Selasa, 11 Juli 2017 12:35:06 WIB Dilihat : 157 kali

UIN Sunan Kalijaga Melepas Sejumlah 3.326 Orang mahasiswa/mahasiswi untuk mengikuti program KKN antara. Peserta program KKN antara yang ke 93 ini dilepas Wakil Rektor I (Bidang Akademik), Prof. Dr. H. Sutrisno, M. Ag., bertempat di Multipurpose kampus setempat, Senin, 10/7/2017.

Abdul Mughist selaku ketua pelaksana program KKN antara, saat pelepasan melaporkan, 3.326 orang peserta KKN UIN Sunan Kalijaga kali ini diterjunkan ke wilayang Jawa tengah dan DIY, mulai 11 /7/17 s/d 31/8/17. Peserta KKN antara terdiri dari 1.400 orang mahasiswa dan 1.825 mahaisiswi. Mereka diterjunkan ke sejumlah 248 lokasi desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Bantul, Kulonprogo, Sleman, Gunungkidul, Kota Yogyakarta, Propinsi DIY dan 48 lokasi desa yang tersebar di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Abdul Mughist berharap, seluruh peserta KKN angkatan ke 93 ini bisa melaksnakan program-program dengan baik. Dapat menjaga hubungan baik dengan Dosen Pembina Lapangan (DPL), perangkat desa setempat, dan masyarakat. Bisa menjalain kemitraan dengan pemerintah daerah dan dinas/instansi terkait dalam rangka membantu pelaksanaan program-program pemerintah dan program-program inovatif dari peserta KKN, menjaga tata krama, sopan santun dan nama baik almamater.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Sunan kalijaga, Al Makin menambahkan, KKN UIN Sunan Kalijaga memiliki ciri khas yang tidak dimiliki perguruan tinggi lain, yakni, membumikan Islam yang Rahmatan Lil Alamin melalui program-program KKN. Disamping itu ikut serta melaksanakan pendidikan Islam melalui pembiasaan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengejawantahan keilmuan yang integratif-interkonektif sesuai bidang keilmuan tiap-tiap peserta KKN.

Peserta KKN diharapkan bisa cepat beradaptasi, terjun langsung dengan bersemangat dalam membantu program-program pembangunan desa, mengajar di TPA dan ikut serta memakmurkan masjid setempat, aktif di jema’ah pengajian, melaksanakan pendampingan manajemen masjid, aktif melaksanakan shalat berjamaah dan menjadi imam shalat yang baik, dan pastikan KKN dari UIN Sunan Kalijaga mendapat kepercayaan seluruh lapisan masyarakat.

Ke Depan, akan segera diprogramkan pelaksanaan KKN Nusantara dengan lokasi pulau-pulau di luar Jawa dan KKN internasional dengan lokasi Tailand. Al Makin berharap, semua peserta KKN bisa memaknai KKN sebagai wahana untuk memperluas cakrawala, memahami dinamika kehidupan bermasyarakat, dengan menjalin kemitraan dengan perangkat desa, masyarakat setempat, pemerintah daerah, lingkup masjid setempat, dan siapa saja dalam rangka membangun Indonesia yang kuat dan mandiri. “Wujudkan KKN kalian semua dalam program-program kegiatan yang bisa dicatat sebagai simpanan jariah untuk di petik di akherat kelak,” demikian pesan Al Makin.

Sementara itu, Wakil Rektor I dalam sambutannya antara lain berpesan, agar semua peserta KKN menerapkan 3 M untuk meraih sukses KKN. Yang pertama Meaning (memaknai KKN sebagai salah satu mata rantai dalam mewujudkan visi hidup pribadi dan visi universitas. Yang kedua Mambership, mewujudkan kerjasama melalui kemitraan sejajar dan kolaboratif dengan teman-teman peserta KKN, DPL, masyarakat, perangkat desa, dinas/instansi terkait, Pemda setempat dan lain-lain.. Dan yang ke 3 adalah Mastery (penguasaan secara matang keilmuan dan passion) sebagai bekal untuk menghadapi era kini yang sangat cepat berubah dan sulit ditentukan polanya (era destruktif). “Ciptakan pemikiran-pemikiran positif yang membuat masyarakat merasakan sesuatu yang akan terus diingat sepanjang hidupnya dan bangkitkan jiwa-jiwa interpreneurship di kalangan masyarakat untuk mendukung masa depan Indonesia yang kuat dan mandiri,” pesan Prof. Sutrisno.(Weni Hidayati/ Foto: Doni TW-Humas)

Berita Terkait

Berita Terpopuler

Arsip Liputan
Arsip Pengumuman
Arsip Berita
Arsip Agenda
Arsip Kolom