Fakultas Sains dan Teknologi Uin Sunan Kalijaga akan seminarkan Penyembuhan Kanker Metode Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT)

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Drs. H. Akh. Minhaji, Ph.D., mengatakan, perkembangan teknologi di Indonesia bidang kesehatan mulai tumbuh. Salah satu yang sekarang lagi berkembang adalah aplikasi teknologi tomografi di dunia kedokteran. Ilmu tomografi yang digunakan dengan objek gelombang bisa mendeteksi dan menghancurkan sel kanker. Dengan metode eksperimen yang dikembangkan oleh Dr.Warsito Purwo Taruno, M.Eng terciptalah alat terapi kanker berbasis listrik statis. Hal ini disampaikan Minhaji di ruang kerjanya, Selasa, 22 April 2014.

Dijelaskan Minhaji, Teknologi tomografi medan listrik tiga dimensi(Electrical Capacitance Volume Tomography/ECVT) yang dikembangkan Dr. Warsito merupakan kali pertama revolusi ilmu pengetahuan bidang kesehatan di Indonesia. Dengan menggunakan metode Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT), terapi kanker bagi pasien tidak lagi masuk ke dalam tabung MRI untuk di scan. Hanya menggunakan medan listrik alat ini mampu membunuh sel-sel kanker di bagian tubuh penderita.

Dr.Warsito membuat teknologi ECVT dalam berbagai bentuk unik, ada yang mirip helm, bra, dan celana, yang disesuaikan fungsinya untuk kanker otak, payudara, atau prostat dan sebagainya. Dari hasil penelitian dan praktek teknologi ECVT yang dilakukannya banyak pasien kanker yang sembuh dari derita penyakitnya.

Namun disisi lain, karena alat temuan Dr.Warsito masih menunggu proses pengajuan hak paten dan harus melewati uji klinis di Indonesia, metode penyembuhan kanker belum bisa dengan mudah disosialisasikan kepada masyarakat luas, Sehingga perlu upaya pengembangan dan pendekatan agar mendapat pengakuan dari dunia medis. Dan untuk mendapatkan pangakuan dari dunia medispun ternyata tidak mudah. Ada tirai penghalang yang perlu dilewati dengan cara-cara tertentu yang maslahat. Salah satu forum yang bisa dianggap maslahah adalah melalui dunia akademik.

Sementara dari wawancara di Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga, Dr. Warsito menyampaikan, upaya untuk mensosialisasikan temuan ini tidak mudah, ada kendala kendala tertentu yang harus ditembusnya. Padahal temuan ini amat dibutuhkan masyarakat, utamanya para penderita kanker. Misalnya, belum lama ini (Kamis, 24 Oktober 2014), Warsito gagal menjadi pembicara dalam seminar deteksi dini kanker di Hotel Sahid Jakarta, Rencana presentasi temuan rompi anti kanker waktu itu mendapat protes dari asosiasi dokter. Padahal undangan menjadi pembicara dalam seminar ini awalnya juga dari Kementerian Kesehatan, tapi Kementerian Kesehatan sendiri yang tidak memberi ijin berbicara, karena diprotes asosiasi dokter, jelas Warsito.

Menurut Warsito, rencananya presentasi ECVT itu akan disampaikan Warsito dalam seminar bertajuk “Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Menggunakan Metode Non-Radiasi”. Dijelaskan Warsito, teknologi tomografi medan listrik tiga dimensi atau electrical capacitance volume tomography (ECVT) adalah temuannya yang telah dipatenkan di Amerika dan lembaga paten internasional PTO/WO tahun 2006. Teknologi itu bahkan telah digunakan oleh NASA untuk memindai obyek dielektrika pada pesawat ulang-alik selama misi ke antariksa. Sistem pemindai ini mirip CT Scan dan MRI untuk melihat apa yang terjadi di dalam tubuh manusia. Tetapi perangkat ini lebih canggih karena pasien tak perlu masuk ke dalam tabung seperti kerja MRI. Dengan memanfaatkan perangkat ini penderita kanker bisa sembuh dengan beaya yang terjangkau dan proses yang nyaman.

Yang membuat Pihaknya tidak habis pikir, di negara lain, teknologi temuannya bisa dipatenkan, kenapa di negeri sendiri tidak di suport, memberi penjelasan saja di larang, apalagi medapat hak paten?

Untuk mensosialisasikan manfaat temuan ini kepada masyarakat, utamanya bagi penderita kanker, agar yakin bahwa sakit kanker bisa sembuh dengan metode ECVT, CTECH Labs Edward Tecnology basis pengembangan penelitian, Dr.Warsito bekerjasama dengan jurusan Fisika Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan seminar penyembuhan kanker metode Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT). Kegiatan ini sebagai diseminasi ilmu pengetahuan bidang Fisika untuk masyarakat, Tambah Minhaji.

Seminar ini terbuka untuk masyarakat umum khususnya pasien sebagai informasi baru alternatif penyembuhan penyakit kanker yang aman. Pada kegiatan ini juga akan ada simulasi deteksi kanker dengan alat Electrical Capacitance Volume Tomography(ECVT) temuan Dr.Warsito. Seminar akan dilaksanakan pada hari Kamis 1 Mei 2014 di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pada kegiatan ini juga diselenggarakan aksi solidaritas penderita penyakit kanker, bagi peserta yang datang bisa menyumbangkan sebagian rezekinya sebagai aksi peduli terhadap sesama. Dana yang terkumpul akan disumbangkan kepada Yayasan Kanker Indonesia cabang Yogyakarta.

Bagi yang ingin mengikuti forum ini, mendaftar melalui email panitia.saintek@gmail.com atau bisa langsung ke Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta atau menghubungi contact person panitia Habib (085729795159) dan Iqbal (08994131573) paling lambat tanggal 26 April 2014. (Humas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).