dan Priyayi” sebagai tiga kelompok terpisah dari Prof. Clifford Geertz tahun 1930-an. Sekarang menjadi satu kesatuan dalam “Santri NKRI” yang terdiri dari; Santri Abangan, Abangan Santri, Santri Priyayi, Priyayi Santri” dengan garis tegas tidak anti Pancasila. Peringatan Sumpah Pemuda bertema”Pemuda Indonesia Berani Bersatu” dalam konteks kekinian, generasi muda Indonesia harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sebaik mungkin agar terhindar dari pengaruh untuk mengikuti gerakan-gerakan yang berpotensi merusak kebhinekaan. Spirit Sumpah Pemuda diharapkan menjadi solusi dalam menguatkan ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI. Peringatan Hari Pahlawan dimaksudkan untuk menggelorakan semangat jihad para pejuang, puncaknya pada resolusi jihad 10 November 1945 di Surabaya. Semangat Jihat ini digelorakan dalam rangka menciptakan kesejahteraan dan keadilan; meneguhkan persatuan dalam keragaman suku, budaya, agama; mempererat ikatan untuk saling menghargai, menjaga toleransi dan saling menguatkan tali persaudaraan sebagai satu bangsa.

Hal tersebut disampaikan Prof. Yudian Wahyudi selesai mewisuda sejumlah 527 orang sarjana baru, dalam prosesi wisuda periode I tahun akademik 2017/2018, bertempat di Multipurpose (Gedung Prof. Dr. H.M. Amin Abdullah) Kamis, 16/11/2017. Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama, Drs. H. Maskul Haji, M.Pd.I dalam laporannya menyampaikan wisuda UIN Sunan Kalijaga periode I kali ini dilaksanakan dua kali, yakni; 623 orang diwisuda (15/11/17), 527 orang diwisuda Kamis (16/11/17), jumlah 1.150 orang wisudawan/wisudawati. Dengan rincian, 20 orang lulus D3, 898 lulus Sarjana (S1), 219 orang lulus Program Magister (S2), 13 orang lulus Program Doktor (S3). Sampai dengan wisuda kali ini, jumlah alumni UIN Sunan Kalijaga 56.165 orang, 569 diantaranya bergelar Doktor, 4.798 orang bergelar Magister.

Sementara 13 orang berhasil lulus dengan predikat terbaik dan tercepat, 3 orang diwisuda (15/11/17), yakni; Lusiana Dwi Ratnasari Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dengan IPK 3,77, Tsurayya Ats Tsauri Prodi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi dengan IPK 3,79, Arina Rahmatika Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan komunikasi dengan IPK 3,88, Suryadi Program Magister Interdisciplinary Islamic Studies dengan IPK 3,90, Sri Erdawati Program Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dengan IPK 3,91. Sementara 8 orang lulus dengan predikat terbaik dan tercepat diwisuda (16/11/17), yakni; Dewi Wuryani Progran D3 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab dan Ilmu Budaya dengan IPK 3,69, Lutfiyah Prodi Ekonomi Syari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan IPK 3,74, Izzaturrohmah Prodi Psikologi Fakultas Sosial dan Humaniora dengan IPK 3,83, Muh. Bahrul Afif Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan pemikiran Islam dengan IPK 3,84, Nurul Syarifah Prodi Bahasa dan sastra Arab Fakultas Adab dan Ilmu Budaya dengan IPK 3,84, Nur Anwar Prodi Ilmu Hukum Fakultas Syari’ah dan Hukum dengan IPK 3,85, Siti Fauziyah Program Magister Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan pemikiran Islam dengan IPK 3,87, Fiat Madjo Program Magister Hukum Islam Fakultas Syari’ah dan Hukum dengan IPK 3,88. Dari total jumlah wisudawan-wisudawati, 54,86% berhasil lulus dengan predikat cumloude. Ini adalah prestasi yang membanggakan, kata Maskul Haji.

Dalam sambutannya lebih jauh, Prof. Yudian Wahyudi mengaku, pihaknya berkomitmen melahirkan alumni-alumni yang senantiasa turut menjaga tetap tegaknya Pancasila dan NKRI. Berbagai agenda kegiatan dikampus dilakukan dan agenda-agenda besar kenegaraan diikuti dalam rangka ini. Dialog-dialog implementasi Pancasila, anti radikalisme, sosialisasi Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat, mengikuti deklarasi kebangsaan dan pernyataan sikap kesetiaan kepada Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang digagas Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri di Tapal Batas RI-Papua Nugini, Rektor memberikan orasi kebangsaan dalam deklarasi kebangsaan dan kuliah akbar melawan radikalisme bersama 60 PT di Yogyakarta diikuti perwakilan mahasiswa seluruh Indonesia, DEMA UIN Sunan Kalijaga berkolaborasi dengan para pakar menyelenggarakan dialog-dialog kebangsaan, menyelenggarakan olimpiade psikologi Indonesia, Gebyar Cendi (expo lapangan pekerjaan, kesempatan berkarier dan kewirausahaan). Kegiatan yang bersifat internasional; “Apocalyptic Theology And Being Religious In The New Changing World” menghadirkan para intelektual dari AS, India, Thailand dan Malaysia, International Dakwah Konference (IDACON) dengan tema “Da’wah in 21st Century menghadirkan pakar dari Jepang dan Amerika Serikat, serta diikuti 50 panelis yang mendiskusikan topik penting antara lain: politics and public affairs; dakwah, poverty and Konferensi internasional Pusat Studi Agama dan Sains (Center for Religion and Science) bertajuk “Religion and the Challenge of Democracy in Indonesia,” bersama Prof. Robert W. Hefner (Guru Besar Universitas Boston, Amerika Serikat), Prof. Dr. Azyumardi Azra, Prof. Dr. Frans Magnis Suseno, SJ., Pande Made Kutanegara, Ph.D., dan Ven. Santacitto, Ph.D.

Penguatan Penjaminan Mutu

Penerapan penjaminan mutu UIN Sunan Kalijaga telah diakui oleh auditor internasional seperti TUV Rheinland yang berpusat di Jerman dan mendapatkan sertifikasi ISO 9001: 2008 dari TUV Rheinland. Up grade sertifikasi menjadi ISO 9001:2015. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di UIN Sunan Kalijaga telah memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.

Upaya Penjaminan Mutu baru baru ini telah berhasil menambah dua prodi berhasil terakreditasi A. Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Prodi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi, Degan demikian, saat ini UIN Sunan Kalijaga telah memiliki 28 prodi terakreditasi A. Upaya UIN Sunan Kalijaga untuk memberikan jaminan mutu di bidang akademik melalui LPM berjalan beriringan dengan upaya pengawasan melalui Satuan Pengawas Internal (SPI). Keberadaan SPI di PTKIN telah diamanatkan dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 25 Tahun 2017 dalam rangka mendorong terwujudnya Good University Governance. Lahirnya PMA ini tidak lepas dari peran SPI UIN Sunan Kalijaga yang menginisiasi pentingnya pengawasan internal di PTKIN. Peran SPI di perguruan tinggi sangat strategis dalam rangka melakukan pencegahan terhadap tindak pidana korupsi. Dengan adanya PMA ini, SPI memiliki kewenangan memperoleh akses yang tidak terbatas atas seluruh pendampingan dan koordinasi dengan aparat pengawas internal pemerintah dan pemeriksa eksternal dalam rangka pencegahan fraud di perguruan tinggi.

Peningkatan Sarana, Prasarana, dan Publikasi Ilmiah

Seiring dengan meningkatnya kepercayaan stakeholders, UIN Sunan Kalijaga terus meningkatkan sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar-mengajar. Salah satunya, UIN Sunan Kalijaga sedang merancang pembangunan “Pesantren Mahasiswa” (Ma’had al-Jami’ah) sebagai tempat pembinaan dasar-dasar agama, pembentukan karakter dan akhlakul-karimah, serta penguatan keterampilan berbahasa asing (Arab dan Inggris) dan bekerjasama dengan sejumlah pesantren di Yogyakarta untuk membina mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga. Membangun gedung Swalayan dan Cafe “SUKAMART”. Penambahan unit usaha baru ini untuk memperkuat Badan Layanan Umum (BLU) UIN Sunan Kalijaga dalam rangka mempersiapkan diri menjadi institusi pendidikan yang otonom, sehingga nantinya dapat meningkatkan status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Penguatan publikasi ilmiah internasional dalam rangka menuju World Class University diantaranya Postdoctoral Reseacrh Program yang telah memasuki tahun kedua, dan segera menerbitkan edisi perdana Sunan Kalijaga: International Journal of Islamic Civilization (SK:IJIC). Penerbitan jurnal internasional ini telah dimulai dengan lomba penulisan karya ilmiah internasional bertajuk “Islam and World Peace: Comparison between Indonesia and Other Countries.” Dengan artikel terpilih yang akan dimuat pada edisi perdana SK:IJIC, Januari 2018. Artikel terbaik SK:IJIC ditulis oleh Prof. Dr. Martha C. Beck (Guru Besar Lion College, Arkansas, Amerika Serikat), dilanjutkan Call For paper tahap II.

berbagai terobosan yang telah dilakukan, kiprah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta semakin diakui dan diperhitungkan di dunia internasional. Salah satunya terbukti dari terpilihnya Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai President of Asian Islamic University Association (AIUA) dalam “The Sixth Annual General Meeting Asian Islamic University Association,” 11 November 2017, di Ternate. AIUA beranggotakan 59 perguruan tinggi Islam di Kawasan Asia. Asosiasi ini bertujuan untuk mempererat kerjasama antar perguruan tinggi Islam di Asia baik menyangkut pendidikan, pengajaran, penelitian, sharing publikasi ilmiah, dan pengabdian masyarakat agar semakin kompetitif di kancah Internasional.

Rektor juga menyampaikan pihaknya merasa bangga. Terobosan-terobosan akademik yang dilakukan telah melahirkan berbagai prestasi di kalangan mahasiswa, baik di kancah nasional dan internasional dalam berbagai bidang. Prestasi-prestasi itu antara lain: Abdillah dan Ali Ma’ruf (Fak. Isoshum) juara Gatsby Creative Award (kompetisi video kreatif internasional yang diikuti 1.472 peserta dari berbagai negara), Khusairi Abdi (Fak. Saintek) juara kampanye digital yang diluncurkan Lenovo diikuti 1.750 orang dari berbagai negara, Elvara (Fak. Saintek) juara Writting Contest OPPO & CNN Indonesia dengan karyanya “Optimalisasi Konsep Kumpul, Pilah, Proses dan Landfill-Upaya mewujudkan Indonesia Berseri.” Suwanto banyak memenangkan kompetisi call for paper di kancah nasional. Para mahasiswa UIN Sunan Kalijaga juga berjaya di ajang PIONEER (26/4 s/d 1/5/17) di UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam ajang Debat Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, pertandingan bulutangkis, Musabaqah Makalah Al Qur’an, Karate dan desain busana Muslim. Mahasiswa UIN juga berhasil menjuarai kompetisi Aplikasi Android berbasis interpretasi Al Qur’an dan kompetisi debat konstitusi antar perguruan tinggi. Prestasi lain, mahasiswa UIN Suka berhasil memenangkan persaingan mengikuti ekspedisi nusantara jaya yang digelar Kementerian koordinator Bidang Kemaritiman melibarkan 3.000 pemuda dari seluruh Indonesia. Mereka akan berlayar ke pulau pulau terdepan, terpencil, dan daerah perbatasan untuk mengobarkan gerakan membangun negeri menuju cita-cita menjadi Poros Maritim Dunia. Dan masih banyak mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang memperoleh prestasi akademik dan non-akademik (pengembangan minat, bakat dan ketrampilan) di berbagai even regional, nasional dan internasional. “Ini semua sangat membanggakan bagi kampus UIN Sunan kalijaga tercinta ini,” kata Prof. Yudian Wahyudi.

Disampaikan, transformasi menjadi UIN Sunan Kalijaga dengan Branding center of excellence memadukan ilmu agama dan science patut disyukuri. Saat ini semakin tinggi minat masyarakat yang ingin melanjutkan kuliah di UIN Sunan Kalijaga. Di tahun akademik 2017/2018, sebanyak 30.236 pendaftar untuk memperebutkan 3.372 kuota. Kuota dibatasi untuk mengasilkan lulusan yang unggul. Namun untuk memenuhi ekspektasi stakeholder yang tinggi, UIN Sunan Kalijaga membuka Prodi-Prodi S2 baru, yakni: Prodi Ilmu Hukum, Pendidikan Islam, Prodi Bahasa dan Diplomasi, Sains, Bimbingan dan Konseling Islam, dan Psikologi. Dibukanya Prodi-Prodi S2 baru ini dibarengi dengan penambahan gedung terpadu FEBI dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, serta sarana dan prasarana yang memadahi.

Di awal tahun akademik 2017/2018, sebanyak 704 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga berhasil mendapatkan beasiswa dari berbagai sumber dan sponsor, setelah sebelumnya tahun akademik 2016/2017 sebanyak 791 mahasiswa juga mendapatkan beasiswa. Diantaranya; Beasiswa Dikpora DIY, Bidikmisi, Cahaya Pintar Lazis PLN, Jakarta Pintar, Baznas Bali, Baznas DIY, Bank Indonesia, prestasi Kemenag, hafizh Qur’an Kemenag, BPD DIY, Honda Astra, PPPA Daarul Qur’an Nusantara, BNI, dan PT Djarum. Dalam upaya menjalin hubungan baik dengan alumni, UIN Sunan Kalijaga telah melantik pengurus baru Ikatan Alumni Sunan Kalijaga (IKASUKA)(5/7), lengkap dengan pengurus-pengurus daerah seluruh wilayah Indonesia dan aktif menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional yang dimeriahkan dengan festival Seni dan Budaya Islam Nusantara melibatkan para alumni yang telah berkiprah dalam kehidupan bermasyarakat di seantero nusantara ini. IKASUKa tahun ini juga membuka program pembibitan alumni berprestasi dengan memberikan beasiswa kursus bahasa Inggris tingkat advance (untuk kepentingan studi lanjut di universitas terkemuka tingkat Internasional), setiap angkatan wisuda dipilih 20 orang.

UIN Sunan Kalijaga juga sedang mengembangkan Pusat Psikologi Terapan yang konsen melakukan assesment bagi calon-calon pejabat di Indonesia, dan serius melakukan pencegahan potensi perkembangan paham-paham radikalisme dan anti Pancasila-NKRI di dalam kampus dengan melakukan pembinaan secara intensif terhadap Dosen, Karyawan dan Mahasiswa, dan kajian-kajian di Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara yang baru saja didirikan, diresmikan oleh Jendral Wiranto (9/8) lalu.

Prof. Yudian Wahyudi berharap, semua alumni UIN Sunan Kalijaga menjadi sarjana-sarjana yang mengedepankan akhlak Kharimah dan mengembangkan keilmuan yang Rahmat bagi semesta alam (weni Hidayati-Humas UIN Sunan Kalijaga).