Selasa, 13 Juni 2017 09:32:19 WIB Dilihat : 329 kali

Yogyakarta- (05/06). HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) Aqidah dan Filsafat Islam bekerjasama dengan Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (Prodi AFI) Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Selenggarakan "Tadarus Filsafat". Antusiasme mahasiswa UIN Sunan Kalijaga maupun mahasiswa dari kampus lain sangat tinggi. Agenda perdana "Tadarus Filsafat" ini diisi oleh Bapak Novian Widiadharma S.Fil., M.Hum, dan dimoderatori oleh Rusfian Effendi (Mahasiswa AFI). Tema tadarus perdana ini adalah "Puasa dan Keutamaan Pengendalian Diri : Kajian Teks Republik Plato Buku ke-1, 2 dan 4."

Novian, yang pernah belajar filsafat di India ini, mengawali dengan pemaparan konsep keadilan yang terdapat dalam buku Republik karya Plato hingga bermuara pada pengendalian diri. Ketika manusia telah berhasil mengendalikan dirinya, maka manusia tersebut akan mencapai keutamaan dirinya yang sejati. Pembahasan tentang keadilan di awali dengan beberapa pertanyaan yang cukup fundamental, seperti apa keuntungan menjadi kaya raya? Apa itu keadilan? Mengapa manusia harus berbuat adil? Mana yang lebih menguntungkan, berbuat adil atau tidak adil? Mana yang lebih membuat bahagia, apakah berbuat adil atau berbuat tidak adil? "Keadilan bukanlah mengenai orang lain melainkan mengenai diri orang itu sendiri", kata Pak Novian.

Pembahasan dilanjutkan dengan pengenalan lebih dalam tentang jiwa manusia di mana ketika manusia telah mengenali jiwanya, dia akan dapat mengendalikan dirinya untuk mencapai keutamaannya. Novian menjelaskan bahwa jiwa manusia dibagi menjadi 3 bagian yaitu, epithumia, thumos dan logostikon. Epithuma merupakan bagian jiwa yang memiliki wilayah perut ke bawah. Kecenderungan dari bagian jiwa ini adalah tentang makan, minum dan seks. Logostikon merupakan bagian jiwa yang memiliki wilayah dada, di mana kecenderungannya adalah sifat keakuan. Sedangkan yang terakhir adalah logostikon yang berwilayah di kepala. Bagian jiwa ini berperan sebagai otak dalam memimpin dan mengendalikan kedua bagian jiwa lainnya. Jika dikaitkan dengan ibadah puasa yang sedang kita jalani, puasa ini merupakan upaya melatih, membatasi, mengontrol diri untuk mencapai keutamaan diri yang sejati yang akan berujung pada ultimate happiness.

Ide "Tadarus Filsafat" ini datang dari Ketua Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (Kaprodi AFI) yaitu Dr H Robby Habiba Abror S.Ag. M. Hum yang memiliki keahlian di bidang kajian-kajian kefilsafatan, keindonesiaan dan kemanusiaan. "Akan sangat bermakna jika di bulan suci Ramadan, Prodi AFI juga ikut berpartisipasi dalam beramal saleh dan beramal jariyah insya Allah yaitu salah satunya melibatkan para dosen Prodi AFI untuk mau meluangkan waktunya berbagi ilmu dan pemikirannya, mengaji bersama seputar Kajian Aqidah dan Filsafat Islam berdasarkan teks-teks asli berbahasa Arab dan Inggris, bersama para mahasiswa dan jamaah peminat tadarus filsafat, kemudian dapat dilanjutkan dengan berbuka bersama," imbuhnya.

"Acara ini insya Allah akan berlangsung selama sepuluh hari menjelang buka puasa, tentunya dengan kajian-kajian filsafat yang sangat menarik" ungkap Kholid Ubaidillah, selaku KetuaHMPs-AFI. Agenda "Tadarus Filsafat" tak lupa dilanjut dengan takjil dan buka bersama sebagai upaya mengikat kebersamaan khususnya bagi keluarga besar mahasiswa Prodi Aqidah dan FIlsafat Islam khususnya, dan para penikmat kajian Aqidah dan Filsafat Islam umumnya," tambahnya. (Doni TW -Humas)

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Liputan
Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom