Membangun Lembaga Keuangan Syariah Berbasis Manajemen

Kegiatan dakwah tidak hanya dilakukan dalam bentuk ceramah maupun pendidikan formal. Berdakwah dapat ditanamkan melalui manajemen, dalam hal ini adalah manajemen lembaga keuangan syariah. Dakwah Islam bertujuan untuk memotivasi manusia agar melakukan kebaikan menurut petunjuk, menyuruh berbuat kebajikan dan melarang berbuat kemungkaran, agar mendapat kebahagian dunia dan akhirat.

Wakil Dekan I Bidang Akademik Dr. H. M Kholili M.Si melalui sambutannya dalam kuliah umum Prodi Manajemen Dakwah UIN Sunan Kalijaga (Rabu, 12/10) yang bertajuk “Membangun Lembaga Keuangan Syariah Berbasis Manajemen” mengatakan, mahasiswa Manajemen Dakwah tidak hanya berkutat pada industri kreatif tetapi harus bisa mengembangkan industri dakwah.

Ketua Jurusan Manajemen Dakwah, Drs. Muhammad Rosyid Ridla M.Si menuturkan dengan mengikuti kuliah umum bertema lembaga keuangan syariah ini diharapkan mahasiswa mampu melaksanakan dakwah melalui basis manajemen menggunakan uang. Lembaga ekonomi penting bagi pertumbuhan dakwah Islam. “Ketika mahasiswa bergerak di lembaga ekonomi haruslah tetap memegang konsep dakwah Islam” tutur Muhammad Rosyid Ridla.

Dana Suswati, SE selaku narasumber dalam kegiatan ini menjelaskan beberapa poin mengenai lembaga keuangan (bank) syariah. Salah satunya mengenai perbedaan bank syariah dan bank konvensional. Perbedaan yang paling mencolok adalah sistem pada pendapatan usahanya. Bank syariah sendiri menerapkan sistem pendapatan usaha dengan sistem bagi hasil sedangkan bank konvensional menerapkan bunga. Bank syariah tidak memberikan pinjaman uang melainkan berupa barang.

Selain itu syarat transaksi sesuai syariah antara lain tidak mengandung unsur kedzaliman, bukan riba, tidak membahayakan pihak sendiri ataupun orang lain, tidak ada penipuan/gharar, tidak mengandung materi yang diharamkan.

Dana Suswati menambahkan riba merupakan hal yang dilarang dalam Islam. Seperti yang tertulis dalam Al-Qur’an Q.S Annisa: 161yang artinya “Dan disebabkan karena mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” Ucap Dana Suswati.(Mul,Am-ch/humas UIN)