LPM ARENA

LPM ARENA merupakan salah satu organisasi pers mahasiswa Indonesia yang usianya terbilang tua dan telah mendapat apresiasi cukup luas. Di dalam negeri, ARENA diakui sebagai salah satu elemen dan basis gerakan mahasiswa yang pro demokrasi, si samping sebagai kelompok aktifis pers-jurnalis. Sementara pengakuan dari masyarakat internasional antara lain datang dari University of Malaya-Malaysia, Cambridge University Australia, sebuah Universitas di Kanada, dan International Federation of Journalist (IFJ) melalui keanggotaan sebagian kru Arena dalam The Alliance of Independent Journalist (AJI). Dalam perjalanannya ARENA sempat tersandung batu kekuasaan. Kopkamtib pernah melarang ARENA terbit selama 8 bulan karena dianggap mengipasi suasana panas menjelang sidang MPR tahun 1978, dan dalam tahun yang sama DEMA dibubarkan dari Perguruan Tinggi di Indonesia. Pembubaran ini mengancam keberlangsungan ARENA yang waktu itu masih dalam koordinasi DEMA.

Pada tahun 1988 Pangdam IV/Diponegoro turun tangan, Pemimpin Umum ARENA waktu itu, Imam Aziz, mendapat teguran keras berkenaan dengan reportase ARENA nomor 1/tahun 1988 tentang Waduk Kedung Ombo yang saat itu belum dilirik pers umum. Lalu pada penerbitan ARENA no.2/1988 pihak rektorat memaksa ARENA untuk memblok dua halaman tulisan Arief Budiman tentang ketimpangan regenerasi ORBA. Guncangan kembali melanda ARENA saat no 1/1993 mengangkat Bisnis Keluraga Presiden sebagai laporan utamanya. Akhirnya tanpa kompromi rektor UIN Sunan Kalijaga saat itu membredel majalah ARENA dengan SK no.IN/I/R/PP.003/93 tertanggal 18 Mei 1993. Pembredelan ini menyulut aksi solidaritas dari berbagai kalangan, meskipun tidak mendapat tanggapan yang positif. Akhirnya ARENA baru bisa terbit lagi dengan biaya sendiri tahun 1995 dengan laporan tentang Kilang Minyaknya Probosutedjo di Probolinggo Jawa Tengah. Edisi ini pun sempat mendapat teguran pihak Rektorat. Ketegangan antara ARENA dan rektorat ini akhirnya mencair setelah tuntutan Rektor dipenuhi ARENA dengan mengubah nama, struktur dan keorganisasian ARENA.

Meskipun banyak mengalami hambatan dan ujian, namun semua itu tidak menjadikan tradisi menulis dan kekritisan pengelolanya surut. ARENA pernah menjadi juara pada lomba penerbitan pers mahasiswa se-Indonesia yang diselenggarakan ISAI (1977) dan dalam era puncaknya pernah menjadi majalah bulanan mahasiswa dengan oplah 5000 eksemplar (1975-1977), bahkan Gunawan Mohammad pun menjuluki ARENA sebagai TEMPO kecil (1977).
Sebagai lembaga pers mahasiswa, ARENA membawa misi sebagai media komunikasi antar mahasiswa penuh kreasi, pembawa aspirasi mahasiswa dan sebagai media kontrol. Oleh karena itu, ARENA senantiasa berpegang pada cita-cita Perguruan Tinggi selaku pusat pemberdayaan masyarakat dan sumber daya manusia.

Untuk merealisasikan misi di atas, ARENA menerbitkan beberapa media, diantaranya adalah : Majalah ARENA “Kancah Pemkiran Alternatif”, Newsletter SLILIT “Jelas dan Mengganjal”, Jurnal KANCAH “Arena Berpikir Kreatif”, serta buku-buku tentang jurnalistik dan gerakan mahasiswa.

Di samping itu, untuk mencapai target sumber daya manusia yang dinamis, kritis dan profesional, maka ARENA juga melaksanakan pendidikan, pelatihan, pengembangan dan advokasi dengan orientasi kepada pemberdayaan anggota, mahasiswa, dan masyarakat secara umum. Untuk tujuan ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain adalah : Training dan pelatihan, Workshop dan Research, Networking (Menjalin Kerjasama dengan Organisasi Lain), Serta Diskusi Rutin dan Bedah Buku.

Website Arena http://lpmarena.com