Kamis, 6 April 2017 12:38:06 WIB Dilihat : 194 kali

UIN Sunan Kalijaga bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan RI adakan Seminar Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Bagi Mahasiswa di Provinsi DIY dengan tema “Memningkatkan Semangat Bela Negara Dalam Rangka Mewujudkan Pertahanan Negara yang Tangguh” Bertempat di Gedung Pertemuan Pusat Administrasi Umum Lantai 2, Selasa (4/4). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa/i dari Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di wilayah DI Yogyakarta.

Dalam seminar ini menghadikan 3 narasumber yaitu: Agung supriyono, SH Kepala badan kesbangpol DIY, Dr. Phil. Al Makin. Ketua LP2M UIN Sunan Kalijaga dan Kolonel (inf) Endro respati, S.Sos., kasiter korem 072/Pamungkas.Kegiatan ini di buka oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA.,Ph.D. dan turut Hadir Kolonel Edi Santoso, S,Sos sebagai Perwakilan Kementerian Pertahanan di DIY.

Rektor UIN Sunan Kalijaga dalam Sambutanya mengatakan bahwa kita patut bersyukur bahwa kita telah dianugerahkan bangsa yang besar, bangsa yang damai, bagsa yang kaya seperti Negar Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Negara ini di bangun oleh semangat perjuangan yang panjang dan bermacam latar belakang suku, ras dan agama didalamnya. Jadi jika ada sekelompok yang ingin mendirikan negara Khilafah itu adalah kelompok yang tidak faham sejarah dan sebuah angan-angan kosong saja. Mereka sama saja tidak menghargai pahlawan yang rela mati demi terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semangat Bela Negara Bagi mahasiswa sangat penting karena dengan semangat bela negara ini akan membentengi mahasiswa/i dari arus radikalisme dan faham-faham garis keras. Untuk itu perlu sekali bagi mahasiswa/i menanamkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 45 dalam bertingkah laku pada kehidupan sehari-hari.

Edi Santoso dalam Sambutannya mengatakan bahwa berdasarkan UU nomor 3 Tahun 2002 bela Negara dapat diartikan sebagai sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaanya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang dasar (UUD) dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara.kesadaran bela negara adalah upaya untuk membangun karakter bangsa Indonesia yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme guna menjamin tetap tegaknya NKRI. “ Tugas membela negara tidak bisa hanya digantungkan pada tentara Nasional Indonesia (TNI) tetapi bela negara juga melibatkan segenap komponen bangsa, termasuk didalamnya yaitu seluruh warga negara, lembaga negara, lembaga kemasyarakatan hingga partai politik”, tutur Edi.

Al Makin berpandangan bahwa patriotisme berupa cinta tanah air bagi generasi saat ini diperlukan untuk menghadang gerakan yang menggerogoti cinta tanah air seperti gerakan khilafah atau radikalisme konservatisme. Cinta tanah air ditumbuhkan lewat cinta karya para pemimpin bangsa kemerdekaan spt Kartini, Sukarno, Hos Tjokroaminto. Para ideolog bangsa juga patut dihidupkan kembali spt Mukti Ali, Nurcholish Madjid, Gus Dur, dll. Karya merka harus dibaca dan tafsir ulang, dihidupkan kembali agar Pancasila juga ditafsiri ulang

Dalam pemaparanya Endro Respati menyampaikan, pada hakekatnya bela negara mengandung lima nilai fundamental yang harus senantiasa dikembangkan dan dilestarikan dalam membangun karakter bangsa. Kelima nilai tersebut meliputi: Cinta Tanah Air, Sadar Berbangsa dan Bernegara, Yakin pada Pancasila sebagai Ideologi Negara, Rela Berkorban Untuk Bangsa dan Negara, serta Memiliki kemampuan awal bela negara.” Dalam rangka menciptakan semangat bela negara perlu dilaksanakan sejumlah tahapan pembinaan yaitu: Penyelenggaraan pembinaan dan pemantapan bela negara sebagai suatu gerakan nasional pemahaman wawasan kebangsaan empat pilar yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal ika dan NKRI. Dengan semangat Bela Negara mahasiswa/i diharapkan akan mampu membangun kesadaran untuk ikut serta dalam usaha pembelaan negara guna menghadapi setiap bentuk ancaman”, pungkas Endro. (Doni TW-Humas)

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Liputan
Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom