CADAR: Membebaskan atau Membelenggu Perempuan?

CADAR: Membebaskan atau Membelenggu Perempuan? Penulis; Abdur Rozaki Jika merujuk pemikiran Murtadha Mutahhari (1990:34), perempuan bercadar itu memiliki asal usul dalam tradisi kepercayaan Persia Kuno, sebagaimana tradisi agama Zardasyt, yang menganggap perempuan sebagai mahluk yang tidak suci, karena itu diharuskan menutup mulut dan hidungya dengan sesuatu agar nafas mereka tidak mengotori a....

TOLERANSI HARGA MATI

Oleh: Dr. Hamdan Daulay, M.Si. M.A. Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Penyerangan gereja Santa Lidwina di Sleman, Yogyakarta pada hari Minggu 11 Februari 2018 sungguh tindakan biadab. Kerukunan yang sudah terjaga baik selama ini di Yogyakarta ternoda dengan tangan kotor orang tak bertanggungjawab dan anti Pancasila. Padahal selama ini Yogyakarta terkenal sebagai kota yang rukun, toleran, kota b....

OKI dan Penyatuan Kalender Islam Global

Oleh: Prof. Dr. Susiknan Azhari, M.A. (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) OKI adalah Organisasi Konferensi Islam yang didirikan di Rabat Maroko pada tanggal 12 Rajab 1389/ 25 September 1969 sebagai reaksi terhadap terjadinya peristiwa pembakaran masjid al-Aqsha. Pada tahun 2011 dalam pertemuan ke-38 Dewan Menteri Luar Negeri yang dilaksanakan tanggal 30 Juni 2011 di Kazakhstan memutuskan u....

Spirit Hijrah dan Penyatuan Kalender Islam

Prof. Dr. Susiknan Azhari (Guru Besar Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Keinginan untuk melakukan hijrah telah lama terbesit dalam hati Rasulullah saw. Namun selalu memperoleh rintangan dari kaum Quraisy Mekah. Berbagai literatur tentang sirah nabi menyebutkan bahwa perjanjian Aqabah satu dan dua menjadi modal besar bagi Muhammad untuk melakukan perubahan strategi dakw....

Evaluasi Akademik UIN Sunan Kalijaga

2004 merupakan tahun bersejarah bagi UN Sunan Kalijaga. Pada tahun itu, transformasi IAIN menjadi UIN sebagai fullfled university diresmikan. Itu berarti, pada tahun 2018, UIN Sunan Kalijaga telah menempuh perjalanan sejarahnya selama 14 tahun, satu masa yang bisa disebut relatif lama. Degan perjalanan sejarah selama itu, barangkali sudah saatnya untuk dilakukan evaluasi sebagai antisipasi menghad....

Puasa dan Kesejahteraan Hidup Bersama

Oleh Dr.KH. Waryono Abdul Ghafur,M.Ag. (Wakil Rektor Bidang III UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Manusia lahir dan hadir di dunia diberi modal berupa akal dan alat tubuh yang menunjangnya, seperti tangan, kaki, mulut, telinga, mata dan lain-lain. Dengan modal dan instrumen tersebut, manusia diberi kehormatan oleh Allah untuk menjadi khalifah-Nya sebagai pengelola bumi dan isinya. Hanya saja, b....

Menuju Penyatuan Kalender Islam

Oleh:Prof. Dr. Susiknan Azhari (Guru Besar Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Proses penyatuan kalender Islam telah lama diupayakan. Berbagai gagasan telah dikemukakan melalui ratusan artikel di media massa dan pertemuan baik nasional maupun internasional. Namun hingga kini belum tampak titik temu. Tidak dapat dipungkiri penyatuan kalender Islam melibatkan berbagai as....

K.H. Hasyim Muzadi dan Penyatuan Kalender Islam

Pada hari Kamis pagi tanggal 16 Maret 2017 bertepatan dengan tanggal 17 Jumadil akhir 1438 bangsa Indonesia kehilangan ulama besar K.H. Hasyim Muzadi. Beliau meninggal dunia di kediamannya di kota Malang Jawa Timur dan dimakamkan di Kompleks Pondok Pesantren Al-Hikam Depok sesuai amanatnya kepada keluarga. Berbagai media massa lokal maupun nasional yang terbit hari Jum’at 17 Maret 2017/ 18 Jumad....

Merawat Marwah Kebinekaan

Kebinekaan adalah kosakata lama yang selalu menyejarah di setiap lipatan zaman. Ia hadir sebagai pemandu jalan kehidupan yang di dalamnya terselip banyak ekspresi dan cara manusia memanifestasikan eksistensinya. Dalam konteks Nusantara, kebinekaan diperkenalkan oleh Sutasoma untuk menganggit sekian rupa, warna, dan corak yang terbangun dalam relasi sosial antar-individu dan kelompok. Bhinneka Tung....

Penafsiran Kontekstualis Atas Q.S. al-Ma’idah: 51

Oleh: Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, MA, WR II UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Ketua Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia (AIAT) Secara literal, Q.S. al-Ma’idah: 51 ini berisi tentang larangan umat Islam mengangkat kaum Nasrani dan Yahudi sebagai awliya’. Pertanyaannya adalah apa arti kata tersebut? Bagaimana konteks hiistorisnya? Dan apa ide moral yang mungkin dikandung oleh aya....