Mahasiswa UIN Ikuti Indonesia Fisip Students Summit 2016

Indonesia Fisip Students Summit 2016 merupakan rangkaian agenda rutin dua tahun sekali yang diselenggarakan oleh Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Se-Indonesia (ILMISPI). Serangkaian kegiatan yang berlangsung diantaranya National Student Enterpreneurship Competition, Nasional Seminar dan National Congress Of ILMISPI. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 13-17 November 2016 di Univesitas Negeri Surabaya (Unesa). Peserta kegiatan diikuti oleh 54 Delegasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun PTS (Perguruan Tinggi Swasta) Se-Indonesia.

Selain meningkatkan kerjasama antar lembaga BEM Fisip Se-Indonesia juga dilaksanakan pembahasan rekomendasi kelembagaan untuk menyikapi fenomena kebangsaan. Seperti fenomena kependudukan yang sedang berkembang akhir-akhir ini bahwa bangsa Indonesia akan mendapatkan Bonus Demografi. Pelakasana kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya mengangkat tema“Optimalisasi Peran Mahasiswa Dalam Menghadapi Bonus Demografi 2020-2030”.

Hal demikian dirasa penting mengingat kondisi proporsi angka ketergantungan menurun drastis karena jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dari pada penduduk usia non produktif. Sehingga untuk mempersiapkan pemanfaatan peluang itu perlu adanya kebijakan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan lapangan kerja serta optimalisasi peran mahasiswa dalam menghadapi bonus tersebut. tentunya harus dimulai dari sekarang agar keinginan untuk memajukan bangsa dengan memanfaatkan bonus demografi dapat terwujud dengan nyata.

Salah satu Lembaga Kemahasiswaan (LKM) yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (DEMA Fishum) yang diwakili oleh Hendris (ketua DEMA Fishum), Muhammad Ansari (Mahasiswa Psikologi), Khanif Hidayatullah (Mahasiswa Ilmu Komunikasi), Ghozali Nasrul Arif (mahasiswa Psikologi).

“Banyak pengalaman yang kita dapatkan dalam kegiatan Indonesia Fisip Students Summit tahun ini, selain kita bisa bersilaturrahmi dengan pengurus BEM Fisip Se-Indonesia. Kami juga ikut merumuskan dan mendiskusikan problem kebangsaan, sosial dan politik yang sedang terjadi di negeri ini”, ungkap Hendris saat di wawancarai di kantor DEMA.

Hendris menambahkan kedepan ILMISPI siap mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah di masing-masing daerah. Hal tersebut dibuktikan dengan penguatan pembahasan Badan Kordinator Daerah dalam AD/ART ILMISPI yang berkedudukan di masing-masing Provinsi. “Perihal yang diamanatkan dalam pertemuan nasional tersebut, ILMISPI harus siap menadvokasi problem kebangsaan, sosial dan politik yang terjadi di provinsi masing masing, ungkapnya.

Berbeda dengan Khanif Hidayatullah, ia merasa sangat bersyukur karena bisa ikut serta dalam kegiatan tersebut. “ini pengalaman yang luar biasa, saya sudah bisa ikut kegiatan nasional, ini pertama kalinya saya ikut kegiatan seperti ini, dari kegiatan ini saya bisa banyak teman, belajar tata persidangan yang baik yang levelnya nasional, kan selama ini paling belajarnya hanya di lingkungan organisasi kampus saja, dan yang paling membanggakan lagi adalah saya bisa turut serta menyampaikan argumentasi yang berkaitan dengan isu sosial dan politik di depan pengurus BEM Fisip Se-Indonesia, sungguh luar bisa. Ungkapnya penuh dengan wajah yang begitu sumringah. (G-Ali/humas)