Mahasiswi UIN Suka Ikuti Student Mobility Program 2016 Di Melbourne Australia

Wawasan global diperlukan mahasiswa untuk mencapai cita-cita. Begitu juga dua orang mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Kharolin Hilda Amazona (Public Relations, Ilmu Komunikasi, FISHUM 2012) dan Yuli Ningsih (Manajemen Keuangan Syariah, FEBI 2012) yang berhasil terpilih sebagai peserta Student Mobility Program 2016 (SM-Pro 2016) . SM-Pro 2016 diadakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dengan tujuan negaraMelbourne Australia selama 7 hari (30 Okt-5 Nov 2016).

Tahap seleksiSM-Pro 2016 sangat ketat, proses seleksi kurang lebih diadakan satu tahun yang lalu, yang diikuti 4147 mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta) seluruh Indonesia, dan Kharolin Hilda Amazona serta Yuli Ningsih berhasil menjadi 2 peserta dari 26 peserta SM-Pro 2016 yang terpilih.

SM-Pro 2016 merupakan salah satu program Diktis yang dirancang sebagai bagian kegiatan akademik mahasiswa S1 pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), baik negeri ataupun swasta yang berminat untuk memperoleh pengalaman akademik di luar negeri.

Kharolin Hilda Amazona menceritakankegiatan SM-Pro 2016 berupa Leadership Training di Deakin University, seperti training tentang Australian Education System, Teacher Training and Certification in Australia, Australian Language and Culture, Multiculturalism in Australia, Discussion About Multiculturalism in Indonesia and Australia dan Being A Leader and A Manager. Beberapa kegiatan lainnya seperti sharing bersama Perhimpunan PelajarIndonesia Australia (PPIAustralia) serta mengunjungi beberapa destinasi di Australia.

Kharolin menambahkan, program ini sangat luar biasa, pikiran kami menjadi lebih terbuka. Di sanabertemu dengan teman-teman yang luar biasa dari seluruh Indonesia dan Leadership Training yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami. Dari program ini kami belajar tentang multikultural, toleransi baik budaya maupun privasi orang lain, pentingnya ketepatan waktu, pentingnya public spaces untuk masyarakat dimana memang Melbourne merupakan The World's Most Livable City.

Yuli Ningsih mengatakan, program ini sangat menyenangkan.Kami tinggal cukup jauh dari Deakin University sehingga kami bisa merasakan bagaimana naik tram, bus dan train untuk ke kampus, sehingga kami bisa me-managewaktu sebaik-baiknya dan dapat mengetahui serta mengamati aktivitas warga Australia.

Selain itu salah mereka mendapat satu pesan dari Prof. Ismet sangat menggugah hati kami, beliau mengatakan: “Manusia itu diibaratkan seperti air. Air yang tergenang itu merusak. Bila ia mengalir, ia akan membawa kebajikan.”, yang mana artinya “Seorang yang ingin maju itu tidak akan menetap di suatu tempat, jadi tinggalkan negerimu dan berkelanalah” tutur Ismet.

"Mungkin ini adalah awal dari kami, harapan kami semoga mahasiswa-mahasiswa UIN Sunan Kalijaga bisa lebih berprestasi dan terdorong untuk meningkatkan prestasinya baik di dalam negeri maupun di luar negeri, serta semoga mahasiswa UIN Sunan Kalijaga bisa menjadi mahasiswa yang dapat berkontribusi untuk kemajuan bangsa" kata Yuli.

Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung kami, baik dari pihak orangtua, Kemenag, prodi, fakultas dan rektorat. (Olin,Yuli-ch/humas)