Global Talent, Langkah Menjadi Mahasiswa Unggul dan Berprestasi

Mengenali, menganalisis, dan memberikan panduan tentang kecenderungan potensi bawaan dan karakter unggul mahasiswa menjadi dasar pengembangan akademik di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Salah satu upaya kampus dalam memetakan keunggulan setiap mahasiswa supaya menjadi lulusan yang berkualitas di bidangnya, agar nanti bisa bersaing di tingkat nasional atau internasional.

Demikian yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Kalijaga pada acara Global Talent Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga dengan tema “Menjawab Keraguan Tentang Pemetaan Potensi Berbasis Sisik Jari” Menuju Keunggulan Internasional, Jumat-Sabtu (5-6/1) kemarin.

Menurut Kabag Kemahasiswaan dan Alumni Drs. Boy Fendria Djatnika, M.Si. acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa yang memperoleh beasiswa baik Bidikmisi, Laziz PLN, dan Tahfid qur’an.” Kami berharap 260 mahasiswa penerima beasiswa ini bisa mengikuti kegiatan dengan baik agar bermanfaat begi kita semua” kata Boy Fendria.

Kegiatan ini diisi dengan motivasi dan pemetaan potensi pribadi seseorang untuk setiap peserta dengan narasumber Dedi Priadi, MT., MA dari PT. Priadi Sidik Jari Psikologi. Selain itu, peserta juga berkesempatan mengikuti tes PRiADI Psychological Fingerprints (P2F) untuk mengetahui 9 (sembilan) karakter kepribadian mahasiswa. P2F efektif meniadakan potensi kebohongan dari peserta tes seperti terjadi saat seorangtestee dites menggunakan piranti asesmen formal.

Dedi Priadi menjelaskan Dominansi kekuatan Otak manusia dibagi menjadi empat bagian. Bagian kiri atas merupakan orang rasional, biasanya cara berfikirnya logis, sesuai fakta suka menganalisi. Bagian kiri bawah merupakan orang organisatoris, pola fikirnya yaitu berurutan, terencana dan detail. Kemudian otak kanan bawah dihuini oleh orang perasa, yang biasanya punya emosional dan interpersonal tinggi, dan kinestetik. Serta bagian otak kanan atas bagi orang eksperimental, sifatnya integratif, intuitif, holistik dan sintesis.

Dedi menambahkan profil tersebut dapat digunakan untuk melihat jenis pekerjaan dan profesi yang cocok bagi alumni, serta perilaku mahasiswa yang didasari oleh kekuatan berfikir tersebut. Sampai bisa mendeteksi calon mahasiswa yang memiliki temperamen keras, dan juga sebagai upaya penanggulangan aksi yang mengarah ke radikalisme atau terorisme. (Khabib/humas)