Milad Ke-16 UKM JQH al-Mizan Gelar “Lentera Peradaban”

Yogyakarta-(16-19/4) Dalam rangka memperingati milad yang ke 16, UKM JQH al-Mizan mengadakan Semarak Miladiyah XVI yang bertajuk “Lentera Peradaban”. Acara yang berlangsung selama 4 hari ini bertemakan “Menjaga Khazanah, Memperkokoh Jati Diri”.

Muhsinin Selaku Ketua Panitia mengatakan, Semarak Miladiyah dimulai dengan Grand Opening dan dilanjutkan dengan Bazar, Pameran Kaligrafi, Musabaqoh Qiroatil Kutub, Seminar Tahfizh, Festival Anak Sholeh Indonesia, Sima’an al-Quran, Workshop Nasional Tilawatil Quran, Malam Berkah, Temu Alumni dan diakhiri dengan Malam Puncak “Tadarus Nusantara”.

Grand Opening Lentera Peradaban secara resmi dibuka oleh wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag. Dalam sambutannya, Waryono memberikan apresiasi kepada al-mizan yang sesuai dengan namanya “timbangan”, al-mizan menjadi penyeimbang kehidupan kampus UIN yang bernafaskan Islami. Dalam pembukaan tersebut juga sekaligus membuka pameran kaligrafi dan bazar yang berlangsung selama rangkaian acara Lentera Peradaban.

“Musabaqoh Qiroatil Kutub yang diikuti oleh 30 orang peserta dari kalangan mahasiswa dan pesantren. Sebagai dewan juri, bapak Mustaqim mengatakan bahwasanya MQK merupakan salah satu roh dari UIN, terutama bagi jurusan Ilmu al-Quran dan Tafsir. Pada hari pertama juga berlangsung Seminar Tahfizh yang mengambil tema “the miracle of tahfizh, sukses kuliah sukses menghafal” yang dihadiri sekitar 300 peserta di Convention Hall”, jelas Muhsinin.

Muhsinin menambahkan bahwa, Pada hari ketiga, sebagai wujud doa dan usaha untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Kholiq, diadakan sima’an al-quran yang dilanjutkan dengan malam berkah pada malam harinya bersama Ust. Sholeh Ilham, S.Th.I dari Kudus.Sebagai wujud apresiasi kepada ibu-ibu yang dengan usianya yang sudah tidak muda lagi tetapi mempunyai semangat untuk nguri-nguri sholawat dan kesenian hadrah, juga diadakan Festival hadrah Ibu-Ibu Se-DIY yang diikuti oleh 10 grup. Pada hari itu pula diadakan Workshop Nasional Tilawatil Quran yang diisi oleh Ust. Muhammad Ali yang merupakan Qori Internasional sekaligus pembina LPTQ Nasional. Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore tersebut dihadiri oleh sekitar 200 peserta.

Pada Malam Puncak Lentera Peradaban diisi oleh Pementasan Nusantara dan Kyai Amin Budi Harjono dari Semarang tersebut. Turut hadir Kepala Biro AAKK, Drs. H. Maskul Haji M.Pd.I, Pembina UKM JQH al-Mizan, Drs. Jarot Wahyudi, MH., MA, JQH el-Fasya UIN Semarang, JQH el-Febi’s UIN Semarang, JQH al-Wustho IAIN Surakarta dan masyarakat umum. (Doni TW-Humas).