UIN Sunan Kalijaga Memberi Pembinaan Kepada 698 Mahasiswa Bidikmisi

Dosen Pendamping dan mahasiswa peraih beasiswa bidikmisi

Bagi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, pembinaan dan arahan diperlukan untuk sukses dalam studi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Monitoring dan Evaluasi kepada 698 mahasiswa bidikmisi dari angkatan 2014, 2015, 2016 dan 2017 di gedung Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah, Selasa(9/1) kemarin.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D dalam kesempatan tersebut meminta agar mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi bersyukur. Tanda syukur mereka wujudkan dengan mengoptimalkan potensi untuk meningkatkan prestasi dan meraih gelar sarjana dengan nilai tinggi, sehingga nantinya mereka bisa menjadi khalifah sesuai bidang serta keahlian mereka masing-masing.

“Saya dulu belum merasakan beasiswa seperti sekarang ini ketika menempuh sarjana. Berbagai pekerjaan dilakukan, sampai pernah menjadi kernet dijalani untuk biaya kuliah. Saat ini kita patut senang dan bersyukur karena bidikmisi sangat membantu umat Islam. Ini bukti bahwa nilai Pancasila pada sila ke lima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia terlaksana untuk umat Muslim,” tutur Yudian Wahyudi.

Yudian menyampaikan bahwa penerima bidikmisi merupakan manusia pilihan. Akal yang dimiliki bisa menjadi modal untuk sukses dunia dan akhirat dengan menguasai ilmu pengetahuan, mempunyai keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mempunyai amal atau karakter yang baik. “ Selain spiritualitas mahasiswa bidikmisijuga harus menguasai bahasa asing baik Arab dan Inggris atau yang lainnya, sebagai modal awal membangun bangsa ini lebih maju”, kata Yudian.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. H. Waryono, M.Ag mengingatkan kepada penerima beasiswa agar komitmen pada kontrak yang disepakati untuk mendapatkan bidikmisi. Salah satunya mahasiswa harus lulus pada semester delapan. “Jangan sepelekan perjanjian yang sudah dibuat, karena akan berdampak pada kuota calon penerima beasiswa berikutnya,” ucap Waryono.

Waryono menambahkan apabila mahasiswa mempunyai kendala akademik agar melaporkan ke pembina bidikmisi. Kesulitan proposal atau pembimbing skripsi bisa minta bantuan kepada Wakil Dekan masing-masing fakultas agar terselesaikan. “ Mahasiswa diharapkan fokus pada kuliah jangan sambil kerja, insyaallah biaya bidikmisi cukup sesuai kelayakan hidup di DIY,” terang Waryono.

Kegiatan pembinaan penerima bidikmisi ini diisi dengan membuat kelompok diskusi besar yang dipandu oleh masing-masing Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama dari setiap fakultas. Para mahasiswa menyampaikan prestasi yang diraih atau kendala kuliah dan diberi solusi oleh dosen pembina untuk dicarikan cara penyelesaiannya. (Khabib/humas)