Studi Kasus Muslim Rohingya di Myanmar Mengantarkan Tim UIN Suka Juara III Nasional

Kompetisi-kompetisi keislaman di kancah nasional semakin inten diselenggarakan. Berbagai kemenangan yang kerap diraih mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memberikan semangat tersendiri bagi mahasiswa yang lain untuk menyusul meraih juara. Afrida Arinal Muna, yang sudah beberapa kali meraih kejuaraan, kali ini bersama 2 rekannya, Muhammad Radya Yudantiasa dan Misbah Hudri (ketiganya adalah mahasiswa Prodi Ilmu al Qur’an dan Tafsir), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, kini berhasil meraih kemenangan lagi. Mereka bertiga berhasil meraih Juara III dalam Kompetisi Pembinaan dan Pengkajian Islam melalui lomba karya tulis ilmiah al Qur’an,(LKTI-A) yang diselenggarakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Setelah masuk dalam 10 besar tim dari UIN Sunan Kalijaga ini bersaing dengan 9 terbaik dari berbagai universitas di Indonesia dalam babak final pada 17/11/17 lalu, di Universitas Lampung. Tim UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang pada presentasi final diwakili Muhammad Radya Yudantiasa berhasil diposisi juara III melalui karya tulis berjudul “Pandangan al-Qur’an tentang Penindasan (Studi Kasus Muslim Rohingya di Myanmar).”

Ditemui selepas lomba di kampusnya Afrida memaparkan, karya ini hadir sebagai tanggapan dari keresahan atas fenomena problem sosial kemanusiaan banyak terjadi. Salah satunya adalah di negara Myanmar. Konflik yang terjadi adalah konflik yang didasari oleh diskriminasi karena perbedaan etnis dan agama. Etnis Rohingya yang beragama Islam tidak diakui dan tidak diberikan kewarganegaraan. Itulah mengapa kerap terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat yang pro pemerintah junta militer dan juga oleh pemerintah Myanmar. Konflik terakhir yang terjadi pada tanggal 25 Agustus 2017. Menyebabkan banyak korban yang melarikan diri ke Bangladesh. Namun, jauh sebelum itu kasus pembantaian terhadap etnis Rohingya muslim telah terjadi sejak 1942.

Al-Qur’an jelas melarang segala macam bentuk penindasan karena jelas penindasan itu tidak sesuai dengan maqashidus syari’ah. Hak-hak yang dimiliki manusia harus dijaga agar manusia tetap bisa mempertahankan eksistensi dirinya. Dalam kasus Rohingya di Myanmar, segala aspek-aspek yang mencakup kehidupan dasar manusia dilanggar. Mulai dari agama, jiwa, harta, akal, dan keturunan. Dengan demikian, perlu adanya upaya yang bisa menyelesaikan problematika tersebut. Menurut kami, akar permasalahan dari problem tersebut badalah kurangnya rasa toleransi antar umat satu dengan umat lainnya. Dalam sebuah keragaman, toleransi merupakan sebuah keharusan. Jika toleransi dapat dijalankan dengan baik, mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Dan yang terakhir adalah peran pemerintah Myanmar sebagai pemegang otoritas tertinggi. Dalam beberapa kesempatan PBB sudah mengingatkan agar masalah Rohingya ini bisa diselesaikan dengan cara yang baik. Seharusnya pemerintah Myanmar bisa memikirkan kembali kebijakan yang diambil agar bisa muncul kemaslahatan dalam Negara Myanmar sehingga tidak akan lagi terjadi kasus-kasus diskriminasi kepad akaum Minoritas.

Pandangan al-Qur’an terhadap kasus penindasan muslim Rohingya di Myanmar, khususnya problem sosial. Pandangan al-Qur’an tentang penindasan Muslim Rohingya di Rohingya, salah satu tawaran untuk menyikapi kasus kemanusiaan tersebut adalah membingkai tabayyun dalam mengiringi nilai toleransi.

Pada kompetisi kali ini, Juara I diraih tim dari Institut Pertanian Bogor dengan judul " TEKO TUBA: Teknologi Konservasi Hulu DAS Tulang Bawang di Lampung Barat Berbasis Al-Qur’an .” Juara 2 tim dari Universitas Negeri Sebelas Maret dengan judul " Analisis Kasus ‘Aul Dalam Pembagian Harta Warisan di QS. An-Nisa (4) ayat 11-12 dengan Metode Pemodelan Matematika Kalkulus Differensial-Integral. " Dan juara 3 berhasil diraih oleh tim dari UIN Sunan Kalijaga dengan ketua tim Muhammad Radya Yudantiasa (Tim Humas)