Rabu, 5 Juli 2017 14:50:45 WIB Dilihat : 203 kali

Konsep keilmuan Integratif-Interkonektif yang dikembangkan di Kampus UIN Sunan Kalijaga, yang memfokuskan pada kajian Al Qur’an sebagai sumber dari segala sumber ilmu, saat ini banyak direspon oleh perguruan tinggi lain. Salah satunya oleh Institute Teknologi Sepuluh November Surabaya. Belum lama ini, kegiatan pengembangan akademik di kampus ini menyelenggarakan kompetisi LKTA yang mengintrepretasikan Ayat-Ayat Al Qur’an dan Al Hadis, hingga bisa menghadirkan karya Sains atau Teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan saat ini.

Dalam ajang ini, mahasiswa Prodi Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga, Karen Dharmakusuma berhasil memenangkan kompetisi sebagai juara II melalui karyanya yang berjudul “Nuget (Nutrient Vegetable Detector)-Aplikasi Pendeteksi Gizi Berbasis Android Pada Sayur Berdasarkan Q.S. Al-Baqarah : 61.” Karen menggandeng 2 temannya Amnia Salma dari Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Afrida Arinal Muna dari Prodi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiaran Islam. Juara I diraih tim dari Universita Brawijaya Malang dengan Karyanya “MP-Relaxin (Maternal Portable Relaxation Machine)-Inovasi Alat Terapi Non Farmakologi Nyeri Kehamilan dan Persalinan Berbasis Getaran, Suhu, Aromaterapi, dan Lantunan Al Qur-an Berdasar Tinjauan Q.S. Maryan : 22-23.” Juara III diraih tim dari Institute Teknologi Sepuluh November Surabaya Melalui karyanya “Bioremidiasi Limbah Plastik Berbasis Bioteknologi Dengan Menggunakan Bakteri Ideonella Sakaiensis dan Zeolit sebagai Katalisator (Inspirasi dari Q.S. Al Baqarah : 26 dan Q.S. Ali – Imran : 191-192).

Di temui di kampus Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga, Karen menjelaskan, Gizi merupakan faktor terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia. Kekurangan gizi pada usia dini dapat menyebabkan gangguan jiwa dan raga bagi seseorang. FAO memperkirakan sekitar 870 juta orang dari 7,1 miliar penduduk dunia atau 11 dari delapan orang penduduk dunia menderita gizi buruk. Penyebab langsung kurang gizi ialah asupan makanan yang tidak seimbang dan infeksi penyakit, karena kekurang pahaman masyarakat tentang apa yang harus dikunsumsi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan jiwa dan raga dalam kehidupannya. Sayur mayur merupakan zat penghasil gizi akan tetapi jika kandungan gizinya tidak diketahui, maka masalah kekurangan gizi dan kelebihan gizi tidak dapat dihindari.

Oleh karena itu karyanya hadir dengan tujuan untuk menawarkan inovasi NUGET (Nutrient Vegetable Detector) alat pendeteksi kandungan gizi pada sayuran berbasis aplikasi android. Dalam salah satu Ayat Al Qur’an menjelaskan bahwa Allah menumbuhkan tumbuh-tumbuhan termasuk sayuran sebagai bentuk rezeki dari Allah SWT. (QS.al-Baqarah:61). Allah juga menyatakan bahwa kita sebagai umat muslim untuk memilih makanan yang halal dan baik ( QS. Al-Baqarah : 168) sebagai penunjang gizi manusia.

Maka dari itu, dalam hal ini memilih dan mengetahui bagaimana kandungan gizi yang baik dalam sayuran menjadi penting. Aplikasi NUGET bersifat interaktif karena pengguna dapat menggunakannya secara mudah yakni dengan memotret sayur yang hendak dideteksi kandungan gizinya, maka aplikasi tersebut akan secara otomatis menampilkan kandungan gizi yang terdapat pada sayuran yang dipotret. Diharapkan aplikasi NUGET menjadi aplikasi yang sangat berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia mengenai kandungan gizi dalam sayuran agar paham bagaimana mengkonsumsi sayuran secara seimbang untuk memperoleh kesehatan jiwa dan raga yang baik.

Karen juga menjelaskan, kompetisi ini diikuti oleh 107 tim peserta, perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Semua karya yang masuk ke panitia (ITS) berupa interpretasi Ayat-Ayat Al Qur’an dan Al-Hadis dalam rangka membangkitkan peradaban Sains dan Teknologi yang bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan, pemecahan permasalahan kehidupan dan kelestarian alam semesta. Sementara tema-tema yang diangkat adalah seputar kesehatan, lingkungan, energi, maritim dan agrikultur.

Dari 107 karya yang masuk panitia, 10 peserta berhasil lolos ke babak semi-final, yakni dari Universitas Surabaya, Universitas Sumatera Utara, Institute Teknologi Sepuluh November Surabaya, UIN Sunan kalijaga Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Lampung.

Menurut Karen, ketiga karya yang berhasil lolos sebagai juara I, II dan III dinilai sebagai karya yang paling inovatif, bermanfaat dan bisa diimplementasikan dalam kehidupan, penyajian datanya lengkap dan akurat, aktual, Ayat-Ayat Al Qur an yang disajikan sebagai dasar sinkron, poster-desain-konten saat presentasi saling mendukung, teknik presentasi memukau dewan juri, pemahaman materi dan analisis datanya kuat, serta piawai dalam menjawab semua pertanyaan dewan juri.

Ketua Prodi Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga, Dr. Bambang Sugiantoro sangat mengapresiasi kemenangan mahasiswanya dalam kompetisi ini. Menurut Bambang, Kompetisi semacam ini sangat menginspirasi untuk dilaksanakan juga di kampus UIN Sunan Kalijaga dalam rangka mengembangkan konsep keilmuan integratif-interkonektif secara nyata (Weni- Humas UIN).

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Liputan
Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom