Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Suka Tambah Satu Doktor Baru

Yogyakarta-‘Jika organisasi ingin berhasil dalam mengimplimentasikan perubahan, maka strategi perubahan harus dikembangankan dengan menekankan pada proses psikologis anggotanya. Luputnya perhitungan proses psikologis dalam menyusun strategi perubahan kemungkinan akan mengakibatkan kegagalan perubahan ‘, hal ini disampaikan oleh Erika Setyanti Kusumaputri dalam ujian terbuka Promosi Doktor di Gedung Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada, 6 Januari 2014.

Erika Setyanti Kusumaputri (38 tahun) berhasil mempertahankan Disertasinya yang berjudul ‘Kontribusi Kapabilitas Organisasi, Partisipasi, Iklim Perubahan Terhadap Komitmen Pada Perubahan Melalui Keterbukaan Pada Perubahan di Institusi Perguruan Tinggi’ dihadapan penguji yang terdiri dari; Prof. Dr. Faturachman, MA, Prof. Dr. T. Dicky Hastjarjo, Ph.D., Prof. Asmadi Alsa, S.U, Dr. Wisjnu Martani, S.U., Achmad Sobirin, MBA. , Ph.D., Rachmat Hidayat, M.Sc, Ph.D., dan tim Promotor yang terdiri; Fathul Himam, M.Psi, MA. Ph.D., Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., IJK Sito Meiyanto, Ph.D.

Putri kelahiran Yogyakarta ini menegaskan bahwa Subyek dalam penelitian ini terdiri dari para dosen dari dua universitas Islam yaitu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 214 dosen. Penelitian ini bertujuan menganalisis anteseden komitmen pada perubahan organisasi, yang difokuskan pada perubahan di Perguruan Tinggi Islam yang mengalami perubahan dari IAIN menjadi UIN. Hipotesa yang diambil adalah ‘terdapat pengaruh kapabilitas organisasi partisipasi, dan iklim organisasi terhadap komitmen pada perubahan yang dimediasi oleh keterbukaan pada perubahan’.

Erika kembali menuturkan bahwa penelitian ini secara garis besarnya bertujuan untuk : ( 1 ) mengetahui relevansi antara model teoritis dari kemampuan organisasi , partisipasi , iklim perubahan dan keterbukaan terhadap kontribusi perubahan terhadap komitmen untuk mengubah dirinya sendiri , (2 ) mengukur pengaruh kemampuan organisasi , partisipasi , dan iklim kontribusi perubahan dalam memprediksi komitmen untuk mengubah melalui keterbukaan untuk berubah.

Dalam uraian ringkasan disertasinya, Erika menjelaskan dari Jumlah sampel sebanyak 214 dosen , dengan menggunakan metode quota sampling dan Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dalam bentuk skala . Data dianalisis dengan menggunakan Structural Equation Model ( SEM ) . itu hasilnya : ( 1 ) model teoritis yang digunakan dalam penelitian ini adalah benar dan sesuai dengan data empiris , (2 ) koefisien determinasi ( R2 ) dari komitmen untuk perubahan adalah 15,1 % yang berarti bahwa 15,1 % comitment perubahan dapat dijelaskan atau diprediksi melalui variabel kemampuan organisasi , partisipasi, iklim perubahan dan keterbukaan terhadap perubahan, (3) model ini dapat diterima berdasarkan hasil uji model fit , nilai chi -square dari 60.785 dan 0.275 ( > 0,05 ) probabilitas , 0997 ( hampir 1 ) nilai CFI , dan 0,022 ( < 0,08 ) nilai RMSEA , itu berarti bahwa model teoritis yang menentukan komitmen untuk mengubah memiliki ditemukan , berdasarkan peran kemampuan organisasi , paiticipation , yang iklim perubahan dan keterbukaan pikiran terhadap perubahan dalam menentukan pembentukan komitmen untuk berubah. Peran mediator dalam bentuk keterbukaan pikiran terhadap perubahan yang signifikan , karena tanpa mediator , yang kemampuan organisasi , partisipasi , dan iklim perubahan tidak memiliki dampak dengan komitmen untuk berubah. Berdasarkan penelitian ini , analisis terhadap pentingnya komitmen untuk mengubah diperlukan untuk pelaksanaan perubahan organisasi .

Dengan demikian lengkaplah sudah kebahagiaan dari civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, ditahun baru 2014 ini bertambahlah satu Doktor yang diharapkan mampu membangun Prodi Psikologi lebih baik. (Doni Tri Wijayanto-Humas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).