Menegakkan Keunggulan-Membangun Kapasitas (Menuju World Class University)

(Bagian pertama dari 3 tulisan)

World Class University: Tatangan dan Keniscayaan

World Class University (WCU) menjadi arusutama strategi pengembangan perguruan tinggi di dunia dalam era globalisasi dan dunia tanpa batas. Kesempatan dan peluang yang diciptakan dunia global, teknologi informasi dan transportasi memacu mobilitas sumber daya melampaui batasan nasionalisme, kebangsaan dan tradisi, termasuk agama. Keunggulan pengetahuan dan teknologi menjadi kekuatan hegemoni dunia dan membentuk karakter suatu bangsa. Secara lebih pragmatis, keunggulan tersebut menyediakan sumber daya manusia yang kompeten dan kompetitif yang di butuhkan sektor-sektor strategis. Saat ini negara-negara dengan sumber daya alam melimpah masih menggantungkan tenaga ahli dari negara lain dengan keunggulan tersebut, termasuk Indonesia. Sampai saat ini ketergantungan Indonesia terhadap teknologi dan tenaga ahli asing masih cukup tinggi meskipun beratus universitas telah melahirkan beribu dan, bahkan berjuta alumni. Rendahnya kualitas sumber daya Indonesia menimbulkan krisis ‘middle management’ pada industri atau sektor-sektor strategis di Indonesia. Posisi ini banyak diisi oleh para ahli menengah dari negara tetangga seperti Singapura, India dan Australia ( The Jakarta Post, 29 May 2013).

Diawal 2015, Indonesia dihadapkan pada pembentukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang membuka sekat regional secara politis, ekonomi dan budaya. MEA harus menjadi momentum pembenahan universitas di Indonesia karena menyangkut persoalan otentisitas dan relevansi produk universitas yang paling riil dihadapi yang berupa keunggulan pengetahuan dan ketrampilan. Seperti ditegaskan oleh Foucoult bahwa pengetahuan adalah kekuasaan (knowledge is power) dalam arti bahwa keunggulan produk pengetahuan akan menjadi basis penguasaan kawasan (Michel Foucoult, Knowledge and Power, 20010). Penguasaan kawasan MEA akan memberikan legitimasi dan relevansi bangsa Indonesia, baik dari segi modal intelektual (Intellectual capital), soft skills pada aspek tata-kelola dan manajemen (governance and management ) maupun hard skills menguasaan informasi dan teknologi. Keunggulan sumber daya akan memperluas peluang dan kesempatan tenaga kerja dan profesionalisme yang mendorong pada kemandirian individu dan mengurangi beban negara dalam menjamin kelayakan hidup warganya. Dengan demikian, kesejahteraan dapat dicapai secara riil dengan topangan partisipasi aktual warga negara dalam aktifitas-aktifitas strategis.

Masalah diatas merupakan tantangan bagi Indonesia yang memiliki jumlah populasi yang besar meski didukung oleh sumber daya alam yang luas. Jika pengelolaannya tergantung pada asing maka terjadi ‘ revenue flee’ yang merugikan perekonomian riil Indonesia. Berpangkal dari masalah diatas, gagasan pengembangan WCU bergulir pada awal tahun 2000 dimana Indonesia mulai memperhitungkan ‘ranking system’ dari universitas dunia seperti: Academic Ranking of World Universities (ARWU), The Times Higher Education Supplement (THES) maupun ranking universitas dunia secara elektronik melalui Webometric dan sejenisnya. Pada tahun 2003, tiga universitas di Indonesia masuk dalam ranking 500 terbaik dunia versi THES, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Univeritas Indonesia. Tiga tahin berikutnya bertambah Universitas Diponegoro (Undip) dan pada 2007 bertambah lagi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Airlangga (Unair). Masuknya univeristas-universitas ini membuktikan bahwa WCU bukan hanya utopia tetapi suatu harapan sekaligus tantangan (Rio Armanda Agustin, 2013).

Pemerintah Indonesia memiliki komitmen dan memberi peluang perguruan tinggi masuk dalam rangking WCU yang menjadi tantangan pembenahan internal, tidak terkecuali UIN Sunan Kalijaga. Perubahan status dari IAIN sebagai pusat pembelajaran agama Islam menjadi universitas secara inter-disipliner harus dimaknai sebagai strategi menuju World exellence sejajar dengan perguruan tinggi lainnya.

Siti Ruhaini Dzuhayatin

(Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Kalijaga)

Berita Terkait

Berita Terpopuler