UPT PTIPD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Kaji Ulang Tata Kelola IT, Didampingi Tenaga Ahli dari German Melalui Program SES

UIN Sunan Kalijaga kembali bekerjasama dengan Senior Experten Services (SES). Setelah sebelumnya dilaksanakan di Fishum, Saintek, dan Tarbiyah, kali ini Program SES dilaksanakan di Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) yang akan berfokus pada Sistem IT UIN Sunan Kalijaga agar berjalan lebih efisien. Dengan adanya pendampingan SES ini juga diharapkan pelayanan dalam bidang IT menjadi lebih maksimal sehingga bisa merealisasikan cita-cita Universitas.

Menurut Kepala PTIPD UIN Sunan Kalijaga, Dr. Shofwatul ‘Uyun,S.T.,M.Kom., Program SES di PTIPD didampingi oleh Dr.Ing. Hendro Wicaksono, dosen dan peneliti Institute for information management in Engineering Karlsruhe Institute of Technology Germany. Dr.Ing. Hendro Wicaksono mendapatkan gelar doctoral di Karlsruhe Institute of Technology (KIT). Pengalaman Dr. Hendro di bidang pengembangan teknologi di bidang IT antara lain; pernah bargabung di Forschungszentrum Informatik (FZI) yang bergerak di bidang Riset Center tentang teknologi informasi, menjadi konsultan di Hewlett-Packard, EDS dan Itellium systems, selain itu juga telah melakukan pendampingan untuk visiting profesor di Universitas Airlangga dan sampai sekarang bekerja sebagai group leader di Karlsruhe Institute of Technology (KIT).

Shofwatul ‘Uyun menambahkan, Kegiatan SES diawali dengan kegiatan FGD yang dilaksanakan di ruang PTIPD, kampus UIN Sunan Kalijaga, 4/12/ 2017. Hasil FGD antara PTIPD dengan Dr. Hendro kemudian menghasilkan prioritas output yang akan menjadi fokus utama dari kegiatan SES, diantaranya melakukan pendampingan sebagai konsultan untuk master plan pengembangan IT, Proses Bisnis dan Evaluasi Pelayanan IT, konsultan tentang cara belajar dan metode pembelajaran di kelas dan laboratorium, konsultan untuk managemen riset dan pembangunan riset center di UIN Sunan Kalijaga, Kuliah umum dan seminar tentang berbagai hal terkait bidang IT, diharapkan dalam pelaksanaannya ada perbaikan untuk lebih difungsikan dan dikelola secara optimal.

Hal tersebut didasarkan pada paparan Dr. - Ing Hendro, yang antara lain menyampaikan, dalam proses optimasi TI memerlukan beberapa hal yang harus dilakukan. Misalnya saja mekanisme dan alur dalam pengembangan (Development) yang harus dilakukan mulai dari tahap pengembangan. Testing (Quality Assurance) sampai Produksi (Production Stage). Agar tidak mengganggu sistem yang berjalan, diperlukan manajemen dalam realease deployment. Untuk pengembangan sistem, penjadwalan bisa menggunakan realease management. Kemudian pada proses development bisa menerapkan source management untuk mendokumentasikan source code.

Menurut Shofwatul ‘Uyun, forum ini menghasilkan poin-poin yang berkaitan dengan optimasi pada bagian masing-masing. Pada bagian database bisa dilakukan optimasi dengan menggunakan load balancer serta mekanisme manajemen database. Sedangkan untuk optimasi gambar dan konten-konten statis dengan menggunakan cache.

Kedepannya diharapkan adanya alur test (testing plan) terhadap sistem yang akan memasuki proses produksi (live) dan mekanisme stress test terhadap modul yang sekiranya akan mengalami gangguan ketika berada pada proses produksi (Weni-Humas)