Pentas Musik Puisi “Tanwin #2; Sebelum Bandang Datang”

Dalam ranah kebudayaan, bandang bermakna luas. Setiap individu baik dalam (mikrokosmos) atau di luar (makrokosmos) dirinya, akan menghadapi bandang—sesuatu yang mengalir dengan muatan dan massa yang berat sehingga menyeret apapun yang dilaluinya. Membaca keadaan saat ini, bandang datang dari segala arah.;berita-berita tidak benar, saling hujat, menganggap paling benar, konflik kepentingan, menghalalkan nyawa atas nama agama, perang, dan lain sebagainya.

Menjawab respon tersebut, melalui beberapa komposisi musik dan pembacaan syair-syair, Sanggar Nuun mengejawantah dari keresahan menjadi tawaran nilai. Mereka menggelar pentas musik puisi bertajuk “Tanwin #2; Sebelum Bandang Datang” di depan selasar Laboratorium Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jum’at(9/6) malam.

Ketua UKM Sanggar Nuun UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Shohibul Hidayat mengatakan makna Tanwin serupa bunyi “nun” mati, namun tetap hidup dalam rangkaiannya.Bertemu apa pun di depannya, ia tetap ada dan meng-ada, tak akan mati. Tanwin membaca realitas yang melingkarinya lalu diakatualisasikannya melalui suara dan bunyi. Syair-syair lama, peringatan-peringatan yang tertulis menjadi nafas dalam laku ini.

“ Kita mengajak para jamaah sholat taraweh untuk cepat menyadarkan diri akan semua bandang yang datang. Kesadaran adalah kunci, ingat dan waspada harus tertanam dalam sanubari.Kumpulkan sanak saudara,kerabat dan sahabat untuk berbenah, bekal untuk perjalanan panjang di dunia ini.”kata Shohibul Hidayat atau Dayat mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Ilmu Budaya.

Pada pementasan ini menampilkan lima karya yakni musik komposisi “Sebelum Bandang Datang”, lagu “ Amsal Perahu”aransemen dari syair perahu Hamzah Fansuri, musik puisi “Perahu Karya Bachrum Bunyamin”, lagu “Mengejar Kejora”, lagu “Perahu Retak” aransemen dari Franki Sahilatua. Pada kesempatan yang berbeda pentas musik puisi juga digelar di Pasar Ramadhan Kampung Salakan, Potorono, Bantul, Sabtu (10/6) malam sehabis tarawih sampai selesai.(habib/humas UIN Suka)