Analisis Doktoral Agus Waluyo Pemikiran Ekonomi Islam Ala M. Umer Chapra Sejahterakan Umat Secara Merata

Analisis Doktoral Agus Waluyo
Pemikiran Ekonomi Islam Ala M. Umer Chapra Sejahterakan Umat Secara Merata
Agus Waluyo (39 tahun) mengatakan, salah satu pemikiran ekonomi Islam yang layak dipertimbangkan di era global sekarang adalah pemikiran M. Umer Chapra. Salah satu poin penting pemikiran Chapra adalah mengaitkan tujuan ekonomi Islam dengan kesejahteraan yang digali dari konsepmaqasid(mencapai kebahagiaan di bawah ketentuan hukum Tuhan). Chapra dikenal konsisten dalam membangun kerangka ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia sebagai upaya merealisasikanmaqasid.Sementara untuk merealisasikanmaqasiddalam bidang ekonomi, maka banyak hal yang harus distrukturisasi. Diantaranya menstrukturisasi makna barang dan jasa sebagai kebutuhan. Kebutuhan dogolongkan menjadi 3 (keperluan, kesenangan, kemewahan). Keperluan adalah kebutuhan dasar manusia. Kesenangan adalah komoditi yang penggunaannya menambah efisiensi pekerja, namun tidak seimbang dengan biaya komoditi. Sedangkan kemewahan adalah komoditi/jasa yang penggunaannya tidak menambah efisiensi atau menguranginya. Keperluan termasuk dalam kategorineeds, sedangkan kesenangan dan kemewahan termasuk dalam kategori keinginan(want).Dalam teori ekonomi konvensional, keinginan(wants)dan kebutuhan(needs)muncul dari naluriah manusia. Namun keinginan dipengaruhi oleh nilai meterialisme dan hedonisme. Sementara dalam pandangan ekonomi Islam, kebutuhan muncul dari keinginan naluriah manusia, namun tidak semua keinginan naluriah manusia adalah kebutuhan. Hanya keinginan yang mengandungmaslahahyang dapat dikategorikan kebutuhan. Ekonomi konvensional tidak membedakan antara kebutuhan dan keinginan (kebutuhan dianggap sebagai keinginan dan sebaliknya). Bila tidak terpenuhi memberikan efek negatif yang sama, yakni kelangkaan. Dari pahan ekonomi konvesional ini memunculkan konsekuenasi, sumber-sumber daya alam dikuras membabi-buta, sehingga dapat merusak keseimbangan ekologi.
Pemahaman seperti ini diperoleh Dosen STAIN Salatiga ini, setelah pihaknya melakukan riset terhadap permikiran M. Umer Chapra tentang ekonomi Islam. Hasil riset putra kelahiran Grobogan ini dipresentasikan untuk memperoleh gelar Doktor Bidang Ekonomi Islam, Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, dengan mengangkat judul “Pemikiran Ekonomi Islam M. Umer Chapra”. Agus Waluyo mempertahankan karya Doktoralnya di hadapan tim penguji antara lain : Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, MA., Dr. H. Syafiq Mahmadah Hanafi, M. Ag., Dr. H. Muhammad, M. Ag., Dr. Ibnu Qizam, SE., M. Si., Akt., Prof. Dr. Abd. Salam Arief, MA., (promoter merangkap penguji), Drs. Masyhudi Muqorobin, M. Ec., Ph.D., Akh.(promoter merangkap penguji). Bertempat di ruang promosi Doktor,Convention Hall, kampus UIN Sunan Kalijaga, Selasa, 25 Maret 2014.
Pemikiran Chapra juga membahas ekonomi Islam berkait dengan intervensi negara. Menurut Chapra, demikian kata Agus Waluyo, intervensi negara bisa dilakukan, misalnya, jika terjadi kenaikan harga akibat penimbunan barang. Namun intervensi tidak bisa dilakukan secara membabi-buta, yang mengakibatkan ketimpangan. Intervensi negara harus dilakukan berdasarkan analisis mendalam dan memadahi oleh ahli di bidangnya. Dalam bidang konsumsi, upaya merealisasikanmaqasiddilakukan dengan mengubah preferensi konsumen. Konsumsi untuk barang-barang perantara dan kemewahan dikurangi. Kebutuhan dikatgorikan menjadi 3 hal : kebutuhan pokok, kecukupan, dan keindahan. Pembagian kebutuhan ini dilakukan agarmaqasidbisa direalisasikan dalam bidang ekonomi, tidak hanya dalam hal konsumsi, tetapi juga produksi dan distribusi. Sementara untuk mengubah preferensi konsumen adalah dengan menerapkan filter ganda. Filter moral dan filter harga. Jika filter harga tidak berjalan efektif, untuk barang-barang bukan kebutuhan pokok, maka digunakan filter moral untuk mengurangi konsumsi barang mewah.
Dijelaskan, nilai moral dan sistem motivasi akan dapat mendorong orang-orang kaya mematuhi nilai-nilai tersebut. Sistem motivasi dapat mendorong individu agar bekerja keras dan bekerja sebaik baiknya untuk kepentingan masyarakat, melalui penyaluran zakat, infaq, sadaqah dan lain-lain. Sistem motivasi ini berbeda dengan kapitalisme, yang hanya memotivasi individu untuk kepentingan pribadinya.
Sementara mekanisme filter dan sistem motivasi tidak akan bermakna jika tidak dilengkapi dengan sebuah lingkungan sosio-ekonomi dan politik yang kondusif untuk merealisasikan tujuan. Oleh karena dibutuhkan restrukturisasi dalam berbagai bidang, baik sosial, ekonomi dan politik. Berkaitan dengan restrukturisasi tersebut, Chapra berpendapat, ada 4 elemen pokok yang perlu diperhatikan, yakni : pemanfaatan secara murni sumber daya amanat, bantuan sosial diri sendiri melalui pembayaran yakat, sedekah, warisan dan reorganisasi sistem finasial yang ada.
Untuk melakukan restrukturisasi keuangan, maka lingkungan ekonomi dan keuangan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga dapat berjalan secara seimbang. Restrukturisasi harus tercipta secara sistematis komprehenshif dan jangka panjang. Di samping itu harus berorientasi pada 3 hal. Pertama, menghidupkan faktor manusia, sehingga dapat melakukan tugasnya untuk menciptakan efisiensi dan efektifitas. Kedua, mengurangi resiko konsentrasi ekonomi, sumber daya, informasi dan politik, Ketiga, membentuk tatanan institusi sosial, ekonomi dan politik sesuai tujuan syari’at. Restrukturisasi tersebut tidak dapat terwujud kecuali negara berperan aktif.
Menurut promovendus, pemikiran Ekonomi Islam Chapra dapat menjadi acuan untuk mengembangkan sistem ekonomi di Indonesia ke depan, dalam upaya mencapai kesejahteraan seluruh warga negara Indonesia secara adil dan merata. (Weni Hidayati – Humas UIN Sunan Kalijaga).