BUDAYA AKADEMIK

suatu masyarakat tumbuh dan berkembang di atas suatu tradisi
sebagai landasan dari bangunan kehidupan masyarakat
tradisi menjadi ikatan dan rujukan bagi kelangsungan hidup masyarakat
tak terkecuali masyarakat di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
yang dibangun berdasarkan tradisi akademik
yang menjunjung tinggi nilai nilai
baik nilai logika, nilai etika maupun nilai estetika
memang suatu tradisi bisa berubah
dalam bentuk dan ekspresinya
tetapi nilai-nilai yang mendasari adanya suatu tradisi sebenarnya tidak berubah
nilai logika dalam suatu kebenaran tidak berubah
tetapi metodologi dan analisisnya bisa berubah
menyesuaikan dengan obyek kebenaran yang hendak dipikirkannya
karena itu kebenaran ekonomi bisa berbeda dengan kebenaran politik
demikian juga halnya kebenaran agama bisa berbeda dengan kebenaran ilmiah

juga nilai etika dalam suatu kebaikan tidak berubah
seperti menghargai sesama selalu baik dilakukan di mana pun
meski pun penghargaan bisa berbeda wujud dan bentuknya
apalagi nilai estetika dalam suatu keindahan juga tidak berubah
meski pun keindahan dalam lukisan berbeda dengan keindahan dalam musik
keindahan menjadi pucak penyatuan nilai
dalam estetika adalah logika
dalam estetika juga ada etika
puncak keindahan adalah pancaran keindahan Ilahi
yang menerangi jagad kehidupan semesta seisinya

masyarakat akademik adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai
perbedaan dan konflik dalam masyarakat akademik
menjadi energi kreatif yang mendorong munculnya peradaban
yang selalu memelihara keseimbangan kemajuan dan perubahan
dalam suatu harmoni kehidupan
yang mendasari perilaku masyarakat akademik
intelektualisme masyarakat akademik bukan anarkhi
yang menghujat dan memutlakkan kebenarannya sendiri
dan menganggap kebenaran yang lainnya sebagai sampah
kebebasan intelektual dalam masyarakat akademik tidaklah bebas nilai
ada nilai etika yang mendasari pandangan teleologis
ada nilai estetika yang menjadi puncak pengalaman teologis
tradisi akademik di kampus putih ini
harus tetap terpelihara dan terjaga
untuk mengawal perbedaan dan konflik
agar menjadi proses pengkayaan spiritualitas
yang menjadi energi dari suatu peradaban
di kampus putih ini jangan ada lagi manipulasi politik kekuasaan kelompok
yang membunuh energi keratif bagi suatu peradaban
yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal

politik kekuasaan kelompok tidak boleh menghancurkan tradisi masyarakat akademik
jika politik kekuasaan dan fanatisme kelompok terus berlanjut
meranalah kehidupan intelektual di kampus putih ini
dan peradaban menjadi sakit
peradaban pun terancam jatuh
politik kekuasaan kelompok yang dibangun di atas fanatisme yang sempit
tidak boleh menghancurkan nilai nilai
yang mendasari tradisi akademik di kampus putih ini
setiap orang boleh berbeda pendapat dalam berbagai hal
tetapi setiap warga di kampus ini
harus menyatukan perbedaan untuk kemajuan kehidupan bersama
sehingga memperkaya dimensi peradabannya
sebagaimana realitas kehidupan manusia sendiri
di dalamnya selalu ada perbedaan
karena setiap individu yang satu dengan yang lainnya adalah berbeda
tetapi dalam hal panggilan kemanusiaan
maka setiap individu sebenarnya sama
salah satu panggilan kemanusiaan adalah panggilan nilai
di kampus putih ini kesatuan nilai logika, etika dan estetika itu harus disemaikan
karena di kampus putih ini tidak ada yang bebas nilai
perbedaan dan perubahan
harus memperkuat tradisi akademik
dalam kesatuan nilai-nilai kemanusiaan universal
menjadi realitas yang “rahmatan lil alamin”

Berita Terkait