Ratusan Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ikuti Seminar Kebangsaan

Ratusan mahasiswa Yogyakarta yang terdiri dari delegasi organisasi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa se-DIY mengikuti seminar kebangsaan yang diselenggarakan Dewan Mahasiswa (DEMA) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bertempat di gedung Prof. Soenarjo, SH. Kamis, 22/3/18. Forum ini menghadirkan pembicara Kang Mustafid S.Fil dan Dr.Zuly Qodir.

Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang juga sebagai ketua panitia seminar, Moh. Romli dalam sambutannya menyampaikan, melalui forum ini pihak mengajak seluruh mahasiswa –mahasiswi indonesia terutama mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan sikap intoleren dan terorisme yang sedang menjadi persoalan besar di negara Indonesia. Ketua Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara/PSPBN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Badrun Alaina M.Si., menambahkan, banyaknya sikap-sikap intoleransi sebagian masyarakat Indonesia mensyiratkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila mulai luntur. Mahasiswa harus ambil bagian untuk membumikan kembali implementasi butir-butir Pancasila dalam sikap hidup sehari-hari masyarakat Indonesia.

Pembicara Kang Mustafid S.Fil. dalam paparannya menyampaikan, Intoleran dibagi menjadi dua, yaitu secara (+) dan (-), secara positif mengatakan bahwa intoleran merupakan respect terhadap iman, keyakinan seseorang, sedangkan secara negatif yakni membiarkan segala bentuk ketidakadilan. Toleransi juga dibagi menjadi dua, yakni (+) dan (-), secara positif yaitu Prinsip yang tegas dari berbagai pelanggaran faham, sedangkan secara negatif yakni berbentuk untuk memaksakan kehendak orang lain.

Sementara istilah Radikal merupakan cara berfikir sampai ke akar permasalahan, yang tujuanya untuk menyelesaikan suatu permasalah sampai ke akarnya mengenai persoalan bangsa melalui tindakan dengan jalur demokrasi dan non demokrasi.

Terorisme lebih parah dibandingkan dengan radikalisme, karena terorisme merampas semua hak dari orang untuk merdeka dari segala bentuk ancaman. Sebab- sebab terjadinya permasalahn diatas yaitu : adanya akar-akar teologis, jaringan pertemuan, media sosial, rekruitmen. Pencegahanya : modal sosialisme, realisme dari modal sosialisme, Multi Level Analisis.

Dr.Zuly Qodir memaparkan tentang Pancasila sebagai landasan berfikir negara Indonesia, merupakan persetujuan dari semua pihak bahkan orang Islam sendiri. Sebagai kesepakatan Pancasila menjada 3 hal. Khifdun Nass( Menjaga Manusia), Khifdun Mall ( Menjaga Harta ), Khidun Diin ( Menjaga Agama ). Oleh karena itu untuk mewujudkan 3 hal itu dan menjaga keutuhan NKRI, implementasi setiap butir Pancasila harus menjadi komitmen bersama semua anak bangsa (Tim Humas).