UIN Suka dan IIU Islamabad adakan Mou dan Kuliah Umum

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan International Islamic University, Islamabad-Pakistan telah adakan Mou dan Kuliah Umum. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pusat Administrasi Umum (PAU) UIN Suka, 21 Februari 2014. Dalam Mou ini pihak UIN Sunan Kalijaga di wakili oleh Rektor, Prof. Dr. Musa Asy’arie dan pihak IIU diwakili oleh President IIU, Prof. Dr. Ahmed Yousif A. Al-Draiweesh, turut menyaksikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan yaitu, H.E. Burhan Muhammad, Ph.D.. Ada pun poin penting dalam MoU antar kedua universitas adalah peningkatan kualitas akademik seperti Penelitian Ilmiaah, Pengembangan strategi pelatihan yang berkaitan dengan akademik, pertukaran dosen, penyediaan beasiswa pada mahasiswa kedua belah pihak serta pertukaran publikasi ilmiah.

Musa Asy’arie dalam sambutannya mengungkapkan bahwa, dengan adanya kerjaasama ini, semoga kualitas akademik dan mutu pendidikan di UIN Sunan Kalijaga semakin meningkat, seiring terwujudnya cita-cita UIN Suka untuk menjadi World Class University.

Seusai MoU, acara dilanjutkan dengan kuliah umum yang dihadiri oleh mahasiswa dan juga dosen dengan tema “ Islam Rahmatan Lil ‘alamin” yang disampaikan oleh President IIU, Prof. Dr. Ahmed Yousif A. Al-Draiweesh. “ Dalam uraiannya Prof. Ahmed antara lain memaparkan, dalam berbagai kunjungannya di berbagai negara, ia banyak memperoleh kesempatan dialog dengan para ulama dari berbagai negara yang ia kunjungi. Dari berbagai dialog terungkap, Ulama bersepakat bahwa ilmu pengetahuan adalah syarat mutlak untuk mengembangkan masyarakat yang damai dan sejahterra. Hal ini didukung Imam Ghazali yang mengatakan : tujuan hidup ada lima: 1. untuk menjaga akal, 2. Menjaga agama, 3. Menjaga pikiran, 4. Menjaga keturunan, dan 5. adalah menjaga kekayaan. Hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai kemanusian yaitu keamanan yang paling mutlak. Sebenarnya asas dari Islam adalah keamanan, untuk itu Islam seharusnya mampu menjamin keamanan negara maupun dunia karena Islam adalah rahmat bagi seluruh alam semesta dan bersifat Universal”, tutur Ahmed.

Ditambahkan, sesungguhnya Islam menyerukan perdamaian dunia dan saling bekerjaasama. Sebenaarnya terorisme bukanlah Islam. Islam itu penuh cinta dan kasih sayang serta sangat menjunjung tinggi hak-hak manusia. Islam hendaknya selalu menyerukan perdamaian dunia, saling bekerjasama, menjauhkan slogan-slogan perdamaian yang hanya di lisan saja, tetapi terimplementasi dalam setiap denyut kehidupan. Oleh karenanya pengembangan keilmuan Islam diharapkan dapat melahirkan generasi yang menyebarkan keamanan, amanah, menjauhkan sikap ekstrimisme dan terorisme.

Setelah memberikan kuliah umum, Ahmed juga diberikan penghargaan untuk menjadi Khatib dan Imam pada sholat Jumat yang dilangsungkan di Laboraturium Agama UIN Sunan Kalijaga dengan menggunakan Bahasa Arab. (Doni Tri W-Humas UIN Suka)