PUSAT LAYANAN DIFABEL (PLD) UIN SUNAN KALIJAGA TOLAK PERSYARATAN DISKRIMINATIF SNMPTN

Selasa, 11 Maret 2014, bertempat di Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga, 35 elemen organisasi elemen masyarakat difabel mengadakan konferensi pers yang menyatakan penolakan dan protes terhadap sikap diskriminatif pada persyaratan SNMPTN dengan mencantumkan syarat tak menyandang beragam jenis disabilitas bagi pendaftar seleksi masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2014. Direktur Sigab Yogyakarta, Joni Yulianto, mengatakan pemberlakuan syarat larangan difabel mengikuti SNMPTN 2014 diskriminatif dan melanggar hak asasi manusia. “Melanggar hukum dan inkonstitusional,” katanya. Lebih jauh joni menegaskan pihaknya mendesak Mendikbud, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia dan Panitia Pelaksana SNMPTN 2014 untuk segera mencabut persyaratan tersebut. Sebab persyaratan tersebut menghalangi difabel menjadi peserta SNMPTN 2014 atau mendapatkan pendidikan tinggi.

Mewakili Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga, Dr. Rofah menyatakan syarat-syarat yang ditetapkan oleh sebagian program studi di berbagai PTN dalam SNMPTN 2014 yang menyebutkan syarat bebas disabilitas tertentu adalah ketentuan diskriminatif. Kenyataan di lapangan beberapa perguruan tinggi negeri yang masuk SNMPTN juga tidak memberlakukan kebijakan secara seragam. Di UIN Sunan Kalijaga, lanjut Dr. Rofah , sudah agak longgar. Persyaratan diskriminatif di beberapa Program Studi baik IPA maupun IPS sudah dirubah menjadi semakin inklusif. (zie)