“Islam and Moeslim in American: Community Development Perspective”

Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta adakan kuliah umum dengan tema “Islam and Moeslim in American: Community Development Perspective”. Kegiatan ini diselenggarakan Senin, 28 April 2014 di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kuliah umum ini menghadirkan pembicara yang berasal dari Amerika yaitu Jaye Star (akademisi dan seorang mualaf di Amerika).

Kuliah umum dibuka oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. Waryono, M.Ag.. Menurut Waryono pemilihan tema sangatlah tepat karena stereotip yang berkembang pasca tragedy WTC tahun 2001 yang menelan ribuan korban orang Barat dan pelakunya merupakan organisasi atau orang Islam. Untuk itulah pada kesempatan kuliah umum ini diharapkan mahasiswa selain mendapatkan gambaran kehidupan sosial-keagamaan Muslim di Amerika yang hidup dalam bayang-bayang stereotip kekerasan. “Dengan kuliah umum ini semoga dapat membantu mahasiswa dalam melihat permasalahan sosial, ekonomi, politik, dan kehidupan beragama di Negeri Paman Sam tidak semata berdasarkan fanatisme (agama); tetapi juga dengan analisis keilmuan sosial-humaniora”, tambah Waryono.

Dalam kuliah umum ini, Jaye Star menyampaiakan, sekulerisme yang ada di Amerika bukan berarti masyarakat USA tidak beragama, melainkan hanya membatasi Pemerintah untuk tidak ikut campur tangan dalam urusan agama seseorang, karena agama adalah urusan setiap pribadi masing-masing individu. Masyarakat amerika adalah orang yang agamis sesui dengan agamanya masing-masing.

“ Islam di Amerika adalah minoritas, dan untuk menemukan masjid sangatlah susah karena di Amerika Masjid masih sangat jarang, bahkan untuk melaksanakan sholat 5 waktu sampai menggunakan sisi ruangan yang kecil, dihalaman atau ruang terbuka. Masjid di Amerikan dijadikan pusat pembelajaran komunitas bagi pemeluk Agama Islam seperti, diskusi, siraman rohani dan puncak kegiatan berada pada masa bulan ramadhon. Muslim yang ada di Amerika sangatlah variatif karena berasal dari berbagai negara dan berbagai mahzab. Seiring berkembangnya Islam di Amerika, terbentuk organisasi keislaman seperti, Islamic Society of North America (ISNA), Islamic Circle of North America dan Muslim Student Association (MSA). Organisasi ini selanjutnya menjadi wadah bagi masyarakat islam di Amerika untuk berdialog dengan negara terkait dengan kebijakan-kebijakan pemerintah”, tutur Jaye Star.

Dengan dilaksanakan kuliah umum ini, Ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), M. Fajrul Munawir, M.Ag. berharap, mahasiswa dan alumni PMI Fakultas Dakwah dan Komunikasi dapat, membantu memperluas cakrawala pengetahuan dan bersaing di kancah global serta mengetahui keberadaan minoritas Muslim di Amerika. (Doni Tri W-Humas UIN Suka)