Fakultas Soshum Adakan Diskusi Ekonomi Kerakyatan

“ Kelangsungan kehidupan perkoperasian di Indonesia memang selalu mengalami kondisi yang fluktuatif, koperasi saat ini seolah-olah tersingkir dari produk-produk perbankan. Kenyataan inilah yang menjadikan tantangan terbesar bagi kelangsungan hidup koperasi, untuk menerapkan strategi yang jitu untuk menarik masyarakt bergabung menyemakrakan koperasi”. Hal ini disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik , Drs. H. Oman Fathurohman SW, M.Ag, saat membuka Diskusi Ekonomi Kerakyatan dengan tema “Koperasi Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan”, yang diselelnggarakan di Gedung Teatrikal Fakultas Isoshum, 25/02/2014.

Dalam diskusi ini mengundang naarasumber diantaranya, Bpk. Sukahno (Manager Koperasi Mendasar, Gunungkidul) dan Tarli Nugraha, M.Si, (Peneliti Institute for Policy Studies, Jakarta). Sukahno memaparkan 3 pilar pondasi kuat sebuah koperasi ada 3, yaitu: 1. Pendidikan bagi anggota dan pengurus, 2. Solidaritaas, yang berarti saling bantu membantu antar anggota dan pengurus koperasi, 3. Keswadayaan, yang berarti kesadaaaran para anggota dan pengurus bahwa modal utama adalah dari mereka baik materiil maupun spirituil.

“ saat ini anggota koperasi Mendasaar Gunungkidul sudah mencapai 1555 dengan total aset kurang lebih 9,5 milyar. Pencapaian hasil ini diperoleh tidak mudah, hal ini diperoleh dari perjalanan panjang sejak berdirinya tahun 80’an. Memanfaatkan tanatangan sebagai peluang adalah kuncinya, Gunungkidul adalah daerah yang terkenal tandus dan bebatuan, untuk dikembangkan pertanian juga kurang maksimal, maka dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan didirikanlah koperaasi mendasaar. Atas keuletan semua pihak dan koordinasi dari Lurah, Dukuh, Perangkaat desa dan masyarakat maka koperasi Mendasaar berkembang pesat”, tutur Sukahno antusias menceritakan perjalanan hidup koperasi Mendasaar.

Sukahno menambahkan bahwa koperasi Mendasar berkembang baik kaarrena selalu menerapkan 3 aspek penting yaitu, kejujurrran, keulettan dan kedisiplinan. (Doni Tri W-Humas UIN Suka).